Adit&Almeera Young Marriage Secreat

Adit&Almeera Young Marriage Secreat
BAB 12



"Pesan aja yang kau mau!" Perintah Adit sambil menyodorkan buku menu yang baru saja diberi oleh pelayan. Mereka kini sudah berada di dalam restoran. Duduk di meja paling jauh dari pintu masuk.


"Di sini yang paling enak apa mba?" Tanya Al kepada pelayan. Pelayang langsung merekomendasikan menu unggulan di restoran tersebut.


Tanpa pikir panjang Al langsung mengiyakan rekomendasi yang diberikan. Setelah mencatat pesanan Al, pelayan pergi meninggalkan meja mereka seraya berkata, "baik pesanan akan segera dibuat, silahkan ditunggu dulu."


Al mengangguki perkataan pelayan itu, sedangkan Adit anak itu masih fokus pada Handphone nya. Entah apa yang sedang dia lihat, Al juga tidak perduli akan hal itu.


Al memilih ikut menyibukkan diri. Dia mengambila ponsel dari tasnya. Dia mulai mengusap-usapkan jempolnya pada benda pipih itu.


Tak lama setelah itu, Al merasakan sesuatu yang basah di bawah sana. Dia memutuskan ke toilet untuk mengceknya. Dia bangkit dari kursi dan hendak menuju ke toilet.


"Lo mau ke mana?" Adit sadar akan kepergian Al.


"Ke toilet sebentar." Jawab Al datar yang hanya dibalas anggukan oleh Adit.


.


.


.


Di toilet Al sedang kebingungan. Ternyata dugaannya benar, dia sedang h id. Masalahnya dia sedang tidak membawa pembalut. Dia memang tidak mempersiapkannya sebelumnya. Itu karena menurut perkiraannya, masa h id nya masih satu mingguan lagi. Tapi entah kenapa jadi maju begini. Mungkin karena kecapekan habis perjalanan jauh, begitulah pikirannya.


Dengan berat hati Al terpaksa meminta bantuan pada Adit untuk membelikannya pembalut. Dia mengambil ponselnya dan memencet nama Adit di daftar kontaknya.


PERCAKAPAN DI TELPON


Adit gue perlu bantuan nih, Almeera


Bantuan apa? Lo di mana sekarang? Ke toilet lama banget?,Adit


Gue masih di toilet, gue ada masalah, Al


Masalah apa?, Adit


Gue dapet, Almeera


Dapet apa? Barangnya gede? Ga kuat ngangkatnya?Lo mau gue angkatin?, Adit


Ish bukan dapet itu, tapi dapet itu lho cewek, Almeera


Gue masih ga ngerti Al, Adit


Ish gue h id, paham?, Almeera


Tinggal pakai itu aja apa namanya gue kaga tau mananya, Adit


Gue kaga bawa pembalut Adit, makanya gue minta tolong sama lo buat beliin, Almeera


Ah ga ga ga, gue kaga mau, malu lah, Adit


Pokoknya lo harus mau, TITIK, Almeera


TELPON TERPUTUS


"S h i t, Masa harus gue yang beli sih." Gumam Adit. Tanpa sadar dia menggebrak meja.


"Astaga naga, astagfirullahhalazim, lailahailallah." Ucap pelayang yang kaget dengan tindakan Adit barusan. Untung saja pesanan yang tengah ia bawa tidak tumpah.


Adit melotot kepada pelayan itu yang berhasil membuat pelayan itu ketakutan. Pelayan segera meletakkan pesanan dan berniat langsung pergi karena saking takutnya. Saat hendak meninggalkan meja itu tiba-tiba Adit menahannya.


Astaga apa yang akan dia lakukan? Batin si pelayan.


"Ada apa tuan?" Tanya pelayan dengan susah payah menyembunyikan ketakutannya.


"Apa kau bawa pembalut?" Tanya Adit tanpa basa-basi yang berhasil membuat rahang si pelayan mendekat ke lantai.


Aish buat apa dia menanyakan pembalut? Pada wanita yang belum ia kenal lagi. Batin si pelayan.


"Jangan berpikir macam-macam, ini untuk temanku yang tadi." Ucap Adit setelah melihat raut muka penuh tanya yang ditunjukkan pelayan tadi.


Pelayan langsung paham akan ucapan Adit.


"Saya tidak bawa tuan, tapi nanti saya tanyakan pada temen saya, siapa tau ada yang bawa."


"Baik, nanti kamu antarkan ke toilet sekalian!" Perintah Adit sambil menyodorkan selembar uang seratus ribuan.


"Tidak perlu tuan, saya ikhlas membantu." Tolak si pelayan saat melihat Adit menyodorkan uang kepadanya.


"Jangan sungkan! Ini bentuk terima kasih saya."


"Terima kasih tuan." Akhirnya si pelayan menerima uang itu. Lumayankan bisa buat jajan pikirnya.


.


.


.


Di toilet Al tengah mondar-mandir menunggu kedatangan Adit. Sambil bergumam-gumam lirih merutuki lelaki yang notabennya suaminya tersebut.


"Ck. Lama banget sih."


Tiba-tiba pintu terbuka.


"Lo lama banget sih, lo belinya di mana sampai lama begi....?" Al berbalik setelah mendengar suara pintu terbuka.


Mulut Al menganga seketika. Dia salah orang ternyata yang masuk buakan Adit.


"Maaf mba, kirain temen saya."


"Ga papa mba. Oh iya mba, ini titipan dari temennya. Mba temennya mas-mas yang tadi pesan makanan ke saya kan?"


"Eh iya, itu pembalutnya?" Tunjuk Al pada kantong plastik yang tengah dibawa si pelayan.


"Iya mba. Ini." Si pelayan menyodorkan kantong itu kepada Al, dan Al menerimanya.


"Terima kasih."


"Sama-sama mba."


Pelayan itu meninggalkan Al yang masih di toilet. Setelah si pelayan menghilang di balik pintu, Al segera masuk ke bilik untuk memakai pembalut itu.


.


.


tbc.


Terima kasih author ucapkan kepada readers yang telah bersedia membaca cerita dari author.