
Seoul, Okt 2019
" Dia appa ku, benar kan abbeoji?" Wanita bertopi bernama Minha berjalan.
"Ne, dia anakku Lee Minha." Jawab lelaki itu.
" Namanya lee eunwoo, seorang lelaki yang sudah kuketahui adalah appa ku. Geuraeseo, dia bukan appa mu Naeun. Aku tak mau persahabatan kita rusak, dia adalah appa ku." Jelas Minha.
"YA! Geu namja, Nae nampyeon. Kau tau?" seorang wanita memukul dinding.
"Kalian percaya sekarang?" Naeun angkat bicara, dengan tatapan yang menunjukkan bahwa ia menang.
Suara tepukan tangan menggema dalam lorong rumah sakit. Seorang wanita melepas dan membuang kacamata nya, dan berjalan layak nya model ke arah lee eunwoo.
"Teori yang sungguh bagus, kau tau siapa aku? Kau ingat siapa aku? Pandangan mu kabur? Miris nya! Jawab lah ingatkah kau dengan ku?" Tanya seorang wanita bernama Miya atau lebih tepatnya Eomma dari Lee Yeonhee dan Lee Minha.
"Aku adalah lelaki tua yang tak ingat apapun setelah kecelakaan. Pandangan ku tak kabur, aku bisa melihatmu dengan jelas. Yang kuingat hanyalah istriku hanya Han Hyeonmi dan aku hanya menikah 1 kali " Jawab nya tanpa ragu.
"a-aa, 1 kali, apa kau ingat bagaimana cara mu jatuh cinta dengan nya? Kau ingat?" Tanya Miya dengan muka santai.
Miya mengangkat dagu eunwoo, dan meniup seluruh wajahnya. Eunwoo kaget dan menutup matanya.
"Ingat aku?" Tanya Miya sekali lagi.
"Jeogiyo! Ahjumma! Jangan berusaha membuat appa ku bingung." Naeun menyarankan karena cemas pada Eunwoo.
"Hei, apa kau tau bagaimana kau bisa ada di dunia ini?" Miya berusaha menguak sesuatu.
"Eomma! Apa maksud mu?" Minha heran dengan situasi ini.
Bugh.. Bugh.. Bugh
Sebuah cincin dan dreamcatcher dipukulkan oleh Miya ke kepala Eunwoo. Cincin dan dreamcatcher itu ia jatuhkan ke genggaman eunwoo.
"Nama asli mu adalah Lee Minhoon." Miya tak terlihat berusaha.
Eunwoo teringat suatu hal akan masa lalu..
FLASHBACK
*****Mei, 2003*
"**Hyeonmi-a! Apa yang bagus untuk bayi perempuan?" Tanya lelaki yang merupakan CEO LEE Corp.
"Ne, Lee sajangnim. Sebaiknya sajangnim membeli sebuah dreamcatcher, itu saran saya." Seorang yeoja cantik dan muda berkata dengan sopan.
"Gomawo. Saran mu cukup baik, aku akan membelinya." Eunwoo cukup bangga memiliki asisten yang dapat diandalkan*.
Hyeonmi membungkuk mengucapkan selamat tinggal pada manajer nya. Eunwoo berberes untuk segera pergi membeli hadiah untuk anaknya yang baru lahir.
*Ia mengendarai mobil nya menuju daerah incheon. Lalu lintas cukup aman, hingga sebuah mobil melaju kencang.
Diketahui pengendara nya adalah seorang yeoja yang frustasi karena tindasan dari abbeoji nya.
Mobil kencang itu tengah menuju perempatan, dan Mobil eunwoo tengah berada di perempatan.
Crashh...
"Diinfokan bahwa mobil A melaju kencang menuju perempatan, dan mobil B sedang berada di tengah perempatan.
Keadaan lalu lintas saat itu cukup lancar, tapi mobil A melaju sangat kencang hingga menabrak mobil B.
Pengendara mobil A adalah seorang yeoja, mobil B dikendarai oleh seorang Namja. Tragedi ini membuat korban koma di rumah sakit.
Gamsahabnida, Hyun Myeonggi melaporkan dari tempat kejadian, pukul 8 malam. " seorang wartawan melaporkan kejadian kecelakaan antara 2 mobil.
Sementara itu, yeoja cantik berjalan menuju mobil yang berisikan korban kecelakaan.
" Lee sajangnim, apa kau masih hidup? Bagaimana dengan istri mu yang tak sengaja menabrak mu? Dan bagaimana dengan anak perempuan mu?" Han Hyeonmi menangis sambil menghubungi ambulans.
Ambulans datang membawa 2 korban kecelakaan, rumah sakit Incheon nationality tujuannya.
Setelah sampai, semua korban dibawa ke ruang operasi. Operasi berjalan lancar pada Namja korban dari tragedi , tapi yeoja yang juga korban mengalami koma.
"Han Hyeonmi ssi?" Seorang dokter mencari keberadaan Hyeonmi.
"Ne uisanim. Bagaimana keadaan mereka?" Hyeonmi cemas.
"Seorang pasien bernama Lee eunwoo, mencari istrinya. Apa anda istrinya?" Dokter itu bertanya.
Hyeonmi sangat tak tau harus menjawab apa, ia ragu untuk menjawab ya.
"Uisanim? Tak harus istrinya bukan, yang terpenting orang terdekat nya, benar bukan?" Hyeonmi sangat tak tau harus berkata apa.
"Sasil, lebih baik kalau istrinya." ungkap Dokter itu lalu pergi begitu saja.
Hyeonmi bungkam sesaat, mata sayu nya membayangkan bagaimana jadinya kalau manager nya kecewa lalu memecatnya.
Geureonde, keberanian selalu mengelilingi nya. Geuraeseo,ia membuka pintu rawat inap manajer nya. Ia membuka tirai penutup kasur rawat inap.
"Lee sajang, sajangnim gwaencanha?"
"Joeseonghabnida, Sajangnim silmangji? ( anda kecewa kan?)"Hyeonmi sungguh takut akan dipecat.
Akan tetapi eunwoo malah bangkit dan menarik dagu Hyeonmi, lalu menciumnya. Hyeonmi benar-benar gemetaran sekarang, bahkan ia ini siapa?
" nan an silmanghaesseo! Untuk apa aku kecewa, istriku? "Eunwoo tersenyum.
" Geureonde, saya bukan is.... "Mulut Hyeonmi ditutup oleh tangan eunwoo.
Eunwoo memeluk Hyeonmi, Hyeonmi berusaha memikirkan beberapa cara untuk menunjukkan bahwa ia bukan istri managernya.
Hyeonmi rasa managernya amnesia, bahkan ia tak ingat telah mempunyai anak dan perusahaan yang begitu megah hingga ke Eropa.
Namun, kini ia terbiasa dengan anggapan eunwoo bahwa dia istrinya. Sementara, nyonya minju menunggu kesadaran Miya dari koma nya.
"Miya - a, berapa lama lagi kau seperti ini?" Lirih Nyonya Minju selaku Eomma dari korban bernama Miya.
Nyonya Minju baru mengetahui anaknya adalah korban kecelakaan, setelah Hyeonmi menghubungi nya.
Sebenarnya, hal itu baru diketahui saat Eunwoo sembuh dari komanya. Entahlah untuk apa tujuannya.
3 bulan kemudian
"eo? Bukankah istrinya adalah nyonya Miya?" tanya seorang pegawai Lee Corp.
"Ani! Istri baru nya mengatakan bahwa mereka sudah bercerai." Ucap yang lain.
Miya melewati satu pintu menuju lobi Lee Corp, dan tak sengaja mendengar pembicaraan staf pegawai Lee Corp.
"Sungguh menyedihkan nasibku. apa aku sungguh lama saat koma? Berapa lama ya? Dia sudah menikah dengan wanita lain." Miya tertawa miris.
Seorang wanita yang sedang menghamil anaknya, berjalan menggunakan kacamata dan topi.
Ia berjalan menuju para pegawai itu, entahlah apa yang ia lakukan?
" Seru bukan? Bekerja sambil menggosip, Hm? "Tanya nya sambil tertawa miris*.
"A- annyeonghaseyo sajangnim. Joeseonghabnida, kami akan bekerja lebih baik lagi."
"Apakah kandungan Sajangnim sehat?" Tanya staf pegawai.
"Lee sajangnim sedang berada di paviliun paling atas. Gamsahabnida." Jelas mereka.
Hyeonmi segera berjalan menuju paviliun dengan tas branded nya.
"Sungguh, gelora kemewahan ini membawanya menuju kesombongan." Miya sangat miris pada suaminya.
7 bulan berlalu..
"Yeoboseyo, oppa aku sudah melahirkan." Hyeonmi senang karena anaknya lahir.
"Omo, Jeongmal Gamsahabnida, Tuhan." Eunwoo senang.
Berita lahirnya anak dari CEO Lee Corp menyebar luas, semua orang di korea mendengar nya bahkan sampai ke Amerika.
Miya mematikan tv yang memberitakan lahirnya anak Lee Eunwoo, sungguh ia ingin melihatnya.
" Chukahae, anak yang membuatmu bahagia lahir." Miya ingin melihat langsung ke rumah sakit.
Miya mengendarai mobil menuju rumah sakit, tempat anak itu lahir. Dan, dengan cepat nya ia sudah sampai di rumah sakit.
"Gangnam nara byeongwon? Tunggu disana aku akan melihatmu!" Miya segera berjalan menuju lift.
Ia menaiki lift menuju lantai 5, ruang no 101 adalah tujuannya. Ia telah sampai di depan ruang 101, dan ia segera membuka kamar itu.
Miya melihat Hyeonmi yang menggendong anaknya, dan tersenyum sambil melirik anak yang digendong Hyeonmi.
"Ingat aku? Atau kau sengaja melupakan diriku dari semua ingatan Lee Eunwoo?" Miya membeli kepala bayi itu.
"Annyeonghaseyo, Miya sajangnim." Hyeonmi berusaha sopan kepada Miya.
"Hyeonmi- a, kau bahagia? Chukahae, kelahiran anak mu sangat memberi keluarga mu kebahagiaan bukan?"
"Siapa bayi lucu ini? Ireumi mwoya?" Miya penasaran.
"Aku sangat bahagia dan namanya adalah Lee Naeun." Jawab nya.
Miya meninggalkan mereka begitu saja, membuka pintu itu dan berdiam diri sejenak untuk tertawa miris.
"Tak ada penyesalan darinya, wanita yang cukup aneh. Kurasa, gelora kemewahan akan mengubah dirinya yang sopan menjadi si sombong, annyeong!" Miya tersenyum.
Ia akan pulang menuju rumah nya, tapi di depan lift ia menabrak suami nya. Ya, perceraian mereka hanya rekayasa semata.
" eo, joeseonghabnida. "Suaminya menabrak nya tanpa tau bahwa yang ditabraknya adalah yeoja yang belum diceraikan nya.
Miya tak tahan menangis, ia menitikkan air mata. Setelah 10 bulan ia tak melihat suami nya, sekarang ia melihat nya.
Namja yang bernama eunwoo itu, menghapus air mata Miya. Miya sontak memeluk nya, dengan erat. Sayang eunwoo tak membalas nya, ia berusaha melepas tapi Miya memeluk bahkan mengerat kan nya.
"Jeogiyo, siapa anda?" Tanya eunwoo.
Hati Miya menangis sedalam - dalam nya, sangat menyedihkan. Miya berhenti menangis, kemudian ia mulai menenangkan dirinya.
" Jangan tanya aku, karena kau tak akan tau siapa aku." Jawab Miya.
Ia segera berlari menuju tempat parkir, ia menangis sangat sedih. Bahkan suami nya sendiri tak mengingat nya.
Dia tersingkir di samping mobil nya, ia bahkan meminum 2 botol alkohol. Sampai, ia mengalami koma selama 2 minggu karena stres berat.
"Melihatnya bersama nya hanya membuatku frustasi, aku tak akan membenci nya. Tapi, sebaiknya mereka tak muncul lagi di hadapan ku!" Miya mengusap mata nya*.
FLASH BACK END.
"Abbeoji, siapa dia? Apa kau ingat?" Tanya Naeun.
Yeonhee mengeluarkan sesuatu yang berasal dari ruang rahasia rumah nya. Sebuah foto keluarga, terpampang jelas wajah Yeonhee, Miya, Eunwoo dan Minha yang baru lahir.
"Appa, ingat kah kau dengan tanggal diluncurkan nya foto ini? Dimana tempat pengambilan nya?" Yeonhee seperti mengintrogasi eunwoo.
"Tanggal 28 Januari tepat 2 minggu setelah Minha lahir, di ruangan paling atas Lee Corp. Bersama istriku Miya dan anak - anak ku Yeonhee dan Minha." Jelas Eunwoo sangat rinci.
"Geureonde yo, apa kau percaya ahjumma?" Mina yang sedari tadi diam mulai bicara.
"Memang siapa kau? Apa kau bagian keluarga ini?" Tanya Hyeonmi.
"Apakah penting aku dari mana?" Mina membalas nya.
Miya menarik tangan Hyeonmi, dan melihat nya. 1 gelang berharga 40 juta won terdapat di tangan Hyeonmi begitu juga, pakaian branded dan kalung berharga 57 juta won.
"Seperti nya kemewahan telah membuat mu, sombong!" Kata sombong sengaja ditekankan oleh Miya.
Hyeonmi tertunduk lemas, sementara Naeun bingung dengan apa yang terjadi.
"Yeonhee - a, Mina - a, kalian di cari oleh Bae seonsaengnim!" Pria jangkung itu muncul tiba-tiba.
"Kuharap kau mengerti apa yang sedang terjadi" Jawab Mina pada Yeobin.
"Yeobin - ssi, kami sedang menghadapi konflik. Tolong, katakan mereka berdua tak dapat ikut kelas." Jelas Naeun.
Yeobin mengangguk mengerti dan meninggalkan mereka.
"Hyeonmi, apa kau bodoh? Memang nya aku tak mengawasi mu? Selama ini aku mengawasi kalian." Miya menjelaskan.
"Aku akan dengan mudah nya menjelaskan ini. Oppa, 16 tahun lalu kau mengalami kecelakaan yang berupa tabrakan mobil antara kau dengan Miya- ssi."
"aku menemani kalian selama di rumah sakit, beruntung kalian selamat. Dan, selang beberapa minggu Oppa terbangun dari masa koma nya. Tapi, kau mengalami amnesia yang membuat semua ingatan masa lalu mu hilang."
"saat kau pulih dari masa koma, Miya- ssi masih dalam masa koma. Hingga kau menganggap ku sebagai istri mu. Aku tak tau harus apa waktu itu."
"kau tak pernah ingat dengan apapun hingga kini" Jelas Hyeonmi.
"Apa abbeoji pernah melihat seorang gadis kecil menangis di sungai han? Apa kau tau gadis itu adalah aku." Yeonhee turut berkata.
"Aku ingat, aku belum pernah menceraikan yeoja yang sangat kucintai. Hyeonmi, gomawo. Kau telah merawat ku tanpa cinta, aku harap tak ada hubungan antara kita, annyeong. Naeun, kau tak akan berpisah dengan abbeoji." Tukas Eunwoo.
Hyeonmi merasa semua nya belum berakhir, ia tak ingin menghilang dari kehidupan Eunwoo.
" Aku tak mau, menghilang dari kehidupan mu! "Hyeonmi berkata untuk meyakini bahwa ini belum berakhir, bahkan sampai akhir hayat nya.
" Apa ahjumma ingin bersama nya sampai akhir hayat? "Minha bertanya.
Hyeonmi membelai kepala Minha.
" Majayo! Tapi aku akan menghilang sementara dan kembali, annyeong yeoreobun! " kemudian ia pergi dari rumah sakit itu.
" Chukahae, kalian telah berkumpul. "Mina dan Naeun mengatakan hal sama.
" Kau tetap adik kami Naeun! "Ucap Yeonhee.
" Eo, nan haengbokhae! Gomawo eonni. " Naeun gembira.
" Ahjumma, apa aku boleh memanggil mu Eomma? Aku tak me... " bibir Naeun tertutup.
Miya menghilang entah kemana, mungkin ia memang sengaja meninggalkan mereka karena Naeun atau Yeonhee?
"Wanita itu tak pernah berubah, dia hanya menghilang sementara. Aku sungguh tak heran kalau ia tak pernah menuntut kehidupan ku bersama hyeonmi." Eunwoo mengucap sebuah kalimat yang menunjukkan rasa sayang.
" Aku tak berniat membalas, tapi kehilangan ku hanya sementara"--
Episode 10 selesai.