Angel

Angel
Chapter 6: hutang?



bagaimana ini?


Aku tidak punya cukup uang untuk melunasi hutang ayahku. gajiku kemarin tinggal sedikit untuk membayar buku sekolah, tinggal uang untuk kehidupan sehari-hari, mana cukup untuk membayar hutang ayah yang banyak itu.


"ah maaf, apakah hutangnya bisa dicicil? " tanyaku kepada dua orang itu. dua orang itu saling menatap satu sama lain, dan salah satu dari mereka tiba tiba merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah ponsel untuk menelpon seseorang.


"ok, baiklah" ucap pria itu di telpon. aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. tapi sepertinya mereka membahas soal hutang ayahku.


tak lama pria itu menutup telponnya dan menaruh ponsel kedalam sakunya. pria yang tadi menelpon seseorang itu menganggukkan kepalanya menandakan permintaanku untuk menyicil hutang ayahku itu diperbolehkan.


" baiklah, bos kami mengizinkanmu untuk membayar hutang ayahmu dengan menyicilnya, kalau begitu sekarang mana uang cicilannya? "


ucap pria itu dengan cukup tegas, dan dia mulai mengangkat tangannya menandakan dia meminta sesuatu.


" terimakasih, mohon tunggu sebentar aku akan mengambil uangnya"


aku pun bergegas masuk kedalam rumah dan mengambil uang yang ada di dalam dompetku. setelah mengambil uang itu akupun bergegas keluar dari rumah dengan menggenggam erat uang itu.


"baiklah nak ini cukup, bulan depan kami akan kembali lagi jadi siapkan uangmu untung menyicil hutangnya"


setelah memberikan uang untuk menyicil hutang. kedua pria itu langsung menuju mobil yang terpakir tak jauh dari rumahku.


_______________________________________


sekarang uangku tinggal sedikit, untuk makan pun tak cukup, apalagi biaya hidup sehari hari. jadi aku harus berpuasa selama beberapa hari untuk menghemat penggunaan uang.


"hah... mana gajiannya masih lama lagi" aku menghela nafas dengan kasar dan aku meluapkan semua emosiku dengan cara membenturkan kepalaku beberapa kali di dinding. walaupun itu cukup sakit di kepala tapi itu ampuh untuk menghilangkan rasa emosi dan pusing.


ucapku menenangkan diriku sendiri agar tak terbawa emosi. dari pada memikirkan hutang, mending aku membereskan rumah, sudah cukup lama aku tidak membersihkan rumah ini. rumah ini jadi terlihat kotor.


setelah membersihkan rumah, aku pun pergi untuk mandi. setelah mandi aku pergi ke dapur untuk membuat makanan. menu malam ini sederhana, cuma krupuk dan nasi tak lupa tadi aku membuat sambal. memakan makanan ini saja sudah enak. dan ini adalah makanan kesukaanku waktu dulu.


setelah selesai makan. aku meletakkan piring bekas makanku tadi dan aku mencucinya. setelah itu aku pergi ke kamar untuk beristirahat. aku tiduran di kasur dengan nyaman, saat akan berganti posisi aku melihat ponsel di samping ranjangku dan karena aku sedang bosan jadi aku mengambilnya untuk bermain game. entahlah tapi aku saat bermain game beban yang ada di otakku berkurang. saking serunya aku bermain game sampai tak sadar kalau ini hampir tengah malam.


" cepet banget ih, padahal baru main game sebentar" menyadari itu pun aku langsung berdiri dari posisi tiduran ku dan menaruh ponselku untuk mengisi dayanya dan aku pun langsung merebahkan diriku ke kasur dengan nyaman.


.


.


.


" kok ga bisa tidur ya, perasaan tadi aku gak minum kopi" aku tak bisa tidur entah mengapa padahal aku tidak meminum kopi tadi. karena aku sudah mengantuk aku memutuskan untuk mengambil air di dapur dan meminumnya, siapa tahu itu perut kembung bisa membuatku cepat tidur.


karena tidak merasakan apa apa, aku pergi ke kamar lagi untuk tiduran di ranjang.


*nguuiinngg


*nggiiungg


...


" hah, mau tidur kok susah bet!! "