Algara & Namira

Algara & Namira
9. Jaga jarak



Algara Part---


Pagi tiba, seperti biasa waktunya berangkat sekolah, algara bangun kemudian siap siap memakai seragam sekolah, menyiapkan keperluan lainnya, tidak sarapan terlebih dahulu dikarenakan malas, lalu mulai berangkat ke sekolah memakai motor kesayangan nya


Ketika sedang menuju sekolah, algara melewati rumah Namira, yah biasanya ia dan Namira selalu berangkat bersama ke sekolah, tapi semenjak kejadian semalam algara menjadi tidak mood bertemu dengan sahabatnya itu, itu artinya ia akan menjaga jarak untuk sementara waktu, sebut saja dia jahat jika itu yang kalian lihat semalam


Algara POV


Sebenernya gue mau berangkat bareng namira, tapi gue gak bisa gue butuh waktu, jika bertemu dengan Namira maka kejadian semalam langsung teringat dan berputar dikepala nya, ia benci ia takut akan emosi


'Na maaf, semalem gue bentak Lo, gue terlanjur emosi liat Lo selalu bela belain cowo itu' algara merasa bersalah


Algara berdiam diri sebentar diatas Motor nya sembari memandangi tepat ke arah kamar Namira yang bisa terlihat dari jalan, algara berpikir apakah dia sudah berangkat, apakah dia sarapan, biasanya mereka berdua sarapan diluar


"Hahhh orang kalo udah cinta emang kadang suka bod*h " menghembuskan nafas


'yaa contohnya eluu Al, lu kan bulol hahaha' author


****


Skipp>> sekolah


Namira yang berangkat sendiri, kemudian memasuki kelas , teman teman nya merasa heran kenapa Namira sendirian biasanya algara akan mengantarkan nya sampai pintu


"Mir tumben lu berangkat sendiri, gak sama sahabat lu" tanya salah satu teman nya


"Iya mir gak biasanya"


Namira yang mendengar ucapan teman teman nya yang merasa heran pun teringat kembali kejadian semalam, dimana ia dan algara terlibat percekcokan lumayan besar, ia merasa canggung bila nanti bertemu dengan algara, seperti tadi pagi saja algara tidak menjemput nya seperti biasa sudah dinyatakan algara marah dengan nya, ia takut sahabatnya itu akan berubah, tapi ia juga takut jika omongan algara terhadap Novan keliru, jika diberi pilihan Namira akan mempercayai siapa, maka jawaban nya tidak tahu


Namira bingung, disatu sisi algara adalah sahabat nya sejak kecil tentu omongan nya tidak pernah bohong, namun Novan cowok yang ia sukai juga tidak mungkin sejahat itu menjadikan ia sebagai tempat pelampiasan, terdengar sangat buruk bukan, ia akan mencoba mencari tahu sendiri kebenarannya, ia ingin meminta bantuan algara tapi rasa malu nya mengatakan tidak perlu, ia akan mencoba sendiri


"Eumm... Dia lagi ada urusan jadi gue berangkat sendiri heheh" Namira terpaksa berbohong, tentu ia tidak ingin orang orang tahu tentang masalahnya


Namira pun duduk di kursi nya, bel masuk sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu, tapi sang guru belum kunjung datang, ia menelungkup kan kepala nya dimeja sembari menghela nafas lelah


Ia tidak pernah menyangka pertengkaran seperti semalam akan terulang kembali


Flashback


Namira yang saat itu masih menduduki bangku SMA kelas 10, terlihat menangis sendirian dibawah pohon taman belakang sekolah nya


dengan kepalanya yang ia telungkup kan dibalik kaki nya yang menekuk


Sebelum ini ia sempat bertengkar dengan sahabat nya mengenai pacarnya Juna, Namira menuduh algara sengaja berbicara tentang Juna yang bermain dibelakang nya, agar dirinya dan Juna putus, tentu Namira marah ia sampai membentak algara, namun kenyataannya semua yang dikatakan algara benar


"Hikss... Juna jahat, hikss juna selingkuh dari gue p-padahal gue percaya kalo Juna gak m-mungkin ngelakuin itu hikss.. hikss " ya Namira menangis sesenggukan seperti barusan karena pacarnya yang bernama Juna kepergok selingkuh didepan matanya sendiri


Kemudian dengan langkah kaki yang pelan ia memberanikan diri mendekati suara tangis tersebut, meskipun dalam hatinya ia takut , jika ternyata bukan manusia yang ada dibalik pohon itu, siapa tau kalo itu ternyata mbak K , hihh algara merinding sendiri membayangkannya


"Hikss... Al gue butuh Lo Al hikss.. sakit banget rasanya hikss " Namira masih tetap menangis menyebut sahabatnya sembari memukul dadanya yang terasa sesak


Algara yang mendengar samar samar namanya disebut oleh seseorang yang menangis itu pun semakin membuat bulu kuduknya berdiri, namun ia tetap mencoba


Saat sudah berada tepat dibelakang wanita itu, algara seperti pernah melihatnya tapi entah dimana, dengan percaya diri ia mencoba memanggil


"Hei, kenapa sendirian disini sambil nangis pula"


Wanita yang sedang nangis pun terkejut ketika seseorang memanggil dirinya, ia mencoba menengok dan melihat siapa laki laki tersebut


Saat sudah menengok ia segera bangun dan memeluk laki laki tersebut, yahh algara nya datang disaat yang tepat


Algara tentu sama dengan Namira keduanya terkejut, tapi algara bingung kenapa sahabatnya berada di tempat ini sendirian


"Na, ternayata lu yang nangis gue kira siapa, gue takutnya mbak K " algara berbicara sembari membalas pelukan Namira sambil mengelus elus punggugnya, ia ingin bertanya namun algara membiarkan sahabatnya menangis dan mengeluarkan kesedihannya dulu


"Gpp na, nangis aja dulu kalo udah, cerita ya, tapi kalo gak mau juga gpp, gue gak maksa"


"Dia selingkuh Al hiksss... Lo bener ternyata, sakit banget rasanya Al hikss" Namira kembali menangis mengingat hal yang baru saja menimpanya


'gue juga sakit na, orang yang gue suka lebih milih orang lain, tanpa tahu perasaan gue' batin algara


Algara kemudian membawa Namira duduk disalah satu bangku yang ada disana


"Gue udah pernah bilang sama lo, cowok itu gak bener na! , masih aja dipertahanin, liat kan siapa yang sakit, lu juga makannya denger kata gue, bukannya gue gak mau lu punya pacar tapi setidaknya lu cari tau dulu kayak gimana orang nya, takutnya hal kayak gini terulang lagi"


Algara mencoba memberi pengertian kepada sahabatnya ini, tak apa jika Namira tak membalas cintanya , tapi setidaknya Namira mengandalkannya suapaya hal ini tak terjadi


Namira hanya mampu merespon lewat anggukan kepalanya, kemudian algara yang merasakan tangis sahabatnya sudah mulai reda, ia mencoba mengajak Namira ke UKS supaya ia dapat beristirahat disana, pasti capek kan nangis sampe segitunya, maka dari itu algara memutuskan membawa Namira ke UKS


Falshback END


Namira yang merasa pundak nya ditepuk seseorang, segera bangun, iya ia tertidur sebentar tadi


"Mir, guru hari ini gak masuk katanya ada rapat mendadak jadi cuma ngasih tugas doang, nih siapa tau Lo butuh" teman nya membangunkan dan memberi tahu hal tadi serta meminjamkan buku catatan nya yang tak sempat Namira tulis, karena ia ketiduran


"Makasih la, gue pinjem dulu kalo gitu ya, besok gue balikin" Namira tersenyum kepada teman nya


"Santai mir, kalo gitu gue ke kantin dulu ya, mau bareng gak ? "


" Ahh, gak usah la, gue gak enak badan hari ini jadi gue dikelas aja deh " lagi lagi ia berbohong, ia tak ingin bertemu algara sekarang, kalau ia pergi ke kantin otomatis algara berada disana juga bersama geng nya


Teman nya pun mengerti dan meninggalkan Namira