
Setelah selesai mengisi perut dan kenyang, mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang, saat diperjalanan Susana menjadi hening, yang biasanya ada aja obrolan random yang dibicarakan, Sekarang tidak, mungkin efek lelah seharian berada diluar
Sudah 30 menit mereka menempuh perjalanan pulang, akhirnya sampai dikediaman Namira. Ya algara tentunya mengantar sang sahabat 'tercinta' dahulu
"Na ? " Algara memanggil namun tidak ada sautan dari pemilik nama tersebut
Algara mencoba melihat kebelakang, dan yah benar saja dugaan algara, Namira tertidur dengan nyaman dipundak nya
Algara melihat wajah damai dan polos saat Namira tertidur, jelas beda sekali saat anak itu sudah bangun ia akan kembali menyebalkan seperti biasanya
'na, entah kenapa gue suka banget liat Lo kalo lagi tidur, rasanya adem banget' batin algara
"Na... Bangun udah sampe rumah lu " bisik algara lembut seraya membangunkan dengan menepuk pelan tangannya yang memeluk perut algara
"Eunghh ... Hoamm, udah sampe Al ? " Namira merasa ada yang membangunkan nya, segera membuka mata dan mencoba untuk sadar dari tidur nya
"Udah (sayang) na, lu mau turun apa mau tidur disini hmm ? " Algara mencoba membuat kesadaran Namira pulih sambil menatap sayang Namira
Yang ditanya malah makin menempel dan melanjutkan tidurnya, ia enggan bangun, ia ngantuk
Algara berada tepat di depan gerbang , ia ingin membangunkan Namira agar bangun
"Bangun dulu sebentar, biar gue masuk dulu ke halaman lu, kalo jalanin motor sambil lu tidur nanti takutnya jatoh" algara mencoba sekali lagi
"Iyaa ini gue pegangan biar gak jatoh, dasar bawel " jawab Namira dengan suara parau khas orang bangun tidur, sembari mengeratkan pelukan nya pada perut algara
setelah mendengar jawaban Namira, algara segera melajukan motornya memasuki halaman rumah Namira
" Udah nympe depan pintu ni, lu kuat kan jalan sampe kamer sendiri ? " Ucap algara, siapa tau minta gendong, iya kan ? Haha
"Alll guee ngantuk banget ini sumpah, mata aja sudah banget diajak melek " rengek Namira seraya mencoba membuka mata dengan susah payah, namun nihil ia kalah dengan rasa kantuk nya
"Terus gimana dong " respon algara polos yang mana membuat Namira kesal
"Ya gendong lah , gak peka banget si ishh"
Namira tak sadar, ucapan nya justru membuat algara tentu sangat senang, dan dengan senang hati menerima penawaran tersebut
Namun namanya algara, tentu tidak langsung di iyakan nya, ia akan mencoba meyakinkan Namira kembali
" Yakin lu, nanti pas nyampe kamer terus sadar dikiranya diapain² lagi sama gue"
"Mikir lu kejauhan algara januartha " ucap Namira dengan sedikit penekanan kata
Algara yang mendengarnya pun terkekeh gemas
"ya udh gue gendong nih ya " ucap algara meyakinkan sekali lagi
"Hmm" jawab Namira, ia sudah terlalu mengantuk ingin segera sampai kamar dan kasur kesayangan nya
"Hahah gemes banget si lu na " gumam algara, namun sayangnya terdengar langsung oleh Namira yang mana membuatnya salting
Algara yang ketahuan pun, segera melangkahkan kaki masuk kedalam, supaya cepat sampai dan segera pulang, sumpah dia salting parah, ia kira Namira benar² tidur
...******...
Algara POV
"Sumpah malu banget, bisa bisa nya ketahuan gini, gue kira dia udah tidur pules , arghh
Tapi gpp lah, paling dia ngiranya ucapan biasa kayak sahabat² pada umumnya"
"Mending gue cepet² pulang, pengen tidur gue biar berhenti malu nya "
POV End
Setelah mengantar Namira sampai kedalam kamar dengan selamat, eitt jangan mikir yang nggak² ya, Algara sudah biasa keluar kamar Namira , karena orangtua nya kenal algara sejak kecil
Oh ya, soal algara kenapa maen masuk aja , orang tua Namira sedang tidak ada dirumah , mereka mempunyai urusan diluar , jadi dirumah hanya ada bibi dan satpam. Sekian
Saat sedang di perjalanan pulang, algara melihat Novan berjalan berduaan dengan cewe, entah ia pun tak mengenali siapa cewek tersebut
"Bisa bisa nya ya lu, maen maen sama sahabat gue " ucap algara terdengar sangat kesal
Ia ingin memberi tahu kejadian yang dilihatnya Sekarang kepada namira namun, agak nya sia sia sebut saja namira bucin Novan, dia mungkin tidak akan percaya, dan berakhir menuduh algara bicara yang tidak²
Algara tentu tidak ingin sahabatnya mempunyai pacar seperti dia, ia tau Namira tidak akan bahagia jika bersama orang itu
"Awas ya lu, kalo sampe nyakitin atau bikin nangis Namira, berurusan langsung sama gue" gumam algara
Setelah memikirkan hal tersebut, algara melanjutkan perjalanan nya kembali
Sesampai nya dirumah, algara memasukan motor nya dahulu kedalam bagasi, setelah itu ia pergi membersihkan badan
Setelah selesai, algara langsung merebahkan diri dikasur, ia mengantuk matanya terasa lelah, hati pun sama
"Hahh" menghela napas
'Mulai sekarang gue harus pantau cowok rese itu' batinnya
Ketika sedang memikirkan hal tersebut, tanpa sadar ia terlelap setelah kegiatan yang cukup melelahkan hari ini
Hai hai semuanya, gimana hari ini semoga sehat² semuanya ya
Dan terus pantengin cerita aku, baru bisa up lagi sibuk kerja soalnya hehehe
Kalo kalian suka jangan lupa vote,like, subscribe okee , arrachi
Kalau ada kekurangan mohon dimaklumi
Babayyy