Algara & Namira

Algara & Namira
14



Nando dan vano segera turun mengikuti Novan ke dalam cafe, sebelum turun mereka mempersiapkan penyamaran agar tak ketahuan, sedangkan bara menunggu didalam mobil, memastikan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan maka mereka bisa langsung pergi.


Disisi lain Novan merasa jika ada yang mengikuti nya segera menengok ke belakang, namun ia tak mendapati sesuatu yang aneh, tapi ia tak terlalu memikirkan hal itu


"Anjirr hampir aja ketahuan " ucap vano ketika melihat Novan melihat ke arah mereka, untung nya berkat penyamaran ini, mereka selamat


Mereka melihat Novan bermesraan dengan wanita yang diduga pacarnya itu, Nando memberitahu vano untuk segera mengambil gambar kedua orang tersebut, kemudian vano segera memotret keduanya


Ckrek


"Mampus lu, kebongkar kan, makannya jangan jadi playboy, dasar Fu*k" vano mengomel seperti emak emak


"Bagus, sekarang tugas kita sudah selesai, waktunya kita kembali ke basecamp dan memberi tahu bukti tadi" ucap Nando, mereka pun segera berdiri kemudian melangkah keluar cafe, menuju mobil


Tok tok tok


Vano mengetuk kaca mobil, dilihatnya bara malah asik tertidur didalam nya, pintu mobil pun malah dikunci olehnya, di telepon tak diangkat di SMS tak dibalas


Dengan kesal Nando memukul pintu mobil yang mana terdapat alarm disana, kemudian mobil pun berbunyi nyaring, bara yang sedang tertidur pun berjengit kaget, kemudian terbangun dan menyadari kedua temannya sedang sibuk mengetuk ngetuk kaca mobil


"Anj*ng lu bar kalo mau tidur jangan disini, mana pake dikunci segala lagi si anjirr " Nando sibuk memisuh misuhi bara


Bara yang mendengar itu pun hanya menyengir polos, keduanya hanya memutar mata malas dengan kelakuan absurd bara


"Untung lu sahabat bar, kalo bukan udah gue tinggal disini lu" gumam Nando yang masih terdengar oleh bara juga vano


Tapi bara tak merasa sakit hati mendengar ucapan sahabatnya itu, ia tau mereka tak mungkin Setega itu pada nya


" Geli banget anjir gue harus nyamar pake kumis kumisan udah kek om om aja, mana celana gombrang kayak tahun 90 an " ucap vano kesal


Nando dan bara yang mendengar pun hanya tertawa melihat keadaan sahabatnya itu, padahal dia juga sama memakai kumis kumisan kayak si vano


"Bac*t lu bar jangan ketawa, molor aja udah sana ishh" vano masih kesal kepada bara


"Gue lagi yang kena, dahlah buru ke basecamp gue ngantuk mau tidur bye, nyetir yang bener ya mas supir, mas kenek juga hahah" ucap bara menjahili kedua sahabatnya itu


"Anak anj*--"


"Udah Van, percuma lu ladenin dia, buang buang tenaga, udah bagus dia tidur biar gak ngoceh terus berisik, lu duduk yang bener pasang seatbelt nya, kita cuss" ucap Nando menengahi adu mulut kedua sahabatnya


" Gue bukan anak kecil, gak harus dikasih tau juga gue tau ck" ucap vano kesal


"Lu berdua sama aja" gumam vano


Nando yang mendengar itu hanya tertawa ringan, kemudian segera menjalankan mobil ke arah basecamp


Suara mobil terdengar dari dalam basecamp membuat orang yang berada didalamnya segera bangkit dan melihat siapa yang datang, dan ternyata itu Nando, vano dan bara


"Kayaknya mereka udah dapet bukti nya" ucap skala, algara mengangguk setuju


Kemudian algara menuju pintu depan guna menyambut kedatangan ketiga sahabatnya, dan langsung diberi beberapa pertanyaan yang keluar dari mulut algara


"Gimana guys ? Lancar ? Ketahuan gak ? Asli kan itu cowok gak bener? Hah jawab anjir diem diem Bae "


"Satu satu anjir, lu kek wartawan aja" ucap vano


Skala yang menyaksikan ketiga nya, hanya menggelengkan kepala pasrah


Nando yang mendengar itu hanya menghela nafas, mendengar pertanyaan algara, tapi kemudian ia dengan senang hati menjawabnya


"Alhamdulillah lancar Al, gak ketahuan kok kan kita penyamar handal, iya gak Van " ucap Nando melirik vano dengan alis yang dimainkan


"Ohh tentuu, siapa dulu gue sama Nando gitu loh " ucap vano menyombongkan diri


"Gue ? " Tanya bara, yang terheran heran mengapa nama nya tak disebut


"Lu dari tadi kerjaan nya molor, makan, idihhh mau banget diakuin " jawab vano kesal


"Anj*ng lu berdua" ucap bara, namun ucapan tersebut hanya gurauan, semata mata ungkapan kekesalan, bukan marah, kemudian bara melangkah masuk ke dalam, dan mendapati giri yang sedang bermain game, lalu ia mulai ikut bermain


Yang didepan hanya tertawa melihat nya, kemudian Nando memberi bukti sebuah gambar yang diambil tadi sewaktu di cafe kepada algara


"Nih, tadi gue sama vano sempet ngefoto mereka berdua dicafe, dan lu liat, mereka mesra banget, apa namanya kalo bukan pacaran" ucap Nando


Algara yang melihat dan mendengar hal tersebut, ia marah, tangannya terkepal matanya memejam menahan emosi kenapa laki laki itu tega membohongi sahabatnya yaitu Namira dengan berbohong kalau dia sedang single atau tidak berpacaran, berbeda dengan yang difoto ini


Skala yang melihat ekspresi algara segera menenangkan nya dengan mengelus punggungnya


" Mending kita masuk dulu, habis itu kita lanjut bahas hal ini " ucap vano mengajak ketiga sahabatnya masuk


Mereka berempat pun masuk dan lanjut membahas masalah barusan