
aku semakin frustrasi dan beberapa kali mencoba bunuh diri namun selalu gagal, aku duduk di pinggir dinding dengan keadaan telungkup, pikiran ku seperti di hantui berbagai macam kejadian aneh.
mama juga membawa pulang alat kejiwaan untuk memeriksa ku, namun hasil nya sama tidak terdapat tekanan jiwa pada diriku.
mama ku juga meminta izin kepada pihak kampus karena keadaan ku yang tak memungkinkan untuk ber hadir.
****
beberapa bulan berlalu, keadaan ku sudah mulai memulih aku sudah bisa membuka diriku untuk dunia luar ya walaupun cuma di teras rumah, aku tidak berani keluar terlalu jauh.
****
di sisi lain , angel terbaring di tempat tidur dengan keadaan lemah muka pucat.
" untuk apa kamu kesini" sahut angel.
" aku masih peduli dengan kamu,coba lihat kalung arloji kamu semakin berjalan mundur hanya tersisa tujuh angka lagi di belakangnya" ucap Fransiska.
" kamu tidak usah khawatir dengan ku" ucap angel.
"angel, jika kamu ingin hidup bersama gracia kamu harus menjadi manusia, dan jika kamu ingin hal tersebut terjadi kamu harus mengorbankan satu nyawa malaikat lain agar kamu bisa menjadi manusia" ucap Fransiska dan pergi meninggal kan angel.
angel hanya terdiam mencerna kata- kata Fransiska yang ada benar nya juga. tapi, disisi lain dia tidak bisa membohongi perasaannya terhadap gracia.