AKBAR

AKBAR
28



"Lepasin tangan Lena!" teriak orang itu.


Raka.


Iya orang itu adalah Raka, ini kebetulan. Raka memang masih di kampus sore ini, karena baru saja selesai bermain basket bersama dengan teman sekelasnya. Mengapa Raka ke kantin utama? Karena perutnya bergejolak minta di isi makanan. Raka sengaja ke kantin utama karena ingin memakan mie ayam yang hits di kalangan mahasiswa. Siapa lagi kalau bukan mie ayam mbak Yanti. Mie ayam paling enak se kampus.


Jadi kebetulan bukan?


"Lena balik sama gue." ujar Raka.


Raka tadi sempat mendengar sedikit percakapan keduanya.


"Lo bukannya pacarnya Kayla?" tanya Arga.


Raka tersenyum bangga. "Sebegitu terkenalnya gue?"


Arga menatap Raka datar. So ganteng banget pikir Arga.


"Len, ayo balik, kan kita ada janji ke mall hari ini." ajak Raka.


Sedangkan Lena mengerutkan keningnya bingung. Lah kapan gue janjian sama nih anak? batin Lena.


Raka mengedipkan matanya berkali-kali, seperti sedang mengasih kode pada Lena. Namun, emang dasar Lena yang sedang tidak fokus hanya bisa bengong.


"Lo lupa kalo dua Minggu lagi Kayla ulang tahun? Kan kita janjian buat beli kado." ujar Raka sambil menekankan kata-katanya.


Dan akhirnya Lena paham. "Astaghfirullah, ayo Ka." ujar Lena sambil menarik tangan Raka pergi dari sana.


Arga hanya menatap Lena yang pergi menjauh. Arga tidak tau apa yang sedang di rasakan pada Lena. Suka? Pasti semua laki-laki jika ditanya seperti itu akan jawab 'iya'. Lena yang dulu sudah berubah. Sayang? Nah yang ini Arga belum tau, apakah perasaan itu muncul? Dan kenapa bisa? Arga tak dapat berfikir ke sana.


*****


Raka dan Lena sudah berada di dalam mobil Raka, Lena dapat bernafas lega. Lena bukan tidak suka dengan keberadaan Arga di sekelilingnya. Namun kalau sikapnya seperti awal ketemu, oke-oke aja, kenapa semakin kesini cowok itu semakin agresif.


Lena membuang napasnya pelan. "Alhamdulillah." ujar Lena pada dirinya sendiri.


"Thanks Ka." lanjut Lena pada Raka.


Raka menatap Lena. Seperti ada raut kesedihan di wajah perempuan itu, Raka sedikit banyak tau sifat Lena sekarang.


"Kenapa?" pertanyaan itu keluar dari mulut Raka untuk Lena.


Lena menoleh ke arah luar. "Akbar ninggalin gue lagi demi Yura." ujar Lena.


Raka diam.


"Kenapa gak lo telepon dia?"


Lena menggeleng. "Gak bisa di hubungi."


"Kenapa itu anak jadi brengsek gini?" omel Raka.


Lena mengangkat bahunya, tidak tahu. Moodnya hancur, hatinya kecewa.


Raka menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya keluar kampus. Jangan kira tidak ada yang mempotret mereka ya.


"Lo mau anterin gue balik Ka? Kayla kemana?" tanya Lena saat mereka sudah berada di luar kampus.


"Kayla udah balik dari tadi." balas Raka.


Lena mengangguk mengerti, tapi perasaannya tak enak. Ia takut Kayla salah paham tentang ini, bagaimanapun juga Kayla perempuan. Keduanya hanya diam. Tak ada pembahasan apapun di dalam mobil. Hingga Raka membelokan mobilnya ke arah mall yang biasa mereka kunjungi bersama, lebih tepatnya mereka berempat.


"Beneran ke mall? Mau cari kado sekarang? Gimana kalo nanti aja, kita ajak Akbar juga." saran Lena.


Sumpah ya Lena tak enak hati jika harus jalan berdua dengan Raka. Bukan canggung, tapi takut ada yang salah paham dan makin menambah masalah untuknya.


"Lo masih mikirin Akbar disaat lo udah di sakitin berulang kali sama dia?" tanya Raka dengan mata yang masih fokus pada jalanan.


Lena menghembuskan napasnya. "Kenapa ya, kisah cinta lo sama Kayla terulang lagi di gue?" tanya Lena dengan mata masih memandang jalanan.


"Apa lo gak puas kisah cinta lo,  Preman sekolah di bahas sama author? Kenapa harus sahabat lo juga kaya gini? Ini udah beda judul!" lanjut Lena. Ayo siapa nih yang belum baca preman sekolah??? Yukkk beli novelnya hehehe biar tau kisah Raka dan Kayla bagaimana.


Raka menoleh ke arah Lena lalu balik lagi fokus. "Tapi gue gak separah itu nyakitin Kayla."


Lena diam. Raka yang melihat Lena diam, hanya tersenyum miring. Wajah Lena tampak bener-bener lelah, pandangannya pun kosong. Sekuat-kuatnya Lena, tapi tetap aja hatinya bisa potek. Raka mengetik sesuatu di ponselnya.


"Lo mau sekalian beli kado gak? Apa mau nunggu disini?" tanya Raka saat mobilnya sudah terparkir rapi di parkiran mall, dan Lena tidak menyadari itu.


"Eh udah sampe ya? Gue ikut aja deh, tapi gue tunggu lo di toko buku ya, gue beli kadonya nanti aja bareng Akbar." Raka mengangguk lalu keluar dari mobilnya di ikuti oleh Lena.


Lo kuat Len gumam Lena pada dirinya sendiri.


Lena mengecek ponselnya, siapa tau ada notif dari Akbar, tapi sayang ponselnya belum juga aktif bahkan pesannya yang terakhir kali belum juga terkirim.


"Mungkin emang Yura lebih butuh Akbar dari pada gue." gumamnya sambil berjalan menuju toko buku.


Lena melangkah santai masuk kedalam toko buku tersebut. Berpindah dari rak satu ke rak lainnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, Lena kira itu Akbar. Tetapi harapannya musnah saat nama Kayla yang terpampang jelas disana. Perasaan Lena tak enak, mungkin karena ia merasa bersalah jalan berdua dengan kekasih sahabatnya. Tetapi Kayla bukanlah orang seperti itu, akhirnya ia mengangkat panggilan tersebut.


"Halo."


"...."


"Eemm iya Kay."


"...."


"Lo liat kita?"


"...."


"Kay gak gitu, gue bisa jelasin."


"...."


Bip


Belum juga Lena bicara lagi, Kayla sudah memutuskan sambungan tersebut. Pikiran Lena semakin kacau, Kayla mengetahui kalau sekarang dirinya bersama dengan Raka dan lebih parahnya lagi Kayla melihat mereka. Sudah jatuh tertumpah tangga.


Lena segera menghubungi Raka untuk memberitahu hal ini, karena Kayla memintanya untuk bertemu dengan dia sekarang juga di salah satu cafe di sini. Nomer Raka tidak aktif!!!! Lena semakin frustasi, kenapa semua orang pada jahat dengannya pikir Lena.


Rasanya Lena ingin menangis saat ini juga kalau ia tak punya urat malu. Ini tempat umum, gak mungkin dirinya nangis disini. Buku yang tadi sempat ia pegang untuk dibeli akhirnya di taruh kembali ke tempatnya dan bergegas keluar toko. Tiba-tiba ponselnya berdering lagi..


Mami Citra is calling...


Ada apa lagi pikirnya. Tanpa pikir panjang dirinya mengangkat panggilan itu. Bukan sapaan lembut seperti biasanya yang pertama kali Lena dengar.


"...."


"Iya mi, ada apa?"


"...."


"Mami tau dari mana?"


"...."


"Iya mi, aku lagi sama Raka. Tapi ini salah paham kok. Aku bener-bener gak selingkuh sama Raka." lirih Lena.


"...."


"Mi dengerin aku dulu, aku bisa jelasin semuanya sama mami."


"...."


"Setelah aku ketemu Kayla, aku langsung ke rumah untuk jelasin ini. Please mi percaya sama aku."


Bip


Cairan bening itu akhirnya menetes tanpa permisi. Lena menangis dalam diam. Sambil melangkah menuju tempat Kayla, sambil juga tangannya menyeka air matanya yang terus turun. Tidak peduli dengan tatapan orang untuknya. Menangis adalah cara terbaik agar perasaan lebih lega bukan? Bahkan hampir seluruh orang melakukan ini dari pada melakukan hal aneh yang dapat membahayakan diri jika sedang kacau seperti Lena sekarang.


"Gue harus jelasin ini sama Kayla dan Mami! Ini gak seperti yang mereka pikir." gerutunya.


Bersambung....


Huaaaaa kasian banget sih Lena. Kenapa kalian semua pada jahat sama Lena?


Kalian tim mana nih?


Lena?


Atau


Kayla?


Kira-kira mereka berdua bakalan bagaimana ya? Terus maminya bakal ngapain ya???? Coba tebak2an disini donggggg.