A Million Memoria

A Million Memoria
PUTUS HUBUNGAN.....



8 Februari 2011


Busan


Mesiji(SMS


YEOBIN


Yeobin : Nuna, aku akan pindah ke Singapore, apa Nuna mau ikut makan siang untuk mengucapkan selamat jalan padaku?


Nuna?


Nuna?


Yeonhee: Aku tak ada waktu, ucapkan disini saja!


Yeobin: Geuraeyo, anyeonghi gyeseyo nuna.


Yeonhee: anyeong.


Yeobin : mungkin kau tak akan pernah merindukan ku


Nuna aku sayang padamu.


Yeobin sebenarnya merasa kecewa, tapi ia juga menghargai Yeonhee , Yeobin mempunyai rencana.


Yeonhee tak dapat lagi mengirim pesan pada Yeobin, karena kontak namja itu telah dihapus oleh nya.


***


Di rumah Yeonhee semua sudah bersiap untuk pergi ke rumah nenek nya di Busan . Keluarga Yeonhee hanya beranggotakan 3 orang,


Hanya ada Eomma nya, adiknya dan Yeonhee. Appanya bercerai dengan Eommanya saat adiknya baru lahir. Perceraian dikarenakan Papa nya melakukan hubungan gelap saat Papanya di Bundang.


"Yeonhee , Minha ppali gayo." Ajak eomma nya yang bernama Miya.


Mereka segera berangkat menuju rumah nenek nya yang berada di Busan.


Nathan mengikuti mereka hingga ke Busan, diantar sopir.


3 jam kemudian............


Mereka sudah sampai di Rumah Nenek Yeonhee.


Nathan segera menyadari bahwa keluarga itu sudah sampai di Busan. Ia segera turun dari mobil.


"yeoreobun, Ppali gaja, ireona!.Urineun halmeoniui jib- e isseo! " Ajak Miya.


Yeonhee segera bangun, ia berniat membawa kan adiknya, namun reaksi nya tidak tepat seperti dugaan Yeonhee.


"Minha-a ireona, kita sudah sampai, Halmeoni ui jib- e isseo !" Ujar Yeonhee.


"andwae, Aku masih mengantuk eonni aku mau tidur lagi!!!" Jawab Minha dengan suara keras.


"haissh! Neo jinjja geeureun, tapi yasudah lah sebaiknya aku membantu eomma!" Ucap Yeonhee.


Yeonhee pun pergi meninggalkan adiknya untuk membantu Eomma nya. Yeonhee tiba-tiba kaget melihat adanya Yeobin di depan mobilnya.


"Yeobin -a, kau kenapa bisa ada disini?" Tanya Yeonhee .


"Geunyang, aku hanya ingin mengucapkan sepatah kata perpisahan dengan bertatap muka." Jawab Yeobin.


"Sudah ku bilang bukan?" Tanya Yeonhee lagi.


"Ne, ne, ne! Arasseo! Annyeonghi gyeseyo! Nuna! " Jawab Nathan.


Miya mendatangi Yeobin, tak ingin lama - lama ia langsung berkata para intinya.


"Eo? Neo nuga?Ga! Kami tak ada waktu! " Miya melipat tangan nya.


"Joeseonghabnida, ahjumma. Saya kesini hanya untuk mengucap perpisahan dengan Nuna." Jelas Yeobin punya sopan santun.


"Alasan yang kurang bagus anak kecil! Wajar, kau masih anak kecil." Miya tak sombong.


Miya masuk menuju dalam rumah, tak peduli apakah Yeobin merasa marah atau pun sedih.


" Nuna..." Obrolan Yeobin dipotong oleh Yeonhee.


"Pergilah aku tak mau mendengar apapun darimu. Aku sudah muak dengan perlakuan manis mu ke padaku. Dan, jangan harap aku bisa menganggap mu sebagai Nae namchin! Arayo? Atau kau memang berusaha membuatku menyukai mu? Nan Neo jinjja anjoahae." Jelas Yeonhee.


Yeobin mengeluarkan suatu benda dari tas ransel nya.


"Chukahae, hari esok kau ulang tahun bukan? Yeonhee Nuna, Saengil Chukahae." Lalu pergilah Yeobin dari kehidupan Yeonhee.


Yeonhee tak menyesal, kalau Yeobin pergi dari kehidupannya. Yeonhee masih mempunyai 2 mentari yang akan menyinari nya.


Yeonhee segera membersihkan dirinya dengan mandi. Setelah selesai mandi, Yeonhee diperintahkan halmeoni nya untuk bertemu Eomma nya. Yeonhee pun mengiyakan perintah halmeoni nya. Ia segera bertemu eomma nya.


Took.. Took.. Took


Suara Yeonhee mengetuk pintu kamar eomma nya.


"Eomma? Wae geurae, Yeonhee dinpanggil?" Tanya Yeonhee.


"Eomma tak tau kau bersikap seperti ini, kau sungguh menuruni sifat Eomma. Tapi, ubahlah sifat buruk mu itu." Miya menjelaskan sesuai intinya.


"Aku berusaha melaksanakannya, Ne Eomma" Yeonhee berusaha menjadi anak baik.


"Mianhaeyo eomma, tapi mengapa eomma bercerai dengan appa, bahkan Minha tidak pernah melihat wajah appa nya! Aku cemburu dengan temanku yang lain, mereka bisa bercanda tawa dengan papa mereka." Ucap Yeonhee.


Tiba-tiba Miya menampar Pipi manis Yeonhee, sehingga pipi Yeonhee me merah.


Praaakkk


Suara tamparan Miya kepada Yeonhee.



Tanpa disadari juga Minha melihat kejadian tersebut. Minha menangis karena ia tak pernah melihat wajah appa nya. Ia iri dengan kakaknya karena kakak nya bisa melihat wajah appa nya. Tapi ia juga merasa kasihan melihat kakaknya di tampar oleh mamanya.


<<<


Yeonhee meninggalkan Eomma nya dengan air mata yang bercucuran. Miya juga merasa bersalah karena, ia menampar anak nya.


Yeonhee menuju sungai han, sungai yang sepi tanpa ada ricuh riuh. Tak berselang lama, Yeonhee sampai di Jembatan sungai han.


Air mata gadis itu tertetes di sungai han, ia menangis tanpa suara. Angin berhembus kencang, dedaunan menerpa tubuh gadis itu.


"Aku hanya bertanya padanya, apa salahku? Aku rindu appa ku, bahkan kini aku tak ingat wajah appa ku sendiri. Wae?" Tangisan nya kembali muncul.


Seorang pria berumur 42 tahun berjalan menuju jembatan yang digemari nya itu, bersama keluarga nya.


"abbeoji, neomu chuul-i." Anak perempuan itu mengeluarkan suara yang sangat imut.


"Igeot, pakai ini. Maka, kau tak akan kedinginan lagi." Eomma anak itu sangat menyayangi nya.


Mereka berjalan menuju jembatan sungai itu, dan Sampai lah mereka. Pria itu melihat Yeonhee menangis, dan mendekati nya.


"Jeogiyo, ireumi mwoyeyo? Apa kau sedang sangat sedih?" Tanya pria itu.


"Jeo neun, neomu seulpeunyo." Yeonhee memang sangat sedih.


"Uljima, matamu bisa bengkak kalau begini." sarannya membuat Yeonhee berhenti menangis.


Yeonhee melipat tangannya, ia kedinginan. Pria itu menyuruh nya menunggu.


"Gidarigo, isseo." Pria itu mengambil jaket untuk Yeonhee.


Geureonde, Yeonhee telah pergi dengan sangat cepat. Pria itu bingung, jadi ia menyimpan jaket itu kembali.


EPISODE 2 SELESAI.