Adit&Almeera Young Marriage Secreat

Adit&Almeera Young Marriage Secreat
BAB 8



Hari ini Adit dan Al akan berangkat ke kota S karena minggu depan mereka sudah mulai masuk kuliah. Segalanya sudah mereka siapkan. Adit sudah membeli apartemen di sana, barang-barang keperluan mereka juga sudah sebagian dikirimkan ke sana. Kini mereka sudah berada di Bandara. Pesawat mereka akan lepas landas 30 menit lagi.


“Adit cepetan! Ntar ketinggalan loh.”


“Jangan teriak-teriak! Makanya bantuin. Lo ga liat gue bawa barang-barang lo yang seabrek.”


“Hehehe… Laki-laki ya harus kuat dong.” Al cengengesan.


Kini mereka sudah ada di dalam pesawat yang akan lepas landas. Al yang baru pertama kali naik pesawat merasa gugup. Bayangan yang dirinya yang akan di bawa terbang 10.000 kaki dari atas tanah membuatnya bergidik ngeri. Kalau jatuh ma mpus lo Al. Begitulah bayangan yang ada di kepala Al.


“Lo kenapa?” Tanya Adit yang melihat raut muka cemas Al.


“Gue takut Dit. Ini pertama kalinya gue naik pesawat.” Jawab Al masih dengan raut muka cemasnya.


“Pffft. Norak lo.” Adit berusaha menahan tawanya.


“Jangan ketawain gue!” Bentak Al, yang membuat Adit langsung diam. Entah kenapa Adit sekarang merasa takut dengan Almeera. Hanya dipelototin wanita itu saja dapat membuat Adit kelabakan.


“Ya maaf. Lo santai aja. Liat gue, gue udah sering naik pesawat tapi ga kenapa-kenapa kan.”


“Tetep aja gue masih takut.”


“Ya sudah sini.” Adit menarik tubuh Al dalam dekapannya. “Lo tidur aja.”


Al hanya menurut. Dada bidang Adit enak juga untuk sandaran kepalanya. Perutnya juga enak buat dipeluk. Tanpa sadar Al mulai kehilangan kesadarannya.


.


.


.


.


Sekitar 2 jam waktu yang diperlukan sampai pesawat mendarat di kota S. Adit memandang wanita yang masih tertidur sambil memeluknya. ‘Cantik juga kau ternyata’ batin Adit sambil merapikan rambut Al yang menutupi muka wanita itu.


“Bangun lo mau turun ga? Atau lo mau balik lagi?” Adit membangunkan Al sambil menepuk pelan pipi Al.


“Emm… Sudah sampai mana?” Al terbangun dari tidurnya.


“Kita udah mendarat, ayo turun. Atau lo mau balik lagi?”


“Eh, enggak-enggak.” Al menggelengkan kepalanya.”


Adit segera mencari taksi yang tak memerlukan waktu lama untuk menemukannya. Mereka segera menuju ke apartemen mereka. Butuh waktu 30 menit untuk sampai apartemen. Sesampainya di apartemen, Adit langsung mendudukkan dirinya di sofa diikuti oleh Al yang duduk di sampingnya.


“Lo ngapain ikut duduk?” Tanya Adit yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Al.


“Kenapa? Ga boleh?”


“Bo-boleh kok.” Jawab Adit gemetar. ‘Adit kenapa lo takut sama dia sih? Ini kan apartemen lo, lo yang harus berkuasa di sini Adit.’ Batin Adit.


Al tertawa dalam hatinya. Dalam batinnya dia merasa menang. ‘Rasain lo, niat buruk lo ke gue yang sebenarnya gue juga belum tau ga akan berhasil’. Sejak Al semakin mencurigai Adit manakala Adit tidak ada niat untuk menyentuhnya, sejak saat itu juga Al bersikap galak kepada Adit.


“Adit gue laper beliin makanan dong!” Perintah Al tanpa merasa berdosa.


“Yah… Al gue masih capek.” Jawab Adit sambil mengeluh.


“Elo ga mau huh?” Bentak Al sambil melotot.


Adit langsung bangkit dari duduknya. Menyambar jaket dan berniat keluar membili makanan untuk sang ratu. Tanpa menanyakan makanan apa yang hendak sang ratu pesan.


Adit sekarang berada di sebuah restoran dekat apartemennya. Dia sudah memesan 2 nasi goring special untuk sang ratu dan dirinya. Disaat menunggu itu tanpa dia sadari ada seseorang yang mengawasinya.


“Tanpan juga cowok itu. Kelihatannya juga kaya.”


Tak lama kemudian perempuan itu memanggil seorang pelayan dan menyerahkan segelas kopi untuk diberikan kepada sosok pria yang duduk agak jauh dari mejanya.


“Saya tidak pesan minuman Mba.” Adit terheran saat seorang pelayan tiba-tiba datang mengantarkan minuman ke mejanya.


“Ini khusus bagi pelanggan yang menunggu pesanan jika tidak dimakan di sini mas.” Sanggah pelayan itu sesuai dengan yang diinstruksikan wanita tadi.


“Oh, terimakasih.”


Pelayan mengangguk kemudian pergi dari meja Adit. Tanpa pikir panjang Adit meminum minuman itu. Mungkin ini hari keberuntungannya batinnya.Tanpa Adit ketahui minuman itu sudah dicampur dengan obat yang bisa membangkitkan syahwat.


Setelah memperkirakan bahwa obat itu akan mulai bereaksi, wanita itu hendak menemui Adit. Namun niatan wanita itu gagal. Pesanan Adit keburu jadi dan lelaki itu langsung keluar meninggalkan restoran.


Sesampainya di rumah Adit menjumpai Al yang baru saja keluar dari kamar mandi. Wanita itu hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya. Adit merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Kenapa dia begitu menginginkan Al. Padalah dia sudah sering melihat Al seperti itu, tapi dia sama sekali tidak berniat melakukannya. Tetapi kini kenapa dia sangat berhasrat untuk memiliki Al seutuhnya.


Adit mendekati Al yang kini sedang memilih baju yang akan Al pakai. Dari belakang Adit langsung mendekap Al dan mengangkat Al kemudian menjatuhkan tubuh Al di atas ranjang. Al yang melihat wajah Adit yang seakan ingin menerkamnya menjadi ketakutan. Dia berusaha lari, namum belum sempat Adit segera menindihnya. Adit mencengkram ke dua tangan Al yang membuat wanita itu tak berkutik sekarang. Diciuminya bibir wanita itu dengan kasar. Ciuman itu semakin turun ke leher wanita itu dan meninggalkan jejak di sana. Kemudian Adit membuka handuk yang masih menutupi wanita itu. Adit langsung menggerayangi tubuh Al. Sampailah Adit memasukkan miliknya ke milik Al sampai tersalurkan semua hasratnya tadi. Adit ambruk ke samping Al.


tbc.