
"Om cuma mau bilang terimakasih untuk kamu, karena kamu selalu menjaga Lena sampai saat ini." ujar Wirawan.
Akbar mengangguk, "iya om, sama-sama selagi Akbar bisa jaga Lena, Akbar akan jaga dia kok om."
"Alhamdulillah kalo kamu berfikir seperti itu, om percaya sama kamu untuk hal ini. Jadi om mohon jangan sakitin Lena ya." pinta Wirawan.
"Insha Allah om, Akbar bakal buat Lena selalu bahagia sekuat tenaga Akbar." Ujar Akbar sambil menggenggam tangan Lena.
"Kalau orangtua kamu ada waktu, ajaklah mereka main kesini Bar. Om mau kenal banyak sama mereka." Akbar mengangguk, "pasti om, nanti Akbar bicara sama mereka." Wirawan tersenyum.
"Kan kita mau pergi Minggu depan Bar, ayah ikut aja mau gak?" tanya Lena pada ayahnya.
Wirawan diam, "ini juga yang ayah mau bicarain sama kamu Len, ayah ada tugas ke luar kota 1 Minggu kedepan. Gapapa kan?"
"Oh ayah ada tugas, iya gapapa yah. Mungkin lain kali, ayah kabarin Lena terus ya. Ayah berangkat kapan?"
"Besok siang."
"Kok mendadak yah? Besok Lena ada kuis, mungkin gak akan bisa anterin ayah ke bandara." lirih Lena.
Wirawan mengelus rambut anaknya, "gapapa sayang, kamu belajar aja yang rajin ya. Ayah selalu doain kamu."
Lena mengangguk, "yaudah kalo gitu, ayah istirahat dulu ya. Ada beberapa yang harus ayah siapkan malam ini, Akbar kamu jangan pulang terlalu malam bahaya." Lanjut Wirawan dan di anggukin keduanya.
Wirawan beranjak menuju kamarnya, sedangkan Akbar dan Lena masih diam di ruang makan. Ada sesuatu yang aneh, tapi tidak tau apa.
"Bar, kok tumben ya ayah bilangnya mendadak gini? Biasanya kan 3 hari sebelumnya ayah udah bilang sama aku."
Akbar mengangkat bahunya, "gak tau aku juga, berdoa aja semoga ayah kamu selalu sehat dan cepat selesai kerjaannya biar cepat pulang."
Lena mengangguk lalu bangkit untuk membereskan semuanya. Akbar hanya diam menunggu Lena selesai. Setelah Lena selesai keduanya berpindah tempat ke ruang tamu.
"Len, tapi gak sih tadi itu aku deg-degan tau. Aku kira ayah kamu denger omongan aku yang tentang nikah." ujar Akbar.
Lena tertawa girang bukan karena penuturan Akbar namun karena ekspresi wajahnya.
Akbar yang bingung melihat kekasihnya malah tertawa akhirnya menarik hidung Lena gemas, "kok kamu malah ketawa sih, aku serius."
"Yah abis muka kamu lucu banget, lagian ya kamu sih kalo ngomong suka asal kalo ayah tadi denger gimana?" ujar Lena di sela tawanya.
"Yah bagus dong, aku tinggal suruh papi dateng kesini aja. Simple Len." enteng Akbar.
Lena dengan gemas menarik rambut Akbar, sedangkan Akbar hanya meringis. "Sakit Len, yaallah ini namanya KDP" ringis Akbar sambil mengusap kepalanya.
"Hah? KDP apaan?" tanya Lena.
"......(jawab deh sama kalian)"
"Yah abisnya kamu, udah ah sana kamu pulang. Udah malem nih, nanti mami nyariin."
Akbar mencium-cium bahu Lena, "aku masih kangen tau, kok kamu ngusir sih."
Lena mendorong kepala Akbar agar menjauh, "besok juga ketemu Bar, udah sana pulang dulu istirahat."
Akbar menggeleng cepat, "nanti aja ah, sebentar lagi ya."
"Bar gak enak ini udah malem, tadi ayah bilang apa. Nanti kamu semakin malem sayang pulangnya, besok kitakan ketemu lagi. Aku janji deh besok pulang ngampus kita qtime seharian." Mau tidak mau Akbar akhirnya mengangguk, dari pada berantem. Apalagi ini hari bahagia mereka.
"Aku pulang dulu ya, kamu tungguin aku dulu jangan tidur duluan sampe aku ngabarin." ucap Akbar sambil mengacak rambut Lena.
Akbar menyalakan mesin mobilnya, lalu keluar dari perkarangan rumah Lena. Lena masuk kedalam menuju kamarnya untuk bersih-bersih sambil menunggu Akbar sampai.
...*****...
Sedangkan disini lain.
Yura dan Arga sedang bersama saat ini di sebuah restoran. Keduanya sedang makan malam bersama. Tak lama saat mereka sedang berbincang datanglah seseorang ke meja mereka.
"Kak sorry gue telat, biasa di butik rame banget." ujar Bianca yang langsung duduk di hadapan keduanya.
Yura mengangguk, "gapapa Bi, kamu pesan makan gih." ujar Yura.
Bianca mengangkat tangannya memanggil pelayan disana lalu memesan makanan. Perutnya sudah terasa sakit karena dari siang ia tak sempat makan.
"Kak Arga." sapa Bianca.
Arga hanya menjawab dengan deheman. Ini lah yang selalu Bianca terima dari Arga. Kalau Arga menanyakan Bianca pada Yura itu hanya bohong semata, sejujurnya dalam hatinya ia tak ingin melakukan itu.
"Kak Arga jangan ketus mulu dong sama aku." lirih Bianca.
"Ra, bilangin adik kamu berisik." ucap Arga kepada Yura membuat Bianca sakit hati.
Yura menatap Bianca kasian, "Ga." tajam Yura.
"Gapapa kak, mungkin kak Arga masih belum ngerasain apa yang aku rasa, aku bakalan berjuang lebih lagi." lirih Bianca.
Arga hanya menatap layar ponselnya tanpa menoleh ke arah Bianca. "Gak akan." balasnya.
"Arga, kamu kenapa sih? Bianca itu suka sama kamu tulus. Kenapa kamu malah bersikap kaya gitu sama dia?" Emosi Yura membuat mereka jadi pusat perhatian.
Bianca menggenggam tangan Yura bermaksud menenangkan, "kak jangan gitu, aku gapapa."
"Gapapa gimana, kamu itu selalu di jutekin sama dia. Perjuangan kamu selama ini gak dianggap Bi sama dia."
Arga menarik nafasnya, "Ra, apa bedanya sama kamu! Kamu suka sama Akbar yang jelas-jelas udah punya pasangan, apa kamu lihat perjuangan aku di sini untuk kamu? Dulu selama kita pacaran, mana pernah kamu ngehargain perjuangan aku! Dan mungkin ini karma, tapi jatohnya ke adik kamu itu." tegas Arga.
"Kak Arga." bentak Bianca.
"Apa? Emang itu kenyataannya! Gue masih disini cuma untuk kakak lo, tapi kakak lo gak pernah anggap gue, dia cuma anggap gue sebagai sahabat padahal dia tau gimana perasaan gue ke dia, jadi kita satu sama. Gausah ngerasa kaya sampah karena gue juga di anggap sampah sama kakak Lo." jelas Arga lalu bangkit dan pergi dari sana. Sedangkan Yura hanya menangis. Baru pertama kali Arga membentaknya.
"Kak, maafin aku." cicit Bianca sambil menenangkan Yura.
"Kamu habisan dulu makanan kamu, setelah itu kita pulang." ujar Yura di sela tangisannya.
"Kita langsung pulang aja." Yura dan Bianca bangkit menuju ke kasir untuk membayar tagihan itu. Ternyata sudah di bayar oleh Arga tadi.
Maafin aku Ga batin Yura.
Bersambung...
Nah udah kebuka tuh sedikit, jadi Arga sama Yura itu apaan?
Terus Yura sama Bianca juga apaan??
Tebak dehhh disini.