A Million Memoria

A Million Memoria
MWOYA?



20 Ok 2019


Seoul


Pk. 06.00


Sinar mentari masuk lewat jendela kamar


Yeonhee. Yeonhee terbangun dari tidur nya.


"anyeong, pegi hari yang menuntun ku menjalani hari ini." Yeonhee terbangun.


Yeonhee keluar dari kamar tidur nya, ia hendak menuju dapur, tapi apa yang ia dapati di dapur? Sesuatu yang mengejutkan direncanakan oleh eomma nya.


"setuju,Ros-a kita akan membuat 2 anak kita saling mencintai!" Ucap Miya di telepon.


"Siapa yang mereka buat untuk saling mencintai? Aku atau Minha? Cih! Kuno, apakah orang - orang tua selalu kuno?!" Seru Yeonhee pelan.


Rencana yang mengejutkan itu sangat membuat Yeonhee memikirkan nya terus. Tiba-tiba saja, Datanglah Minha yang mengejutkan Yeonhee. Miya yang mendengar ada orang yang menguping pembicaraan nya di telepon langsung menutup telepon itu.


" Doooor!" Kejut Minha.


"Ya! , kau sungguh membuat hal ini gagal, eonni sedang mendengarkan mama bicara di telepon, ia merencanakan sesuatu yang menurutnya sangat berharga. !" Ucap Yeonhee.


Miya mendengar nya dan langsung menutup telepon.


"Kal-kalian udah berapa lama disini?" Tanya Miya.


" memang nya, mengapa? Apa Eomma takut terjadi hal buruk? " tanya Yeonhee.


Miya pun terkejut, dalam batinnya ia sangat khawatir bila anaknya mengetahui tentang rencananya.


"Apa yang akan terjadi? Mereka pasti mengetahui apa yang kubicarakan di telepon tadi!" Batin Miya dalam hati.


Miya melamun sambil memikirkan Apa yang telah terjadi tadi. Minha yang heran mengapa eomma nya melamun pun bertanya kepada eomma nya.


"Miya eomeoni, Wae geurae? Apa ada yang salah ?" Tanya Minha.


"Eo?" Miya yang sedang melamun itu pun langsung kaget.


"eomma gwaencanha, gwaencanha!" Jawab Miya dengan gugup.


"Geurae, aku akan pergi ke kamar! Oh, berapa lama lagi kita harus menunggu makanan matang? Atau aku harus memesan di online food?" Tanya Yeonhee.


"Eo, oh iya makanan nya!" Miya mematikan kompor dan menaruh makanan di piring.


Makanan itu gosong, padahal Miya sudah susah payah membuat makanan itu. Miya sangat kecewa, ia berusaha minta maaf pada anak yang telah lapar.


"Yeonhee - a, Minha - a, mianhae. Eomma harus membuat kalian menunggu hanya untuk makan." Ucap Miya.


" Gwenchana, Eomma. Kita bisa membeli di online food." Ucap Minha.


"kelihatannya ini adalah jadwal harian kita bukan!" Ucap Yeonhee terlalu kesal.


Yeonhee segera memesan makanan, ia masih saja memikirkan apa yang dibicarakan oleh eomma nya. Tapi biarlah masalah itu dilewatinya. Sekarang yang penting hanyalah memesan makanan untuk makan.


Setengah jam selanjutnya............


Makanan pun datang, meski harus menunggu makanan dengan cukup lama tapi Yeonhee puas akhirnya makanan datang, karena memang dia yang memesan banyak makanan.


 


🔔 Ting.. Tung... 🔔


 


Suara bel berbunyi tanda makanan sudah datang, Yeonhee dan adiknya segera menuju teras rumah nya.


"Ne, ahjeossi. Chamkamanyo!" ucap Yeonhee sambil mengambil tip untuk pengantar makanan itu.


"ini makanan nya sajangnim, makanan yang dipesan anda !" Ucap orang itu dengan ramah.


"ok, ahjuessi tadi uang sudah di transfer lewat go Money !" Ujar Yeonhee.


"gomapseubnida, sajangnim. !" Ucap pengantar makanan tadi sembari pergi dengan motornya.


Yeonhee dan adiknya segera pergi menuju dapur untuk memakan makanan itu. Setelah sampai di dapur ia segera membuka makanan itu dan memasaknya di microwave. Sementara adik nya menyiapkan piring untuk sarapan.


"eonni, sudah siap belum makanannya? Piring sudah siap !" Tanya Minha.


"aku mengatasinya, ini akan cepat selesai!" Jawab Yeonhee.


Minha pun segera memanggil eomma nya untuk ikut makan. Halemoni sudah meninggal 4 Tahun yang lalu. Jadi yang tinggal di rumah itu hanyalah 3 orang.


"eomma, meog ja, makanan sudah siap untuk dimakan!" Kata Minha.


"Eung, Minha!" Jawab Miya.


Miya dan Minha segera menuju dapur, saat makan Yeonhee ingin bertanya pada Eomma nya soal perencanaan berharaga itu tapi keinginan nya terpaksa terhenti karena, ia ada janji dengan Mina.


"eomma, aku mau pergi ke CAFETARIA." Ucap Yeonhee sembari menggendong tas selempang nya.


"memang nya eonni mau apa? Wae geurae?" Tanya Minha.


"eonni ingin mengobrol dengan teman eonni, untuk merencanakan soal kuliah." Jawab Yeonhee.


Miya yang sedari tadi diam pun angkat bicara.


"Ok, aku harap kau bisa menjaga dirimu. Kau sudah dewasa." Kata Miya.


"Geuraeyo." Jawab Yeonhee.


Yeonhee segera pergi ke CAFETARIA untuk bertemu dengan Mina.


 


 


Lima belas menit kemudian Yeonhee sampai di Cafe. Ia bingung kenapa Mina belum juga sampai, maka dari itu Yeonhee ingin menelepon nya.


 


📞 One of these night 📞


 


Dering telepon Mina berbunyi, Mina pun menjawab telepon tersebut.


Mina :Yeoboseyo, Wae geurae?


Yeonhee : neo eodi e seo? Ppali!


Mina : eung, annyeong


Yeonhee : annyeong, Ppali


Mina : ne!


Yeonhee menutup telepon nya. Sembari menunggu kedatangan Mina, Yeonhee memesan minuman yaitu hot chocolate.


"Ahjeossi, ahjeossi!" Panggil Yeonhee.


"Ne, anda akan memesan apa?" Tanya pelayan itu yang tak lain adalah saudara dari Yeobin.


"Ne,saya akan memesan--_" Yeonhee kaget melihat pelayan itu.


"Kenapa kau belum menghilang dari hidup ku, sungguh melelahkan?"Yeonhee penuh kekesalan.


"Jeoseonghabnida, kita tak mengenal bukan? Saya tak pernah mengenal yeoja semacam dirimu." Ucap Ahjeossi itu lalu pergi begitu saja.


"Dasar! Sebegitu cepat nya dia menyerah!" Keluh Seva.


Ahjeossi itu telah pergi . Yeonhee tidak jadi memesan minuman karena, setelah kejadian itu Mina datang.


"eo? Kau sudah datang!" Seru Yeonhee.


"Kau sedang tidur dalam mata terbuka?" Tanya Mina.


"Ani! Nan geunyang, aish tak perlu dijelaskan lagi si pecundang itu." Jelas Yeonhee.


"Sebaiknya kau minum sendiri saja, aku harus ke rumah sakit dengan alasan yang tak kau ketahui!" Jelas Mina.


"Geurae, aku tak akan menahan mu, choi - ssi." Kata Yeonhee.


"Mian, semoga kita bisa berbincang esok hari." Jawab Mina.


"Ye, Ye, Ye. Silahkan pergi Mina- ssi." Dengan santai nya ia berkata seperti itu.


Mina langsung pergi dan membuka ponsel nya.


"Chingu- ya, kau pikir aku bodoh? Bagaimana bisa kau melakukan ini?" Yeonhee bangkit dari kursi nya.


Membuntuti Mina, hal itu dilakukannya karena ia tak bodoh tapi tak licik juga. Ternyata Cheonghan byeongwon, tempat yang dituju nya.


 


 


 


Mina sudah masuk ke rumah sakit, Yeon hee tak pernah ketinggalan untuk mengikuti nya. Bahkan saat akan ke lantai 8 ia menaiki tangga, sementara Mina menaiki lift.


"*Cheongmyeong- a, bahkan sekali pun appa tak pernah menjenguk mu? Dasar bedebah! ." Ujar Mina*.


"Chukahae, aku tak tau apa alalasan mu mempunyai anak. Tapi, kau tau kan sikap ku seperti apa." Yeonhee mengatakan nya sambil bersandar pada dinding.


"Kau tan akan memaaf kan pembohong tapi, kriteria pembohong milikmu. Itu berbeda." Mina menatap lesu kearah cheong myeong.


" nan, an babo - ya! Aku akan memberi sisa tabungan untuk mu." Jelas Yeonhee.


"Gomawo." Kata Mina sambil menangis dan memeluk Yeonhee.


Yeonhee hanya diam tak merespon apapun dari Mina, hal ini sudah biasa ia rasakan. Yeonhee melepas pelukan Mina, ia mengambil buku tabungan nya dan menyerahkan nya ke Mina.


Mina tersenyum ke arah Yeonhee, terlihat sangat bahagia. Yeonhee membalas senyuman Mina, dan pergi dengan berjalan layak model.


 


°°°


 


Begitu sampai dirumah, ia langsung masuk ke kamar nya. Saat tiba di kamar, Eomma nya \(Miya\) mengetuk kamarnya.


 


TOOK TOOK TOOKK.......


 


"Yeonhee- a, meg- eo gaja ." Ajak Miya.


"Ne, eomma." Yeonhee cuek.


Yeonhee segera turun dari kamarnya menuju dapur. Benar saja , makanan sudah siap. Saat makan yeonhee selalu saja melamun memikirkan nasib nya yang begitu beruntung masih ada yang sayang dengan nya.


***EPISODE 4 SELESAI***.