
...****************...
Namira pun bergegas secepat mungkin siap², agar all tidak menunggu kelamaan, hampir saja Namira lupa bahwa sekarang ada janji bersama algara ke perpustakaan kota mencari buku yang akan dipakai untuk ulangan nanti
Setelah semuanya siap, Namira segera menghubungi algara agar menjemput dirinya di rumah
...****************...
Setelah selesai menghubungi algara, Namira segera turun dan menunggunya di ruang tv, seraya memeriksa tas nya barangkali ada yang tertinggal. Yap Sesuai dugaan Namira semuanya lengkap
tak menunggu lama, algara pun sampai di kediaman Namira, Al bergegas turun dan meminta satpam agar dibuka kan gerbang, Setelah terbuka dan dipersilahkan masuk, algara memencet bel yang terletak dipinggir pintu , tidak menunggu lama sang tuan rumah pun keluar seraya tersenyum polos
"Lu, udh gue tebak pasti kelupaan atau gak ketiduran" algara berbicara dengan nada sedikit kesal
"Ya maap, yang penting lu udh tau alasan knpa gue telat, maap udh nyusahin " Namira menjelaskan seraya menundukkan kepala merasa bersalah, telah membuang waktu algara dan menyusahkan
'huhh untung gue suka sama lu na, gue bela² in meskipun gue mager asli keluar rumah, tapi kalo lu yang minta, gue ikhlas, jadi kasian liat dia merasa bersalah gitu' algara berbicara dalam hati
"Udah² minta maap nya kayak yg lagi lebaran aja, buruan ah keburu hujan" algara mengajak Namira untuk segera menaiki motor nya
sebelum naik, algara memberikan helm kepada namira, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan
setelah algara selesai memakai helm, dia menengok Namira yang dari tadi kesusahan memasang helm
"Bilang dong kalo gak bisa, ribet sendiri kan " ledek algara
'tahan², kenapa gemesin gini si jadi pengen dihalalin -eh ' ucap algara dalam hati
"dah bener tuh buruan naik lambat lu kayak Kukang " algara lanjut meledek Namira
Namira yang diledek seperti itu pun pura² tak terima dan memukul pelan lengan algara
"Lain kali pasang alarm na, biar kalo ketiduran atau kelupaan ada yang ngingetin " lanjut algara setelah perdebatan helm tadi dan namira sudah anteng duduk di jok motor nya
"pegangan na, takut jatoh soalnya gue bakal jadi Rossi" algara pun kembali meng isengi Namira sekalian modus biar dipeluk hahaa
Namira yang mendengar nya pun merasa agak takut
"jangan ngadi² deh Al nanti kenapa² ,gue belom nikah soalnya " ucap Namira dengan nada yang dibuat se dramatis mungkin
"kalo gitu ayo nikah na " Namira yang mendengar Al bicara namun tidak terlalu jelas dikarenakan tertutupi helm pun segera menjawab
"hah apa Al gak kedengeran ? " ucap Namira dengan sedikit berteriak
'untung dia gak denger, udh deg deg an gue' ucap algara dalam hati
" nggak na , kita berangkat sekarang " sangkal algara yang hampir saja keceplosan dan terdengar oleh Namira
"Ohh okee let's go " jawab Namira dengan semangat
Algara pun segera menghidupkan motor nya dan segera menuju ke perpustakaan kota
...aku bawa cerita baru lagi hehee, meskipun yang kemaren² juga belum kelar, gpp lah mumpung ada ide langsung cuss bikin 😁...
...terimakasih kepada yang sudah mau mampir membaca meskipun ya masih kurang, seneng banget kalo misalnya banyak yang suka...
...vote, komen, like 👋❤️...