Adit&Almeera Young Marriage Secreat

Adit&Almeera Young Marriage Secreat
BAB 7



Al terbangun di pagi hari tatkala merasakan sesuatu yang dingin dan basah mengenai kulitnya. Dia tersentak manakala Adit ternyata sedang memeluknya. Seketika itu juga Al mendorong Adit yang tengah tertidur jatuh dari ranjang.


“Kurang ajar!!!!” Mendorong Adit.


“Aduuh. Si alan lo ngapain dorong gue huh?”


“Lo yang si alan, tadi lo peluk gue ogeb.”


Adit bangkit dari lantai masih mengusap-usap pinggangnya yang pegal karena terjatuh tadi.


“Ini KDRT namanya. Lo bisa gue laporin tau.”


“WTF. Si alan. ****. Anj1ng. Belalang. Kupu-kupu. Baru sehari lo udah ompolin kasur gue huh.” Umpat Al setelah melihat celana Adit yang sedikit basah. “Kena kaki gue lagi. Rese lo. Pokoknya lo harus cuciin ini semua.” Al langsung ke kamar mandi untuk membersihkan kakinya.


Adit langsung teringat mimpinya semalam. Ternyata semalam dia mengalami peristiwa yang sering disebut dengan mimpi basah.


“Al, gue kaga ngompol tau, gue cuma mimpi basah.” Teriak Adit dari kamar yang dapat didengar Al.


“Mau ngompol kek, mau mimpi basah kek. Pokoknya lo yang harus bersihin itu semua, gue jijik tau.” Jawab Al dari dalam kamar mandi.


Adit kembali teringat mimpinya semalam. Al di dunia nyata dengan Al yang ada di mimpinya semalam begitu berbeda sifatnya. Dalam mimpinya dia sampai terbuai dengan perlakuan yang Al berikan kepadanya. Bercinta dengan Al sampai-sampai mereka merasakan kepuasan bersama. Adit jadi membayangkan apakah itu akan terjadi di dunia nyata. Ah kenapa dia jadi memikirkan demikian. Adit niat lo nikahin Al hanya biar Al ngurusin lo di luar kota, jangan sampai lebih.


“Bersihin kasur gue yang yang lo ompolin woi!” Perintah Al setelah dia keluar dari kamar mandi yang berhasil membuat Adit tersadar dari lamunannya.


“Iya iya nanti gue cuciin. Tapi gue mau bersihin ini dulu. Minggir lo!” Adit meminggirkan Al yang berdiri menghalangi pintu kamar mandi.


“Bener ya? Awas lo kalau lupa. Gue ga ijinin lo tidur di kasur gue lagi.” Ancam Al yang tidak ditanggapi oleh Adit.


‘Kalau ga gue bersihin kan lo juga ga bisa tidur di situ ogeb.’ Gumam Adit dalam hati.


Tak berpikir panjang Adit langsung mandi. Mengguyur seluruh tubuhnya tanpa terlewat sedikitpun. Selesai mandi Adit yang hendak mengeringkan tubuhnya yang basah kebingungan mencari benda yang biasanya sudah selalu tersedia di kamar mandi tanpa harus membawanya dari luar seperti kamar mandi di rumahnya. Oh Adit ini rumah Al ga ada yang ditugaskan menyiapkan semua itu seperti di rumahmu.


“AL! Al! Al!” Adit berusaha memanggil Al untuk meminta tolong mengambilkan handuknya. Namun yang dipanggil tak kunjung menyahut karena sedang ada di dapur.


Adit menyembulkan kepalanya dari pintu kamar mandi. Memandangi sekeliling. Setelah memastikan tak ada orang, Adit buru-buru keluar untuk mengambil handuk. Namun belum sempat dia menemukan handuknya, Adit terburu kaget saat ada yang meneriaki namanya.


“AAAAADDIIIIIITTTTT! Tutup enoki lo itu!” Teriak Al sambil menutup matanya dengan tangan kiri dan menujuk pangkal paha Adit dengan tangan kanannya.


“Di mana handuk gue? Gue cari ga ketemu.”


“Ada di luar. Lagi dijemur.”


“Ga mau, lo ambil aja sendiri.”


“Gue lagi bug1l ogeb.”


“Bodo”


“Ambilin atau lo gue peluk.” Adit mendekati Al sambil merentangkan tangannya.


“STOP! Iya gue ambilin.” Al langsung berbalik dan pergi meninggalkan karmar.


Adit hanya tersenyum karena berhasil menjaili Al.


Setelah sarapan Adit menunaikan janjinya. Dia mulai membersihkan kasur Al yang terkena anunya. Tadinya dia hendak menyuruh orang lain, tetapi si wanita yang sekarang sedang mengawasinya itu melarangnya. Padahal kan sama saja, sama-sama bersih kan?


“Woi enak lo ya cuma ngeliatin gue.” Sindir Adit pada Al yang duduk di bangku teras sambil meminum jus jeruknya.


“Salah lo sendiri kan? Ngapain gue bantuin lo.”


“Ini ada apa sih Al pagi-pagi sudah ribut.” Suara bunda yang tiba-tiba keluar rumah.


“Itu bun, semalam Adit ngompol. Makanya Al nyuruh dia nyuci kasurnya.” Jawab Al masih dengan muka kesal.


“Loh kamu ga bantuin?” Tanya bunda.


“ Ngapain sih bun, ornag dia yang ngompol.”


“Tapi kan dia suami kamu, kasian tuh.”


“Udah biarin aja bun, dia kuat kok.”


“Nak Adit kalau capek istirahat dulu.”


“Iya nanti bun, nanggung soalnya.”


Sial bagi Adit, niatnya menikah biar ada yang mengurusi, kini nasibnya malah sebaliknya. Mana ga dapat untung apa-apa.


tbc.