A Million Memoria

A Million Memoria
축하해요 . (CHUKAHAEYO)



*Pintu sebuah ruangan terbuka, 2 yeoja cantik memasuki ruangan itu.


Sebuah buku diary terbuka, buku itu dibaca mereka.


'5 mei 2002 (5 owol 2002)


Oneul, putri pertama ku hampir berumur 1 tahun. Hanya kurang 5 bulan lagi, kami akan merayakan 1 tahun kemunculannya di dunia ini.'


'7 April 2002 (7 sawol 2002)


Istriku mengandung anak ke dua kami, usia nya 2 minggu.'


'27 Okt 2002 (27 sibwol 2002)


Hari ini kami merayakan ulang tahun Lee Yeonhee. Dia mulai bisa berbicara, dan berjalan.'


'2 Desember 2002 (2 sibiwol 2002)


Kami berjalan - jalan sebentar di taman bermain, urineun neomu haengbokhae.'


'12 Januari 2003 (12 ilwol 2003)


Uri lee Minha, telah muncul di dunia ini. Aku akan membahagiakan nya.'


'Anak ku yang malang, berapa lagi kau akan seperti ini? Dan, dimana suami bedebah yang meninggalkan mu?' Son Minju.


'Apa dia meninggalkan ku? Atau pikiran nya


telah termanipulasi oleh Han Hyeonmi?' Miya Son.


Tak ada lagi kalimat pada diary itu, tapi ada sebuah foto keluarga lengkap. Mereka rasa ada wajah abbeoji mereka.


Suatu keluarga bahagia, tapi sekarang tak ada kebahagiaan dalam keluarga itu.


Mereka menangis, salah satunya berkata' eonni- a uljimayo! ' tak ada yang berubah*.


 


\- \- \- \- \-


 


"Eo, mianhae. Aku melakukan kesalahan." Ucap Naeun.


"Naeun- a, berhenti memikirkan training mu. Fokus lah untuk drama kali ini, kita harus mendapat nilai A+." Ucap seorang namja yang lebih tua beberapa bulan dari Naeun.


"Ne, aku bekerja keras." Jawab Naeun lesu.


Mereka melanjutkan latihan drama nya, sudah hampir 2 jam mereka berlatih.


"Yeongguk- a, berhentilah. Kita harus istirahat, lihat lah si trainee BL yang mulai lesu."


"Mari kita istirahat." Ajak nya.


Mereka istirahat meninggalkan Naeun di studio. Naeun hanya berfokus berlatih, keringat bercucuran dari wajah nya.


Dia berjalan menuju pintu studio dan kaki nya terasa lemas. Tangan nya menggenggam sebotol air, ia membuka tutup botol dan pingsan. Air itu tumpah, menumpahi seluruh tubuh nya.


"Kau begitu semangat, kau harus mendapat yang terbaik." Namja bernama Sung soowon membelai wajah Naeun.


Dia membawa Naeun, menuju klinik kesehatan sekolah. Dia, membawanya dan membaringkannya di kasur klinik itu. Dia meninggal kan Naeun dengan seorang perawat.


Tak lama selang beberapa menit, Naeun terbangun dari pingsan nya. Ia menyadari ia berada di klinik kesehatan Sekolah.


"neo ireona isseo?" Perawat itu mengambil vitamin, dari sebuah lemari yang cukup jarang digunakan.


"Ne, Geu bitamineul juseyo (tolong beri saya vitamin itu) . Jebal." Naeun sadar ia harus menjadi kuat.


"A~ geurae. Hyeonmi eodi?" Tanya perawat itu yang tak lain adalah sahabat Hyeonmi, Eomma Naeun.


"Kurasa kau tak perlu tau, lagi pula kau tak ada urusan dengan nya." Naeun berdiri dan keluar dari klinik kesehatan sekolah.


Naeun membuka pintu, Tangan kelar menghalangi pintu tersebut. Ya, seorang Namja.


"Michyeosseo? Aku harus berlatih ke perusahaan." Naeun kesal.


"Mungkin kau tak tau siapa aku, tapi berusaha sopan pada sunbae mu, neo araji?" Namja itu santai sekali.


Naeun, merasa sangat heran. Siapa Namja itu? Bahkan ia tak tau kalau Namja itu sunbae nya, jadi siapa Namja itu?


Naeun melayangkan senyuman manis nya, dan berusaha pergi tapi sepertinya ia harus bertanya siapa nama sunbae itu.


"Sunbaenim, ireumi mwoseumnikka?" Naeun heran, apakah namja itu tak tau namanya sendiri.


"Park Seungwoo ibnida. Semoga kita mengenal lebih dalam, annyeong." Namja itu pergi.


Namja itu mulai berjalan dengan santai nya, Naeun ingin bertanya sesuatu, geuraeseo ia mengejar Park Seungwoo.


"Ya! Sunbaenim." Naeun menggenggam pergelangan tangan Seungwoo.


Seungwoo terhenti dan mendorong Naeun ke dinding. Raut wajahnya terlihat kesal, namun hanya sebuah sandiwara yang dimainkan oleh Park Seungwoo.


"Kau mau apa? Nan neomu bappa." Namja itu terlihat santai, tak terlihat menyeramkan seperti tadi.


"Apa maksudmu kita mengenal lebih dalam, Geurigo Apa urusan mu dengan aku?" Tanya Naeun lengkap.


"Kau tak perlu pikirkan itu, geokjeong hajima." Namja itu menolak pertanyaan Naeun.


"Geurae, kau tak suka hal rumit. Jadi, mari menjauh lebih jauh." Ucap Naeun.


"Itu bisa terjadi, tapi mungkin akan saling mendekat kalau kita terus bertemu."


"Dan, aku yang menolong mu semasa kau pingsan." Namja itu pergi.


Naeun menghela napas panjang, ia sangat ketakutan. Namja itu penuh misteri, yang tak diketahui Naeun.


Naeun berpikir, apa Seungwoo menyukai nya? Padahal, Naeun tak cukup populer di kalangan murid kelas 2.


Hilangkan pikiran itu, Seungwoo tak mungkin menyukai yeoja seperti nya. Lagi pula, ia menyukai Yeobin.


**BL entertainment


'Naeun - ssi, jangan lupa membawa pakaian ganti. Ada kejutan yang akan membuat mu merasa senang.'


Tertanda : BL entertainment**


"Apa maksudnya! Haish, jangan dipikirkan. Mari pulang dan membawa pakaian ganti." Naeun pulang.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Minha keluar dari cafe tempat ia bekerja paruh waktu, tak ada alasan khusus ia bekerja paruh waktu. Hanya, ia sangat bosan berada di rumah ketika weekend atau libur nasional. Lagi pula uang hasil kerja nya dapat ia tabung, terbukti tabungan nya mencapai 10 juta won.


Tak sengaja, ia menabrak halmeoni tua. Halmeoni itu terjatuh, Minha segera menolong nya. Ini, karena kefokusan nya pada ponsel.


"Joeseonghabnida, halmeoni gwaencanha?" Tanya Minha sembari menolong halmeoni itu.


"Gwaencanha, geokjeong hajima. nae sonja reul gidarigo isseubnida." Jelas Halmeoni itu.


"Halmeoni, ireumi mwoseumnikka?" Tanya Minha.


"Son Kyeolkeong." Jawab nya.


"Sonja neun eodi e isseubnikka?" Tanya Minha.


"Geu byeongwon e seo. Apakah kau mau mengantar aku kesana?" Muncul lah permintaan Halmeoni itu.


Minha Berpikir keras, ia sebenarnya sudah terlambat. Tapi, nenek itu membutuhkan nya.


'Eoddeohge??? a~ tak apa, lagi pula manajer akan mengerti.' Batin Minha.


Minha menuntun Son Kyeolkeong masuk ke dalam rumah sakit itu, ia mengajak Kyeolkeong duduk di ruang tunggu. Tak berselang lama, seorang pemuda membawa 1 bungkus daging sapi panggang. Ia berjalan menuju Minha, dan menunduk ke arah Son Kyeolkeong.


"Dangsin eun nuguseubnikka?" Tanya Namja itu, di name tag nya terdapat nama Min Jaeyong.


Minha menunjuk diri nya, dan Namja itu mengangguk kan kepala nya.


"Annyeonghaseyo, je ireum eun Lee Minha ibnida. Jeo neun Son Kyeolkeong - ahjumma reul dobeo seubnida { saya menolong nyonya Kyeolkeong}." Jelas Minha.


"Jinjjayo, halmeoni?" Kyeolkeong mengangguk.


"Eo? Gamsahabnida, myeoj sal i Ye yo?" Tanya Jaeyong.


"16 tahun. Mianhaeyo, saya harus pergi." Minha memang benar - benar harus pergi.


Ia berlari menuju halte bus, ia menaiki bus nomor 3. Kemudian, saat sampai ia kembali berlari menuju lantai 10. Tentu saja, ia menaiki lift.


Minha membuka pintu, dan benar saja trainee lain sudah memulai pelatihan nya. Minha gugup, bahkan sangat gugup. Tapi, staf yang mengatasi trainee debut menepuk pundak Minha.


"Eoh? Annyeonghaseyo seonsaengnim. Joeseonghabnida, aku terlambat." Minha membungkuk kan tubuh nya.


"Neo? Jinjja babo nya? Untuk apa kau ke lantai 10, kau harusnya berada di lantai 15. Pergilah menuju lantai 15, ruang 2S." Suruh staf itu.


Minha segera menuju lantai 15, ia telah sampai. Ia memandangi ruangan yang hanya berisikan 4 orang itu.


"Ya! Minha - ssi? Cepatlah kemari, kau sangat terlambat." Minha segera duduk di antara yeoja asing dan Naeun.


"Kalian tau? Kalian akan segera debut?" Tanya Jo seonsaengnim.


"Aniyo" Tak ada yang tau.


"Kalian akan tau setelah aku katakan itu, kalian ikuti aku menuju lantai bawah tanah." Mereka semua mengikuti Jo seonsaengnim.


_--_-_-_--_-__--_-_---_-_-____-_--_--_-_-___-_--_—-__--


Mereka berganti pakaian renang, yang telah disiapkan staf BL entertainment. Oh, ini sebabnya mereka diberi tau untuk membawa pakaian ganti.


" Jadi, kalian akan segera debut. Chukahabnida." Sungguh kejutan yang menyenangkan.


Mereka semua senang, termasuk yeoja asing bernama Moon Yoora. Mereka berkenalan tadi, sebenarnya masih ada rasa canggung diantara mereka.


"Seonsaengnim, mengapa kami diperintahkan berenang?" Tanya Yeonhee.


"Kau akan tau dengan sendirinya, geurae aku akan melihat bagaimana kalian berenang." Jo seonsaengnim memang perenang ahli.


Mereka berenang satu per satu, tak ada perselisihan. Kenyataannya, yang paling ahli berenang adalah Moon Yoora.


"Yoora eonni, Jal haesseo." Mina tampak akrab dengan Yoora.


Mina memang dapat terlihat akrab dengan siapapun, berbalik dengan Yeonhee.


"Mungkin kalian harus, Yeongeo baeugi." Jo seonsaengnim tak memberatkan hati Yoora, Mina, Yeon hee, Minha, dan Naeun.


Tak jauh dari kenyataan, sekolah tempat mereka belajar mengajar bahasa inggris. Mungkin sudah dapat ditebak.


 


***추가해***


 


Artikel tentang pendebutan grup baru BL entertainment tersebar, semua orang tau tapi semua wajah member Grup itu dirahasia kan.


***NAVER**


BL Entertainment mendebutkan grup baru siapa saja member nya?


Diketahui pihak BL entertainment telah mempublikasi kan, bahwa mereka akan mendebutkan grup baru.


Dari wawancara reporter Cjeo, Grup itu terdiri dari 5 member yang bernama : Moon Yoora, Choi Mina, Lee Yeonhee, Lee Minha, dan Lee Naeun.


Wajah mereka masih dirahasiakan, dialnsir dari Neew moop wajah mereka adalah kejutan dari debut mereka*.


"Ck, Moon Yoora kau akan disia - siakan. Aku ucapkan Chukahae." Seorang ahjumma tersenyum miris.


Episode 12 selesai.