Algara & Namira

Algara & Namira
11



*PART BARU (11)*


Keesokan hari nya geng Aderfia kembali kumpul di rooftop sekolah pada jam istirahat


Skala, nando dan giri sudah stay di rooftop, sedangkan yang lainnya masih otw


"Ini lama banget si gak dateng dateng " Nando yang sudah kesal dari tadi menunggu sahabat sahabat nya yang belum kelihatan batang hidungnya sama sekali


Skala yang mendengar rengekan nando hanya melirik sekilas dengan mengehembuskan nafas, sedangkan giri menyahuti rengekan tersebut


"Lambemu do, orang kita disini baru aja beberapa menit, lu udah bilang lama banget, kalo kita disini udah berjam-jam baru boleh lu bilang lama" ucap giri merasa kesal dengan tingkah Nando


Nando tak menghiraukan ucapan giri barusan, ia hanya ingin cepat cepat membuat rencana soal masalah kemaren


"Bac*t " ucap Nando hanya dengan gerakan mulut tapi tidak bersuara dengan mimik muka menyebalkan


Giri yang melihat itu pun hanya mendengus


Tak lama kemudian algara dan yang lain tiba, mereka mulai menyusun rencana, untuk membongkar kebusukan Novan kepada namira


****


" jadi tugas kalian ikutin cowok itu waktu pulang sekolah, siapa tau dia ketemuan sama cewek lain, kalo ketauan kalian langsung telpon gue, biar gue pura pura ngajak Namira keluar lewat jalan yang kalian kasih tau, biar dia liat langsung kebenaran nya" algara membagi tugas masing masing, dan tugas yang ini ditujukan kepada Nando, vano juga bara


Lalu yang lain ? Algara?, Skala dan giri memantau diarea sekolah supaya mendapatkan lebih banyak bukti, algara akan mengajak Namira ke TKP, jika sudah mendapat kabar dari Nando, vano juga bara


"Hati hati guys jangan sampe ketahuan ok, oh satu lagi jangan lupa difoto" algara memperingati teman teman nya


Mereka merespon dengan acungan jempol


Kemudian semuanya kembali turun, karena bel masuk sudah berbunyi, waktunya mereka kembali ke pelajaran


Saat sedang perjalanan menuju kelas, algara tak sengaja melihat Namira masuk kedalam ruang kesehatan


Algara khawatir kenapa Namira masuk ke ruangan tersebut


"Apa jangan jangan dia sakit, belum sarapan, kebiasaan banget si na isshh" gumam algara


Giri yang berjalan dibelakang nya pun bingung, kenapa Algara berhenti disini, ia pun bertanya


"Al "


"H-hah.. kenapa gir ? " Ucap algara terkejut, karena tadi ia fokus memikirkan sahabatnya itu


"Kok kayak yang kaget gitu si, lu kenapa berhenti disini, mau ke UKS ?, Ngapain dah "


Algara menatap giri sendu, giri yang melihat tatapan sahabat nya mengerti, mungkin ia pusing mikirin Namira


'wkwk dikira bakal peka njirr' author


'terus apaan dong kalo liatin UKS berrti gak enak badan kan ' giri


'serah lu deh' author


"Bener kan kata gue lu gak enak badan, ya udah gue anter ya, biar gue bilang ke yang lain dulu" ucap giri hendak memberi tahu yang lain


Algara terbengong mencerna ucapan sahabatnya, apa apaan maksudnya, ia dikira sakit? Padahal maksudnya algara khawatir melihat Namira masuk ke ruang tersebut, kemudian algara cepat cepat mencegah giri


"Ehh tunggu, salah paham lu, gue gak sakit Bambang" cegah algara sembari mencekal lengan giri


"Ya terus kenapa lu ngelirik ke ruang itu ? " Giri semakin bingung, apa sebenarnya yang algara pikirkan


"Yeuu gue gak ngerti kode kode begituan, lagian lu kayak cewek maen kode kode an, tinggal to the poin aja susah"


"Emang cewek doang yang gitu, dasarr" algara kesal dengan sahabatnya yang satu ini


"Udah lah lu sama yang lain duluan aja, gue ada urusan sebentar, tolong izinin juga ke guru nya, babayy" ucap algara sembari melangkahkan kakinya menuju ruang kesehatan, guna mengetahui apa yang sebenarnya Namira lakukan disitu


Giri tak memikirkan tingkah algara barusan, ia segera menyusul yang lain dan memberitahu kejadian tadi


"Woyy tungguin gue" giri sedikit berlari mengejar sahabatnya yang ada didepan, ia tertinggal jauh gara gara algara


Nando yang mendengar giri memanggil, kemudian menengok kebelakang, ia berpikir kenapa anak itu bisa tertinggal jauh dibelakang, bukannya tadi kita jalan bareng


Nando menyuruh yang lain berhenti, menunggu giri yang tertinggal


Tak lama giri pun berhasil menyusul ke empat sahabat nya didepan


"Lu dari mana aja kok bisa ketinggalan si" ucap Nando


"Iyaa lu bukannya tad- " vano berhenti berbicara ketika menyadari algara tak bersama mereka


"Heh si curut Al mana, bukannya tadi sama lu dibelakang " lanjut vano


"Katanya ada urusan sebentar, nanti nyusul, terus suruh izin in dia kalo misalnya guru nanyain" jelas giri


"Lu gak tanya urusan apa ?" Tanya skala


"Nggak ska, gue cuma iya in aja, udah itu dia langsung ngacir ke ruang kesehatan"


"Hah ? Ruang kesehatan? " Semuanya terkejut mendengar perkataan giri, apa hubungan algara dengan UKS tersebut


"Ngapain dia ke UKS ? " Tanya skala lagi


"Mana gue tau, gak enak badan mungkin, udah lah ayo ke kelas nanti pa Doni nyariin, lu mau disuruh berdiri diluar gara gara telat" ucap giri kemudian mendorong pelan sahabatnya menuju kelas


Saat sampai kelas, mereka melihat pa Doni sudah duduk anteng dimeja guru, maksudnya dibangku bukan dimeja nya


"Tuh kan apa gue bilang, pa Doni udah masuk, siap siap deh lu" benar perkiraan giri, pa Doni sudah masuk dan kita berdoa saja supaya pa Doni Sekarang sedang dalam mood baik sehingga tak menghukum mereka


Mereka berlima pun masuk, kemudian menyalami pa Doni


"Dari mana aja kalian, baru masuk ? " Tanya pa Doni


"Anu pak, kita abis dari atap, nyari angin " ucap bara


"Angin kok dicariin, oh iya kalau nyariin ayang kan kamu jomblo, hahah" ujar pa Doni yang mana membuat seisi kelas tertawa mendengar nya, termasuk mereka berempat, karena bara hanya tersenyum kecut menerima kenyataan


'kok malah buka kartu si ' batin bara


"Eh, si algara mana ? " Tanya pa Doni


"Ohh, katanya dia izin pa, ada urusan penting" ucap Nando


"Ya udah, silakan duduk, berhubung saya lagi baik, kalian lolos"


Mereka berlima pun duduk di bangkunya masing masing, kemudian pelajaran pun dimulai


ngasih like sama vote gak susah kok, makasih πŸ€—πŸ™