A Million Memoria

A Million Memoria
COLD OR HOT..



SEOUL


Okt, 2019..


"Hentikan itu! Cukup membuat ia menangis" Teriak Yeobin yang mengganggu Daejin dan yuna.


"Adakah orang tak waras di tempat ini? Ganggu saja!" Gerutu Daejin.


Mina hanya menangis sedari tadi, Ia bahagia ketika mendapati Yeobin disamping nya.


"Yeobin, jebal. Hyeong mu itu, Wae? Kenapa harus di rumah ini?" Mina menangis Membuat pipi nya terbasahi oleh air.


"Yeoboseyo , ahjeossi ada yang melakukan perbuatan dosa di jalan seomcheng." Yeobin menelepon polisi guna memenjarakan dua orang itu.


"Noona, sebaiknya kita keluar." Ajak Yeobin pada Mina.


Mereka keluar, ya tujuannya untuk menunggu polisi. Bagaimana perasaan kita bila seseorang yang tulus kita cintai, berpaling dari kita? Sedih itu pasti, kecewa paling membuat sakit hati.


Selang beberapa menit polisi datang, dan langsung menanyai mereka. Mereka tak yakin kalau polisi akan menangkap Daejin dan Yuna.


"Yeongchalnim, orang - orang itu ada di dalam. Silahkan liat mereka sendiri Yeongchalnim." Saran Mina sambil menangis, perasaan nya hancur hari ini.


Polisi itu langsung menuju dalam rumah Mina, dan pada kenyataan nya polisi pun menyatakan kalau mereka tak tahu sopan santun.


" Hei! Apa anak muda jaman sekarang tak waras? Tak tahu sopan santun? Tak dapat berpikir dewasa? Sekarang juga kalian ikut ke kantor polisi atau rumah sakit jiwa." Pernyataan Polisi bernama Lee seojun itu membuat Daejin melawan.


"Orang tua memang kuno, benar kan yuna ? Pikiran kuno." Daejin malah berpikir seperti orang tak waras atau bisa dibilang tak mempunyai sopan santun.


Tanpa pikir panjang polisi itu, langsung menyemprotkan gas bius. Supaya apa? Supaya Daejin dan Yuna bisa dikirim ke rumah sakit jiwa.


Seharusnya ke kantor polisi bukan? Tapi menurut pernyataan yang Mina berikan, Daejin sudah membunuh anaknya sendiri.


Sekarang Yeobin berpikir, mau menginap dimana Mina? Hah, Yeobin ada ide. Meski sedikit ada Drama nantinya.


"Noona, ayo pergi." Ajak Yeobin pada Mina.


"Kemana?" Tanya Mina yang sedari tadi hanya menunduk.


Tak menjawab, mungkin tak sopan bukan? Tapi, ini rahasia untuk Mina. Yah, Mina hanya pasrah mengikuti Yeobin dengan motornya.


 


¿¿¿


 


Setibanya di Tempat yang mereka tuju, Mina malah tertidur di punggung Yeobin. Yeobin menghela napas.


Tanpa pikir panjang, Yeobin menggendong Mina di punggung nya. Dan, berteriak pada Pemilik rumah itu.


"Yeonhee-ah, buka pintunya! Mina ada di depan rumah mu." Teriak Yeobin.


Yeonhee merasa terganggu, padahal baru mau tidur. Tapi, ada nama Mina ya Yeonhee langsung menuju teras rumah.


"Ya! Nuguseyo? Kami sedang ingin tidur?" Yeonhee kesal dan membuka pintu.


Jujur, Yeobin mengira Yeonhee mau nangis. Tapi kenapa dia tak menangis?


"Pergi." Suruh Yeonhee sembari menuntun Mina ke rumah nya .


Yeonhee tak menghiraukan keberadaan Yeobin di depan rumahnya. Dia, langsung masuk rumah tanpa ucapan terima kasih untuk Yeobin.


Yeobin juga tak berharap sih, terserah hanya itu yang ada dalam pikirannya. Toh, Yeonhee hanya orang asing baginya.


"Saengil Chukahae! Aku tau hari ini ulang tahun mu." Teriak Yeobin.


Langkah Yeonhee terhenti saat ia sampai di depan pintu, ia menengok pada Yeobin.


" Kau salah ulang tahun ku, esok hari."


"Gomawo." Ucap nya.


Lalu ia masuk tanpa halangan Dari Yeobin, tapi Dari Eomma nya.


"Yeonhee? Nuguga? " Tanya Miya yang tak dianggap oleh Yeonhee.


Sebenarnya, kata orang Yeonhee itu durhaka. Tapi, Orang - orang itu tak tau kebenaran bukan?


"Wae? Kau mau tau? Bahkan, kau tak peduli dengan putrimu ini kan? Aku juga tak peduli!" Kata Yeonhee dengan Cuek yang sebenarnya tak perlu untuk dilakukan.


Miya seperti orang tua lainnya, ia juga wanita biasa yang hanya bisa meredam emosinya. Karena ulah anaknya ini ia harus sabar, dan setulus tulusnya menyayangi Yeonhee.


"eomma? Apa kau eomma ku? Kau hanya berusaha untuk menyayangi ku sepeninggal abeoji ku bukan? Sungguh menyesal aku hidup bersama mu!" Yeonhee menggerutu.


Tak tanggung - tanggung, Yeonhee meluapkan emosinya dengan membanting pintu kamarnya.


 


\*


 


Yeonhee membaringkan Mina di kasurnya, oh betapa kasihan nya Mina. Yeonhee tak tau apa yang terjadi dengan Mina.


" Mina- ya? Neo Gwaenchana?" Tanya Yeonhee seperti orang bodoh, Apa kebodohan dirinya? Kalian pasti telah tau.


Mina tak kunjung bangun dari tidurnya, Yeonhee mengira Mina itu pingsan. Oh, babo sangat babbo!


"Tak apa aku mengerti, pasti kau sedang bermimpi indah?" Yeonhee merutuki keadaan Mina.


"Mina - ssi, mian. Aku harus membawa mu ke apartemen yang akan kita tinggali berdua." Yeonhee pun tidur terlelap.


Entah apa yang direncanakan Yeonhee?


Esok hari, maksudnya jam 04.30 di Seoul. Yeonhee segera merapikan barangnya, ia hendak pergi dari kehidupan eomma dan keluarganya.


Apa yang kalian pikir? Yeonhee akan menulis surat? Aniyo, dia tak mau pilihan hidupnya ini diketahui keluarga nya.


"Aku tau ini pasti rumahmu . Apa yang sedang kau lakukan? Hm?" Tanya Mina.


"Diam, jangan berisik! Aku ingin pergi dari kehidupan eomma ku, kita akan tinggal berdua di sebuah apartemen yang jauh dari rumah ini." Jelas Yeonhee.


Mina mengangguk paham. Tak mau waktu nya terbuang, Yeonhee segera membawa seluruh atm, dan surat penting miliknya.


Mereka segera pergi diam diam dari rumah, Yeonhee tak tau bila rencana yang ia pikirkan saat kecil ini malah terjadi.


Mereka sampai di halte bus, bukan menunggu bus. Hanya istirahat sejenak, guna memulihkan energi masing-masing.


"Kita mau ke apartemen mana?" Tanya Mina pada Yeonhee yang tengah memainkan Ponsel nya.


"Kita akan ke apartemen di daerah dekat kampus kita! Pemilik nya bernama Lee eunwoo." Jawab Yeonhee.


Mina senang, karena apartemen itu sangatlah terkenal. Nyaman, banyak pepohonan nya, dan sejuk juga hal baik lainnya.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki, meski sedikit jauh. Mengapa Yeonhee tak mau memakai kendaraan rumah?


Yeonhee adalah orang cerdas juga cerdik, maka dari itu apa yang akan terjadi bila Yeonhee membawa mobil keluarga nya? Pasti polisi mudah melacak keberadaan nya karena play mobil.


Akhirnya mereka sampai, jam masih menunjuk pukul 06.00 untung saja apartemen itu sudah buka.


Seva mendapat kamar nomor 38 di lantai 3, Seva berharap kehidupan nya begitu menyenangkan di sini.


"Wah, ruangan nya luas. Cukup untuk kita tinggal. Kita harus kerja paruh waktu!" Ujar Mina.


Yeonhee hanya terkekeh kecil, lalu membereskan barang nya.


Waktu berlalu cepat, sekarang waktunya pergi ke kampus. Walau hanya berjarak 600 meter, namun Seva lebih ingin datang pagi.


Begitu terkejutnya Yeonhee dan Mina, orang yang tinggal di sebelah kamar mereka adalah Yeobin.


"Wae? Kenapa kau ada disini?" Tanya Mina.


"Seharusnya aku yang tanya! Kalian mau berbuat apa disini?" Yeobin mulai kesal dengan muka datar nya.


"Ada alasan kami tinggal disini, kau tak perlu tau!" Yeonhee membalas pertanyaan yang dilontarkan Yeobin .


Eoh, Yeobin mengerti apa yang dialami mereka.


"Aku dengar dari luar rumah kau bertengkar dengan Miya imo, hm? Lalu sebab kau kesini kau kabur dari rumah, hm? Atau Miya imo mengusir mu?" Yeobin menebak nebak membuat suasana panas tapi tetap dengan tatapan dingin nya.


Lalu ia pergi begitu saja tanpa kata 'mianhae' kata itu cukup membuat Yeonhee meredam kembali amarah nya.


" Kurang ajar! Dia itu kulkas berjalan yang membuat suasana panas! "Gerutu Yeonhee .


" Cold or Hot? Itu julukan untuknya bukan? " Mina bicara.


Yeonhee rasa itu memang pantas untuk si kulkas itu.


EPISODE 9 SELESAI.


감사합니다 .