
Suasana kantin begitu ramai, namun terasa ada yang kurang bagi pemuda satu ini, algara, ia mencari keberadaan seseorang yang sedang menjaga jarak dengannya, meskipun ia sedang marah dengan anak itu, tapi sebenarnya ia khawatir kalau kalau sahabatnya itu belum sempat sarapan apalagi sekarang ia tak melihat penampakan wujudnya di kantin sekalipun, ia takut sahabatnya akan sakit
Algara bersama geng nya seperti biasa diwaktu istirahat begini dipastikan mereka sedang berkumpul untuk mengisi perut serta mengobrol kan hal hal yang sebenarnya tidak penting
"Al, kenapa si lu, duduk Napa berdiri Mulu " ucap giri yang melihat algara sedari tadi berdiri celingukan seperti sedang mencari seseorang
"Nyariin bidadari cantik ya " sahut vino yang merasakan gelagat aneh pada sahabat nya yang satu ini
"Ahh iyaa tumben lu gak berangkat bareng namira Al ? " Nando yang merasa sesuatu terjadi diantara keduanya pun bertanya
Skala yang terkesan pendiam dan dingin pun merasakannya, sahabatnya sedari berangkat sekolah sampai sekarang merasa ada sesuatu terjadi, juga ia melihat algara berangkat sendiri tidak seperti biasanya, tapi ia enggan bertanya, siapa tau itu masalah pribadi mereka berdua
"Makan dulu aja nanti kita bicarain ini sama sama kalo misalnya algara butuh bantuan" skala berbicara seperti itu agar algara berterus terang, siapa tau mereka ber lima bisa bantu, tentu semuanya menurut langsung menyantap jajanan masing masing, ada juga yang menyomot makanan satu sama lain
Bara dari tadi hanya menyimak sambil memakan makanan nya , juga sesekali menyomot milik sahabat nya, random emang orang orang sibuk penasaran lah dia malah makan Bae hahaha
*****
Aderfia sekarang sedang berkumpul di rooftop sekolah, mereka berencana menanyakan apa yang sebenarnya terjadi antara algara dan sahabat perempuan nya, bukannya ingin ikut campur, tapi mereka tidak kuat melihat kegelisahan sahabat nya di tanggung sendiri, bukannya mereka sudah menganggap satu sama lain seperti saudara, jadi jika satu dari mereka mengalami masalah maka sebisa mungkin mereka bantu
"Si algara khawatir nyariin ayang nya, kayaknya ada masalah deh " bara yang sejak dikantin diam saja pun akhirnya bersuara dengan santainya, namun bukannya mendapat jawaban, sebaliknya Nando yang mendengar pun langsung melayangkan buku bekas yang yang berada didekatnya
"Aaa shiiball~~ kena tangan gue anjirr sakitt " rengekan bara setelah terkena sasaran Nando sambil mengusap² tangan nya
"Kebanyakan nonton Drakor lu shiball shiball, tiktok juga ayang ayang lu kira layangan, lagian lu kemana aja batu bara, dari tadi emang gak merhatiin lu ya " ucap Nando yang merasa kesal
" Ya kan, gue lagi fokus makan, nyimak juga cuma gak terlalu si, soalnya laper banget " sahut bara
"Makan aja lu " ucap giri yang sedang duduk sambil membaca buku, rajin nyaa anak satu ini , eitt tunggu jangan salah paham dulu, yang dimaksud itu baca buku komik hahaha
"Sirik aja lu, lagian fokus baca aja sih huhh"
Vino dan skala hanya menyimak kelakuan ketiga sahabat nya itu, dengan perdebatan mereka sedikit membuat suasana tidak terlalu tegang
"No, coba panggil si Al, suruh nyusul ke sini, penting" skala meminta vino memanggil algara agar masalah ini cepat di bicarakan
_nomor yang ada tuju sedang tidak aktif, cobalah beber- _
'et dah belum juga selesai ngomong ' operator
"Gak aktif ka hp nya , tau tuh anak kemana sih, gue coba sekali lagi "
Akhirnya telepon dari vino diangkat oleh algara
"Haloo Al, lu dimana buru sini "
"Iyaa bentar gue lagi dijalan ini, bawell"
"Oh ya udah gece, hitungan kelima udah ada disini 1, 2- "
" Bacot lu Vin, udah kek osis aja lu hitung hitungan segala "
"Hahaha, ya udah gue tutup"
Bip°, vino mengakhiri percakapan nya dengan algara
"Hmm, Thanks no "
'emang dingin nih anak, tapi untung gue kebal' batin vino
Tak menunggu lama, akhirnya algara tiba
Algara mengambil tempat duduk disamping skala, kemudian mereka mulai menanyakan apa yang sedang terjadi
"Al, gue boleh tanya? " Skala meminta izin, kalau memang algara tidak bisa menceritakan
"Tanya aja ska" algara merasa sahabat sahabat nya mengetahui ia mempunyai masalah
"Lu kenapa si, ada masalah ? " Lanjut skala
Algara yang mendengar itu hanya menghela nafas, bingung ingin memulai dari mana
"Cerita aja al, siapa tau kita bisa bantu "
"Jadi gini, kemaren malem pas kalian pulang dari rumah Namira, inget kan ? "
Yang lain mengangguk , kemudian algara melanjutkan ceritanya
"Nah, gue kan gak langsung pulang tuh, soalnya ada yang mau gue omongin " algara menceritakan kejadian nya, dan yang lain mendengar kan dengan seksama
"Sebelum kalian maen kerumah namira, hari kemaren nya gue baru nganter Namira ke perpustakaan kota, terus gue anter pulang dah tuh, abis pulang dari sana, pas dijalan gue ngeliat si novan, tau kan ?, Gue liat dia lagi jalan sama cewek gandengan pula, pasti pacar nya iya kan , gak mungkin kalo temen sampe gandengan gitu, gue ceritain lah pas kemaren malem, mau tau respon dia gimana?, Dia emosi, dia gak percaya sama sekali sama ucapan gue, disitulah terjadi adu mulut, Namira emosi gue emosi, jadi akhirnya gue jaga jarak "
Algara selesai bercerita, dia kembali emosi mengingat kejadian semalem
"Jadi gitu ceritanya, si novan wmang dari muka nya keliatan kek fakboy" ucap giri menyimak
"iya kek si itu tu" ucap Nando menyindir vino dengan menggerakkan mata sebagai kode
"bacot lu do" sahut vino tak terima, tapi emang kenyataannya
"Gue harus apa biar dia percaya, gue gak mau kejadian dulu keulang lagi, emang tu anak batu banget dikasih tau " algara meminta pendapat kepada teman temannya, tak memperdulikan kedua teman nya yang sedang adu bac*t itu
"Menurut gue mending kita cari buktinya dulu, yang bisa bikin Namira percaya, udah itu kita kasih liat buktinya ke dia, kita liat respon dia gimana " ucap skala
Algara dan yang lain setuju dengan ide skala
"Tapi harus hati hati loh ya, jangan sampe ketahuan" Nando mewanti wanti
"Thanks ska, thanks semuanya, sorry kalo nyusahin " algara berterimakasih kepada sahabat sahabat nya, ia bersyukur mempunyai sahabat layaknya saudara sendiri
"Sans al, kita disini kalo lu butuh apa apa "
Skala tersenyum tipis melihat kedekatan dan kehangatan semua sahabat nya, ia janji akan selalu mengingat semua nya
'bayangin dah tuh kek apa pas si skala senyum, ambyar pasti gue ' author
Setelah mendengar kan masalah algara, serta sudah mendapat solusi, mereka pun menghabiskan waktu kosong nya di rooftop, karena jam berikutnya, guru nya berhalangan datang