Adit&Almeera Young Marriage Secreat

Adit&Almeera Young Marriage Secreat
BAB 11



"Adit! Lo sakit?" Tanya Al yang tidak mendapat jawaban dari Adit. Adit tetap pada posisinya.


Menyadari ada yang aneh dari tingkah Adit, Al membuka selimut yang menutupi Adit. Dan seketika Al menutupi mulutnya, takut kalau menganga kebablasan dan enggak bisa balik lagi.


Adit tengah meringkuk sambil sesekali terdengar isak tangisnya. Dari yang Al lihat sepertinya Adit memang sedang menangis. Entah apa yang tengah dia tangisi.


"Dit lo kenapa? Lo nangis?" Tanya Al lembut.


"Hiks....hiks...." Adit sesenggukan.


"Lo nangis kenapa? Lo cerita aja ke gue." Bujuk Al.


Adit sepertinya tak berniat menanggapi pertanyaan Al, buktinya dia masih tetap pada posisi yang sama. Al mulai kesal dengan tingkah Adit, seketika. "ADIT!" bentak Al. "Kalau gue tanya lo jawab. Masih punya mulut kan lo?" sambung Al.


Mendengar bentakan Al, Adit membalikkan tubuhnya. Nampak matanya sembab, hidungnya merah, dan bantal yang dipakai Adit kayaknya juga basah deh, kategori banjir malahan.


"Lo jahat Al. Tadi lo udah ngehina gue, sekarang lo bentak-bentak gue." Ucap Adit sambil sesenggukan.


"Ngehina bagaimana maksud lo? Gue ga pernah merasa menghina lo kok?"


"Lo lupa? Tadi lo bilang punya gue ga ada bagus-bagusnya."


"Punya lo yang mana? Gue kaga ngerti maksud lo?." Al balik bertanya.


"Enoki gue." Jawab Adit sambil memalingkan wajahnya.


"Pfffttt. Jadi itu masalahnya. Ya ampun Adit, lo tersinggung cuma gara-gara itu." Sebisa mungkin Al menahan tawanya.


"Sebagai cowok, gue merasa terhina tau." Manyun.


"Gitu aja lo sampai nangis. Lagian kan ga akan ada yang liat enoki lo selain gue kan?"


"Iya ya, kenapa ga kepikiran?"


"Udahlah sekarang kita cari makan, gue udah laper."


"Bentar gue mandi dulu."


Tanpa menunggu jawaban Adit langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Menyalakan shower kemudian berdiri di bawahnya merasakan kucuran air yang jatuh tepat di kepalanya. Menggosokkan sabun ke seluruh tubuhnya kemudian membilasnya. Tak sampai sepuluh menit Adit sudah keluar dari kamarnya.


Aal menunggu sambil duduk di ranjang Adit, ranjang yang seharusnya jadi miliknya juga. Tapi karena permintaannya sendiri dia harus berpisah dengan ranjang itu.


"Cepet amat mandinya?" Tanya Al yang heran kepada Adit yang mandinya hanya sepuluh menit.


"Ya cepet lah, lo udah kelaperan kan."


"Ok, bagus." Puji Al.


Karena Adit akan memakai bajunya Al memutuskan meninggalkan kamar Adit. "Gue tunggu di bawah ya?" Sambil berjalan keluar kamar.


Tak lama Adit turun dari kamarnya. Bajunya sudah berganti. Kini dia memakai hoodie coklat dipasangkan dengan celana jeans warna hitam serta sepatu warna coklat juga. Rambutnya dia buat berantakan. Walaupun tampil seadanya, Al yang melihat merasa terpukau dengan penampilan Adit.


.


.


Kini mereka sedang berada di mobil. Mereka akan menuju ke sebuah restoran yang katanya paling terkenal di daerah sana. Belum ada yang memulai pembicaraan sampai.


"Dit. Lusa kita sudah harus OSPEK." Al memulai.


"Terus?"


"Kita harus memakai dress code."


"Dress code nya apa?"


"Yang cewek harus pakai topi kerucut dari kertas, terus rambutnya dikuncir dua pakai pita, sama pakai rompi dari karung."


"Kalau yang cowok?"


"Yang cowok topinya pakai pot, pita diikat di lengan kiri dan kanan, terus pakai rompi dari koran yang isi beritanya tentang aksi mahasiswa."


"Ya sudah. Nanti kita sekalian cari bahan-bahannya."


Keheningan kembali terjadi, namun tak berlangsung lama karena mereka sudah sampai di restoran yang dituju.


tbc.


Makasih semua yang mau baca novelku.


Jangan lupa


like


comment


vote


nya


ya


ya


ya