
"eh ASTAGHFIRULLAH." teriak Kayla yang sedang berdiri di depan pintu kamar Akbar sambil menutup matanya dengan tangan.
Dan otomatis membuat keduanya menjauh, dengan wajah yang memerah serta salah tingkah. Coba siapa yang gak malu saat ke gep kaya tadi?
"Lo ngapain di situ Kay?" tanya Akbar dengan suara yang sedikit gugup karena malu.
Kayla menurunkan tangannya yang digunakan untuk menutup matanya lalu menggaruk tengkuknya.
"Itu tadi..apa ya duh." ucap Kayla tak enak. Sungguh ini juga memalukan bagi Kayla, Bisa-bisanya mata sucinya melihat hal itu walau belum terjadi sih.
"Kenapa kay?" tanya Raka yang tiba-tiba berdiri di belakang Kayla.
Pikiran Akbar sudah tertuju pada Raka biang dari segalanya, tak mungkin kan Kayla tau letak kamarnya?
"Ngapain lo berdua kesini?" tanya Akbar dengan nada tak suka.
"Lah emang ada larangannya? Lagian lo berdua lagi ngapain di kamar? Berduaan lagi." sahut Raka membuat Lena wajah lagi-lagi memerah.
Tak lama Citra datang dari arah bawah. "Loh kok ada Raka sama Kayla? Kapan masuknya? Kebiasaan nih pasti si Raka gak ucap salam atau permisi." omel Citra membuat Kayla merasa tak enak pada Citra.
Raka nih emang..
"Tadi aku udah salam sampe teriak tapi gak ada yang sahutin yaudah aku langsung aja masuk." pembelaan yang keluar dari mulut Raka, dan selalu saja begitu.
"Trus kenapa Kayla yang ke kamar gue?" tanya Akbar membuat Citra bingung.
"Gue udah nyari-nyari lo berdua dimana-mana gak ketemu. Makanya gue nyuruh Kayla naik duluan terus gue tunjukkin kamar lo soalnya gue mau ambil minum dulu." jelas Raka.
"Kok tau gue ada disini?" suara Lena terdengar.
"Tadi gue liat lo dateng bareng mami, tadinya mau langsung gue samperin tapi gue lagi bantuin ibu." jelas Kayla.
"Terus kalian ngapain berduaan dikamar?" pertanyaan itu kembali tercetus dari mulut si Raka preman sekolah tetapi memiliki mulut seperti cabe-cabean.
Lena dan Akbar menatap Citra meminta bantuan untuk menjelaskan pada si kepo yang satu itu. Karena kalau keluar dari mulut mereka berdua pasti itu kepo satu gak akan percaya.
"Mami yang suruh. Soalnya mami rasa mereka emang harus bicara berdua buat kelanjutan hubungan mereka." jawab Citra saat sudah ditatap oleh ke empat pemuda dihadapannya.
"Tapi kenapa harus di kamar mi? Mami gak takut apa yang akan mereka lakuin di dalem karena berduaan." Kan si kepo pasti nanya terus sampe kelar.
"Karena menurut mami di sini tempat yang paling pas buat mereka. Lagian mami percaya sama merek, mereka gak mungkin melakukan hal bodoh." tegas Citra.
"Tapi mi, mereka tadi hampir aja-" ucapan Kayla terpotong karena Raka menyelaknya.
"Hampir apa Kay? Mereka lagi ngelakuin apa tadi? Ngomong Kay sekarang, biar sekalian di nikahin langsung." ucap Raka mengebu-gebu membuat Akbar yang geram akhirnya melempar bantal ke arah sahabatnya itu meskipun meleset sih.
"Diem dulu dong Ka, kebiasaan." ketus Kayla saat melihat Raka yang sangat antusias.
Citra menoleh ke arah Lena dan Akbar secara bergantian tetapi keduanya menjawab dengan gelengan. Sepertinya mereka bisa berbicara lewat tatapan mata.
"Ngaku lo Bar! Wah parah sih mi, Akbar udah nakal berani-beraninya melakukan hal kaya gini." ucap Raka sok dramatis.
"Si anjir, emang gue ngapain tolol." teriak Akbar kesal dan langsung mendapatkan pelototan dari Citra.
"Enggak mi mereka gak ngelakuin apa-apa kok, Raka aja yang lebay. Tadi Kay gak sengaja lihat Lena lagi merem aja trus Akbar kaya lagi monyong gitu." penjelasan Kayla membuat Lena semakin panas karena malu. Sumpah setelah ini ia akan menjitak kepala Kayla.
Ternyata Kayla sepolos itu.
"Tapi gak sampe kena yang? Ah gak seru." ucap Raka lemas, sudah seperti orang sedang taruhan.
"Gak seru ndasmu!! Malah bagus lah. Mami percaya sama mereka." tegas Citra.
"Jadi kalian udah baikan?" tanya Citra pada Akbar dan Lena, dan keduanya mengangguk.
Citra segera menghampiri Lena dan memeluk gadis itu. Seakan berarti jangan pernah tinggalin mami lagi. Begitulah kira-kira.
"Aku berterimakasih banget sama mami, dan bener ini cuma salah paham aja." ujar Lena.
Citra melepaskan pelukan itu sambil berkata, "sebagai perayaan, Minggu depan kita ke puncak."
Keempatnya bersorak bahagia. Tapi tunggu, ada yang janggal. Kenapa Kayla dan Raka ikut berteriak senang ya.
"Loh kalian kok ikut teriak sih?" tanya Citra bercanda.
Kayla langsung tersenyum canggung sedangkan Raka dengan gaya, yah yang kalian tau deh.
"Kita kan ikut seneng mi, mereka baikan. Jadi apa salahnya kita ikut?" ucap Raka dengan gaya sombongnya.
"Gak ada yang ngajakin kamu, kalo Kayla mah gapapa, iya gak Len?" Lena hanya mengangguk sambil tersenyum begitu juga Kayla.
Dengan manjahhhh Raka menarik tangan Kayla dan di genggamannya. "Kalo Kayla ikut, Raka juga ikut lah mi. Kita berduakan udah satu paket."
"Emang udah nikah?" celetuk Lena lalu di hadiahi tatapan tajam dari Raka sedangkan senyuman dari ketiganya.
****
Pagi yang cerah bagi pasangan yang baru saja berbaikan. Keduanya saat ini sudah di kampus karena ada jam kuliah pagi. Lena merasa aneh,karena sepanjang dirinya berjalan ke arah kelasnya banyak tatapan yang ia dapatkan. Ia tak tau berarti apa tatapan itu namun ia mencoba untuk tak ambil pusing.
Eh ya tentang Arga. Cowok itu benar mengirimkan Lena pesan tadi malam sepulang dirinya dari rumah Akbar. Tenang Lena hanya membalas seperlunya aja kok.
"Lena." panggil Fani yang berada tak jauh dari Lena berdiri. Fani segera menghampiri Lena dengan setengah berlari.
"Kok lo masuk?" tanya Fani pas sudah sampai di hadapan Lena.
Lena mengerutkan keningnya. "Lah emang kenapa?" Fani menoleh ke kanan dan ke kiri entah mencari siapa.
"Lo gak tau kalo berita Akbar sama kak Yura itu viral?" Lena semakin mengerutkan keningnya.
"Oh jadi ini yang buat mereka ngeliatin gue, seolah gue maling." gumam Lena.
Fani mendengar Lena bicara tapi hanya samar, "hah, apaan Len?"
Lena menggeleng. "Trus masalahnya sama gue kuliah pagi ini apa Fan?"
Fani menaruh jarinya di dagu seolah sedang berfikir. "Gue kira lo bakal gimana gitu, sampe gak masuk kuliah."
"Gue bukan anak SMA yang labil kaya gitu Fan, lagian gue tau kok. Kemarin gue ketemu mereka di cafe." jelas Lena.
Fani melotot, "mereka makan bareng?"
Lena mengangguk.
"Terus lo gimana?"
"Yah biasa aja, disana ada nyokapnya Akbar juga. Gue sama nyokapnya lagi janjian ketemu eh pas banget mereka juga di sana, jadi kita makan satu meja."
Fani menggeleng tak percaya seperti di sinetron-sinetron. "Lo gak nangis? Atau marah gitu sama Akbar?"
"Bukan gue yang marah, tapi nyokapnya. Lagian buat apa gue marah, malu-maluin diri gue sendiri aja." ujar Lena santai.
"Kok lo bisa sih sabar banget?" Tanya Fani masih tak percaya.
Lena menghela nafasnya. "Masalah kaya gini udah sering gue temuin Fan, lagian gue sama Akbar gak cuma satu bulan dua bulan, gue tau dia kaya gimana. Meskipun akhirnya dia emang memilih pergi itu hak dia gue gak bisa larang sebelum dia jadi suami gue." jelas Lena dengan nada pelan tapi enak di dengar.
Fani yang mendengar saja terasa tersayat hatinya. Entah bangga atau merasa kasian pada Lena. Berarti qoutes yang isinya 'tak ada wanita yang sabar kecuali wanita Indosiar' salah karena sekarang terbukti 'ada wanita yang sabar juga di dalam dunia orange' salah satunya Lena.
"Alah udah ngomong suami aja Lo, lulus dulu kuliah lo." Cibir Fani.
Lena tertawa. "Gapapa kali bercita-cita dulu, lagian kayanya asik juga sih nikah muda."
Fani melotot ke arah Lena sedangkan Lena hanya bisa tertawa. "Ke kelas duluan ah, males ngomonginnya nikah. Temen Lo yang ini aja belum punya pacar, bikin iri tau gak." kesal Fani lalu melangkah lebih dulu menuju kelas, dan Lena berusaha mengejar sambil tertawa kecil.
****
Saat ini Akbar sedang berada di kelas menunggu dosen datang. Dan kebetulan disana ada Bianca. Dengan cepat Akbar menghampiri Bianca. Ada yang ingin Akbar tanyakan pada gadis itu.
"Bi, gue mau nanya sama lo!" ketus Akbar saat sudah berada di dekat bangku Bianca.
Bianca yang sedang berbincang dengan teman sekelasnya langsung menoleh. Bahkan temannya yang tadi bangkit dari tempat duduknya dan di gantikan oleh Akbar.
"Nanya apa? Kayanya kesel gitu." jawab Bianca saat melihat wajah Akbar.
"To the point aja gue, lo kan yang nyebarin kalo gue sama Lena itu pacaran?" Ketus Akbar.
Bianca menatap Akbar. "Kok lo bisa nuduh gue kaya gitu?"
"Gak ada lagi yang tau hal ini, gue cuma cerita sama lo dan besoknya lo gak masuk setelah berita ini ke sebar."
"Trus gue nyebarinnya gimana? Kan gue gak masuk?" Akbar diam. Bener juga ya pikirnya.
Tak mau memperpanjang masalah akhirnya Akbar bangkit lagi dan kembali ke tempat duduk awalnya. Percuma juga nanya toh beritanya udah tersebar. Lagian ya kali Akbar harus lawan perempuan. Kan perempuan selalu benar.
Lena Aprilia❤
Video kamu viral lagi tuh, udah tau belum?
Akbar yang menerima pesan dari kekasihnya langsung mengecek video di akun gosip kampusnya di Instagram. Dan benar video yang berdurasi sekitar 30 detik itu viral.
Akbar Adrian
Barusan aku lihat. Maaf ya sayang
Lena Aprilia❤
Iya gpp. Yaudah dosen aku udah dateng. See u love❤
Akbar Adrian
See u to baby❤
Read
"Ada aja sih masalahnya" gumam Akbar.
Tak lama dosen pengajarnya datang dan satu kelas memulai proses belajar.
Bersambung....
Jangan lupa follow Instagram mereka yaaa.....
@maulidyapu
@rakaadipura_
@kaylaandra._
@akbar.adriannn
@lena.aprilia_
@maulidyastory