
Semua anggota Aderfia sudah berkumpul diparkiran, menunggu kedatangan satu orang lagi yang memberi informasi bahwa mereka bisa ikut menjenguk Namira
"Ni sumpah si algara kemana si anjirr " gerutu Nando yang mulai kesal
" Gue telpon deh" giri yang juga sudah tak sabar, segera menelpon algara, tapi baru sebentar nada dering terdengar, orang yang bersangkutan muncul dengan cengiran tak berdosa nya
"Nah itu dia ,kemana aja lu Janu, dari tadi kita tungguin bener² lu " ucap vano
"Hehee.. gue ada panggilan alam bentar tadi " algara yang merasa telah membuat teman teman nya menunggu pun hanya tertawa
"Udahlah ayo keburu macet dijalan" ucap skala , jika skala sudah berbicara, maka yang harus dilakukan adalah langsung menuruti perintah nya, jika tidak ia akan membuat tatatapan diingin, eitt tapi kalo yang udah tau dia pasti paham, jadi yang belum kenal siap siap aja deh hahah
Mereka ber 6 pun menaiki kendaraan masing masing dan segera menuju ke kediaman Namira
Setibanya mereka disana, segera memakirkan motornya masing masing
Tapi didalam rumah seorang wanita terlihat kebingungan dengan suara berisik, ia pun melihat keluar lewat jendela kamar nya, dan alangkah terkejut nya saat melihat algara and the geng berada dirumahnya, seingatnya algara tak memberitahu kalau anggota Aderfia lainnya akan bertamu kerumahnya, ia pun segera berpakaian lengkap dan menuju pintu utama
Saat algara ingin mengetuk, pintu sudah terlebih dahulu dibuka dari dalam oleh tuan rumah nya sendiri
"Eh na, katanya sakit kok ada disini si bukannya istirahat dikamar " ucap algara ketika melihat siapa yang membuka pintu
"Gue penasaran siapa yang sore sore gini berisik di depan rumah gue, eh pas diliat ternyata lu sama komplotan lu" tunjuk Namira melalui matanya
"Heheh hallo Namira , udah lama gak maen nih makin cantik aja si " ucap vano, yang mendapat tatapan malas dari Namira
"Gak berubah ternyata lu Van "
"Dah lah ayo masuk , bentar gue ambilin minum ya " saat Namira telah berada di dapur, algara pun menyusul nya
"Yeuh bucin dasar" celetuk Nando
"Sirik ae lu mblo" ucap bara
"Jomblo kok bilang jomblo " sindir giri
"Bangs*t " ucap vano
"Rumah orang nih jaga ucapan nya guys" nah loh skala beraksi, pada sembrono si hahah
"Baik tuan skala" ucap vano dengan sedikit menggoda skala
Skala yang mendengar nya pun hanya tersenyum maklum, melihat teman teman nya bertingkah layaknya dirumah sendiri
'Pengen gue peluk rasanya ' batin algara
"Na.. " Namira terkejut, ia kira tidak ada siapa² dibelakang
"Ya ampun Al gue kaget, kenapa butuh sesuatu? " Ucap Namira sembari menuangkan minuman kedalam gelas, ia heran kenapa algara bisa berada di dapur, atau mungkin dia membutuhkan sesuatu
Algara yang ditanya pun tak mendengar, ia malah berjalan dengan pelan menuju tempat dimana Namira berdiri
Namira yang melihat pun bingung, ada apa dengan sikap algara hari ini
"All...kenapa bilang" ucap Namira pelan sembari mengusap punggung algara lembut, mungkin algara hanya lelah pikir Namira
"Boleh peluk sebentar aja, hmm " sebenarnya algara tak bermaksud apa apa, ia hanya ingin memeluk sahabat nya
"Kenapa al bilang, jangan kayak gini, jarang jarang lu kayak gini " ya Namira tahu biasanya jika algara sudah seperti ini, itu tandanya ada yang sedang dipikirkan nya
"Jangan sakit sakit na " Namira yang mendengar ucapan algara barusan mengerutkan kening , makin merasa bingung
"Hah? Iyaa gue gak sakit sakit lagi deh , kenapa si al "
"Gak tega gue liat Lo sakit, gak ada temen juga disekolah, gak ada temen kekantin " ucap algara seperti bayi yang merengek
"astaga cuma itu doang, temen lu kek gak ada lagi aja , terus itu Aderfia apaan ? Pajangan ? Aneh lu , udah ah awas mau bawa minuman kedepan nih"
Ucap Namira sembari membawa nampan berisi minuman dan berbagai cemilan
'aneh sumpah tu anak hih' batin Namira sembari melangkahkan kakinya menuju ruang tamu
Algara mengekori Namira dari belakang bagaikan anak dan induk nya, lalu ikut duduk bersama serta mengobrol ringan
...👋👋...
...Semoga suka ya...
...Jangan lupa vote,komen, like...
...biar semangat juga nulisnya hehe :)...
...makasih, see you...