Adit&Almeera Young Marriage Secreat

Adit&Almeera Young Marriage Secreat
BAB 10



Pada akhirnya Al tidak jadi meninggalkan rumah. Dia hanya meminta untuk tidak tidur seranjang. Al memilih untuk tidur di kamar tamu. Hanya ada tiga kamar di apartemen itu. Satu kamar utama, satu kamar tamu, dan satu kamar pembantu yang sekarang jadi gudang. Apartemen itu memang mewah namun minimalis.


Sebelumnya terjadi cek cok terlebih dahulu diantara mereka berdua. Sampai akhirnya diambil keputusan bahwa Al tidur di kamar tamu dan Adit tetap di kamar utama.


Flashback on


“Aakkhkhkk…. Al jangan kenceng-kenceng pegangnya.” Pekik Adit saat enokinya di remat oleh Al.


“Biarin, enoki si alan ini yang sudah bobol ke perawa nan gue. Rasain lo.” Al tertawa penuh kemenangan.


“Sakit Al, hu….hu….hu…” Air mata Adit mulai menganak sungai. Melihat Adit yang mulai menangis Al segera melepas cengkramannya.


“Makanya jangan nakal. Udah ah, gue mau pergi.”


“Lo jangan pergi Al, lo ga tau daerah ini kan?”


“Em…. Enggak.”


“Makanya lo jangan pergi.”


“Tapi gue takut lo kayak semalem lagi.” Al menampakkan ekspresi takutnya.


“Ok, gue janji kejadian semalam ga akan terjadi lagi.” ‘Si al, semalam pasti ada sesuatu diminuman itu.’ Batin Adit.


“Janji? Ok, gue ga pergi tapi gue ga mau sekamar sama lo.”


“Engga-engga, gue aja yang di kamar tamu.”


“Gue aja, kamar tamu sempit, lo pasti ga suka.”


“Tanggung Adit, ini baju-baju gue sudah gue pindahin ketas semua, bakal lama kalau mindahin lagi ke lemari.”


“Gue yang ba-….” Ucapan Adit tercekat.


“ADIT!!!” bentak Al sambil melotot yang berhasil membuat Adit tak berkutik lagi. “Sekarang lo balik ke kamar lo! Gue risih liat enoki lo itu, mana ga ada bagus-bagusnya lagi.”Al segera masuk ke kamar tamu meninggalkan Adit yang masih mematung di sana.


Flashback off


Jam kini sudah menunjukkan pukul 12 siang. Rasa lapar yang sedari tadi malam terlupakan mulai teringat kembali. Al ingat semalam dia tidak jadi makan. Adit yang baru pulang membeli makanan tiba-tiba menerkamnya. Ah, malas sekali mengingat kejadian itu.


Al memilih keluar kamar, mencoba ke dapur siapa tau ada makanan. Matanya tertuju pada dua kotak makanan yang dia tebak isinya adalah nasi goreng. Tidak ada harapan dirinya untuk memakan nasi goring itu. Pasti sudah basi lah. Pandangannya kini tertuju pada kulkas. Al membuka pintu kulkas yang ternyata ZONK besar. Di dalamnya hanya ada air mineral saja. Al berusaha mencari lagi. Kini dia membuka lemari gantung di atas kompor. Ada mie instan, dia segera mengambilnya, namun nasib baik belum berpihak padanya. Saat hendak menyalakan kompor dia menyadari bahwa regulator belum terpasang pada tabung gas.


Akhirnya Al memilih untuk ke kamar Adit supaya lelaki itu membelikannya makanan. Namun sesaat setelah pintu terbuka matanya tertuju pada sesosok lelaki yang tengah meringkuk di atas ranjang dengan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut tebal di tengah hari.


Kira-kira Adit kenapa ya? Kalian ada yang tahu? Kalau tahu jawab dikomentar ya.


tbc.


Terimakasih bagi readers yang sudah berkanan membaca novel saya. Penghargaan saya berikan setinggi-tingginya pada readers. Ini novel pertama saya, jadi harap maklum jika ada kesalah-kesalahan pada novel ini. Author akan sangat berterimakasih pada para readers yang berkenan memberi komentarnya. Sudah dulu ya. Oh ya author akan berusaha untuk update setiap hari, namun berhubung dunia nyata juga membutuhkan author maka author akan melakukannya sebisanya. ok. see you next story.