Algara & Namira

Algara & Namira
17



Algara membawa Namira ke sebuah taman.


Mereka berdua menempati sebuah kursi kosong disana, dan algara mulai menceritakan maksud dirinya membawa Namira.


"Mau ngomongin apa si al ?" Namira sebenarnya juga kepo, apa maksud sahabatnya mengajak ke sini.


"Gue mau ngomongin soal nov-


Saat sedang berbicara, tiba tiba Namira memotong nya.


"Gue gak mau bahas dia sekarang, gue gak mau masalah ini semakin besar Al, masalah gue sama dia aja belum selesai, gimana gue mau dengerin soal dia." Ucap Namira mulai badmood jika menyangkut topik soal Novan.


Algara sudah menduga hal ini, namun ia tak akan menyerah sebelum semuanya selesai.


"Dengerin gue dulu na, gue mau bongkar kebusukan orang itu, gue mau lu tau dia yang sebenarnya."


Namira menatap mata algara, ia tak menemukan kebohongan ataupun keraguan, ia hanya melihat kebenaran dan ketulusan dimatanya.


Sontak Namira mengangguk memberi izin algara berbicara.


Algara tersenyum dan mulai bercerita, dari awal ia mulai penyelidikan sampai ia menemukan bukti kuat, ia tunjukan semuanya kepada Namira.


Tentu saja Namira terkejut mendengar nya, ternyata memang benar apa yang dikatakan sahabatnya ini, bahwa Novan bukan laki- laki yang benar,


Kemudian algara memberikan sebuah rekaman yang berisi kebusukan seorang Novan.


"Lu beneran suka sama si cewek yang suka bareng sama Anggota Aderfia gak si ? " Tanya teman nya


"Gila Lo ya, gue gak pernah suka sama tu cewek, modelan kayak gitu bukan selera gue banget hahaha" ucap Novan


"Berrti lu cuma maen maen aja gitu? "


"Yoi, kayaknya dia beneran nyangka kalo gue suka sama dia hahhaa dasar cewe bod*h "


Namira berkaca- kaca mendengar rekaman tersebut, ia semakin tak menyangka selama ini ternyata Novan pembohong besar, dia laki-laki sialan, suka mempermainkan wanita seenaknya.


Semakin lama ia mendengar, semakin terasa sesak di dada nya. Ia menangis sejadi jadinya, tak peduli ada yang melihatnya, toh hanya ada sahabatnya disini, karena tempat ini cukup sepi.


Ia menpahkan semua kesedihannya, keterkejutan dan tidak menyangka dengan semua yang ia alami, selama ini dirinya benar benar bodoh percaya pada sosok Novan, yang dulu ia kagumi, yang dulu ia menyangka kalau Novan menyulai dirinya balik, tapi ternyata, semuanya hanya permainan kotor seorang Novan.


Algara melihat semuanya, ia merasakan apa yang dirasakan sahabatnya ini, tentang kebohongan, kebodohan, dan ketidakpercayaan terhadap sosok yang begitu kita cintai, ternyata dibalik itu orang tersebut seolah menancapkan sebuah pisau belati tepat pada dada kita, yang mana menimbulkan rasa sakit yang sangat mendalam.


"Hikss..Al hikss... G-gue minta m-maaf, gue salah paham sama Lo, hikss..hikss ." Namira berbicara dengan terbata - bata.


Algara yang mendengar itu, hanya mengangguk dan menggenggam tangan Namira. Sedikit meremas memberi kekuatan.


"Gue disini na, gue bakal selalu ada buat Lo, kapanpun di manapun Lo nge butuhin gue, gue siap jadi sandaran ketika Lo ngerasa dunia benar - benar gak adil buat Lo, gue siap 24/7 jam dengerin keluhan Lo. Gue percaya Lo kuat nge hadepin semua ini na, meskipun gue yakin gue gak mungkin selalu ada buat Lo, tapi gue usahakan yang terbaik. " 


Namira mendengar kata - kata yang Algara ucapkan, semakin menimbulkan rasa bersalahnya. Ia memeluk balik sahabatnya ini dengan erat, seakan tiada hari esok.


"Makasih Al, makasih, gue beruntung punya Lo, gue pegang ucapan Lo, jujur Al, gue gak kuat kalo harus marahan sama Lo, gue gak kuat hikss... g-gue nahan rindu selama ini, setiap gue liat mata Lo, rasanya dada gue sesek Al, deg degan, maaf gara - gara keegoisan gue, kita jadi musuhan gini, maaf algara januartha, maaf." Ucap Namira teredam karena posisi ia memeluk dan terhalang oleh ceruk leher algara.


Algara tersenyum lega, semua nya selesai. Jika Namira bilang selama ini merindukan nya, justru dirinya sangat merindukan namira, ia mati - Matian menahan semua rasa ini, dan untungnya sekarang kembali seperti awal lagi, ia bisa merasakan hangat nya pelukan Namira yang sangat nyaman.


Happy ending 🤗 


Terimakasih yang sudah mau baca cerita ini 🙏


...**EPILOG**...


Setelah semua yang Namira alami, ia sadar bahwa tidak semua orang baik dan dapat dipercaya. Bermula dari rasa suka sampai rasa cinta  kepada sosok laki - laki yang sangat ia percaya, bahkan sahabatnya pun ia bentak dan ia curigai, karena mengatakan hal yang tidak benar mengenai sosok yang ia suka.


Namun semuanya satu persatu kembali seperti semula, ia dan sahabatnya sudah berbaikan dan menjalani hidup seperti biasanya. Namira sangat berterimakasih kepada geng Aderfia yang sudah mau membantu masalah dirinya dan algara.


1 bulan kemudian.....


"Cieee, sekarang udah ganti status, kiww." Ucap vano


Yang lain ikut tertawa, dan ikut merasa senang dengan berubahnya status kedua sahabat itu, dan algara anggota Aderfia sudah tak jomblo lagi. hahah


"Pajak nya dong. " Ucap Nando


"kita disini, tujuannya kan buat ngerayain hari jadi gue, jadi sepuasnya kalian mau pesen apa, gue yang traktir. iya gak sayang ?"


Algara merangkul Namira yang dulu sahabatnya, sekarang sudah menjadi pasangan hidupnya.


Mereka ber 7 berada disebuah kafe. Sedang merayakan hari jadi algara dan Namira.


Ya, setelah masalah kemarin selesai, Namira mulai merasakan nyaman dan muncul benih benih cinta, bukan suka sebagai sahabat, namun sebagai laki - laki yang bisa  ia jadikan sandaran dan rumah bagi dirinya berteduh dan memberi semangat hidup.


Inti dari semua ini, pandai - pandai lah memilih laki - laki. Yang terlihat baik belum tentu dalamnya juga baik.


Untuk karakter yang berubah nama, author lebih srek sama nama Novan, kebanding Noval pas di awal cerita. Jadi seiring alur nama nya berubah jadi Novan. Sekian


Terimakasih sudah menemani dan menjadi saksi bisu kehidupan Algara dan Namira.


See you, di cerita selanjutnya 🤗❤️