Algara & Namira

Algara & Namira
13



Setelah mendapat izin bergerak, ketiga nya segera mengikuti Novan, sedangkan algara skala dan giri  selesai memakai ruangan tersebut tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada penjaga  karena sudah diizinkan


"Terimakasih pak, maaf merepotkan " ucap skala sembari membungkukan sedikit badannya.


Si bapak penjaga hanya tersenyum kemudian mengangguk, Kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut


"Jadi kita mau kemana habis ini Al ? " Tanya giri


" Kita ke basecamp dulu gimana, sambil nunggu kabar dari yang lain, Ska ?" ujar algara. Skala pun setuju lalu mereka mulai bergerak menuju basecamp


Sebelum pergi, algara menyuruh giri untuk memberi tahu yang lain bahwa mereka berada di basecamp


Kembali ke tim pengintaian, vano Nando dan bara sedang fokus melihat gerak gerik target didepannya, jangan sampai lengah atau target akan menghilang


"Anj, laper guys " celetuk bara didalam keheningan


"Makanan Mulu, fokus ke si novan aja dulu, nanti kecolongan baru nyaho lu" Vano yang mendengar , hanya berdecak kesal, ada ada aja si bara emang


"Yeuu tapi asli gue laper, gak ada yang punya roti kek apa gitu buat ngeganjel aja, nanti kalo gue pingsan di mobil terus kal- " Nando yang mendengar nya ikutan kesal dan langsung melempar sebungkus roti, itupun Nemu di dashboard mobil skala


Brukk


"Berisik anjirr, gue lagi fokus nyetir nih, dah tuh makan jangan bawel, fokus, yang lain lagi nunggu kabar dari kita " kalian tahu jika Nando sudah dalam mode serius dia terlihat seperti pria sejati


Bara tentu senang mendapat asupan makanan meskipun hanya sepotong roti tapi tak apa, asalkan cacing cacing yang berada di perutnya berhenti berdemo, ia tak menanyakan mengapa ada roti di mobil skala, fakta nya skala tidak pernah meninggalkan makanan semacam roti, dikarenakan dia tak begitu menyukai makanan satu ini


Nando yang melihat bara berhenti mengoceh akhirnya bisa kembali fokus. Kemudian melanjutkan perjalanan nya


*****


POV Namira


Namira melihat Aderfia yang tentu didalam nya pun terdapat algara, itupun tak sengaja ia melihat setelah memasuki ruang kesehatan dan hendak menutup pintu, jujur Namira tak tahan berlama lama bersikap acuh tak acuh apalagi diem dieman kayak gini


Jika kalian berpikir kenapa Namira masuk ke ruangan tersebut, apakah ia sakit ? Jawabannya tidak, Namira hanya ingin ketenangan, akhir akhir ini ia banyak masalah salah satunya masalah ia dengan algara yang sampai saat ini masih belum ada tanda tanda akan membaik, Namira pusing


Kemudian Namira merebahkan tubuhnya serta memejamkan matanya, sungguh rasanya beban yang dimilikinya menghilang begitu saja jika sudah bertemu dengan kasur


POV End


Setelah puas tidur, Namira kembali ke kelas membereskan buku buku nya serta memasukkan nya kedalam tas kemudian bergegas pulang dan istirahat


*****


Algara masih kepikiran tentang Namira, kenapa dia bisa masuk ke ruang kesehatan, jujur algara khawatir sekali, meskipun ia masih marah kepada Namira. Disaat sedang melamun memikirkan hal tersebut tiba tiba giri memberi tahu kalau Nando, vano, dan bara melihat Novan berhenti di sebuah cafe sebrang taman bunga, dengan kembali nya kesadaran, algara menyuruh mereka mengikuti sampai kedalam dengan hati hati, kemudian giri menghubungi yang disana


"Hallo bar "


" Yaa gimana gir ? " Jawab bara


"Kata algara ikutin nyampe kedalem, tapi hati hati jangan sampe ketahuan "


" Siap gir, bilangin juga ke yang lain kita bakalan nyari bukti sekuat mungkin "


" Good luck guys, semoga aja, nanti gue sampein ke yang lain "


"Sip kita berangkat "


BIP*


Giri pun mematikan sambungan telepon, dan memberi tahu algara dan skala bahwa mereka akan segera bergerak


" Mereka udah otw masuk cafe "


Skala dan giri yang mendengarnya pun menganggukan kepala serta berdoa agar semuanya berjalan lancar


Yang dilakukan mereka sekarang, menunggu hasil yang didapat hari ini, sedangkan yang disana sedang berjuang mendapatkan bukti kuat mengenai kebusukan lelaki itu a.k.a Novan