Algara & Namira

Algara & Namira
16



Waktu istirahat tiba, algara dan gengnya keluar kelas menuju kantin


" gilaaaa tugas nya banyak banget anjir lah" ucap vano


"Hooh, otak gue berasa mau meledak " ucap Nando


"Heh curut diem Mulu dari tadi lu kenapa ? " Tanya vano pada bara


"Laper ***, bacot Mulu kalian mah, buru makan, gue udah gak kuat " ucap bara mendramatisir


"Cih udah gue duga"


Mereka pun melihat sekeliling kantin, barangkali ada meja kosong yang bisa ditempati oleh mereka ber enam


Giri melihat satu meja kosong, kemudian memberi tahu yang lain


"Guys, sebelah sana kosong" tunjuk giri


Tempat yang dimaksud berada di paling belakang dekat dengan tembok


"Kuyy lah"


Mereka pun menuju tempat yang ditunjuk giri barusan


Kemudian memesan makanan, dan mulai menyantap makanan yang disiapkan


Saat sedang makan dan ieseng melihat lihat isi kantin, siapa tau ada yang bening, tak sengaja ia melihat Namira dan kedua teman nya sedang memesan makanan, terlihat namira begitu bahagia tertawa bersama temannya, tapi mengapa sekarang sahabatnya itu menjadi agak kurus tidak terlihat seperti biasanya


"Na, lu gak papa, pengen rasanya gue samperin lu kesana " batin algara


Skala kebetulan duduk di samping algara, ia melihat sahabatnya itu melamun menatap ke arah dapur kantin, ketika skala ikut melihat, skala mengerti sahabatnya ini pasti sedang galau, karena masalah mereka dengan satu cowok yang memang gak bener


Skala menepuk bahu algara, dan algara tersadar dari lamunannya, kemudian menoleh ke arah skala


"Samperin dong " ucap skala tersenyum


"Gue belum berani ka, tapi rencananya nanti gue bakal kasih tau kebenaran nya ke dia" ucap algara kembali melihat ke arah dapur


" Gue yakin sama elu Al, semoga berhasil"


Setelah obrolan singkat itu, mereka kembali melanjutkan makan


Waktu pulang tiba, Semua siswa berhamburan keluar kelas. Saat geng Aderfia sedang berjalan dilorong menuju keluar gedung, mereka berpapasan dengan Namira dan dua temannya, mereka bertiga menuju ke arah perpus untuk mengembalikan buku yang dipinjam saat pelajaran terakhir tadi.


Algara melihat namira, begitu juga sebaliknya, Namira juga melihat, namun seakan waktu begitu lambat, cara bertatapan mereka berdua seolah seperti slowmo, mereka bertatapan dengan mata yang menyiratkan akan kerinduan yang sangat dalam, bayangkan saja sudah lumayan lama mereka menahan diri untuk tidak menyapa satu sama lain, karena egomasing - masing, Namira segera memutuskan kontak mata nya dengan algara terlebih dahulu dan terus berjalan dengan kepala menunduk.


Algara menghembuskan nafas, ia sungguh tak kuat jika terus - menerus seperti ini, algara menekadkan akan menyelesaikan masalah mereka berdua hari ini juga.


"Lo, nunggu siapa si Al ? "


"Gue nunggu Namira, ka "


Skala mengangguk, ia mengerti kenapa Algara tak langsung pulang seperti temannya yang lain.


"Good luck bro, gue duluan "


Skala menepuk pundak algara lalu menaiki motor nya dan pergi, algara mengangguk sebagai responnya.


Sudah 5 menit algara menunggu diparkiran depan, akhirnya ia melihat Namira keluar bersama teman nya.


Algara segera menahan pergelangan tangan sahabatnya itu, Namira terkejut dengan kehadiran algara disini yang tiba- tiba menarik dirinya, Namira pun berbicara kepada temannya agar pergi duluan saja.


"Algara.." ucap Namira pelan dan terkejut


Temannya melihat mereka berdua dan bertanya.


"Siapa na ? "


"Aahh.. ini temen gue, kalo gitu kalian duluan aja, gue ada urusan bentar "


"Yakin ? "


"Yakin " jawab Namira sembari tersenyum, agar teman temannya percaya


Setelah kepergian temannya, Namira menghempaskan cengkraman algara pada tangannya.


"Ngapain si Al ?, Kalo mereka mikir yang nggak - nggak gimana ? " Ucap Namira sewot.


"Maaf na, gue mau ngomong sama lu, penting " wajah algara eedikit memelas, agar Namira mau mendengarkan nya.


"Ya udah, mau ngomong apa " Namira menyerah, sekuat apapun ia menghindar, tidak bisa dibantah kalau mereka berdua sama sama saling merindukan.


"Gak disini, ikut gue ya ? "


" Kenapa gak disini aja ? "


"Ini penting na "


"Ya udah ayo "


Algara tersenyum, rencana nya berhasil, membujuk Namira, dan berharap masalah ini cepat berakhir.