
Swiss, Nov 2019
"Neomu chuwoyo, mengapa kita tidak melakukan rekaman di Seoul? Seonsaengnim?" Tanya Yoora.
"Hei, Leader. Kau jangan terlalu merengek, kau harusnya menjaga anggota mu. Dan, kalian akan bergabung dengan Black label Amerika, itulah sebabnya kalian berada di Swiss." Jelas Jo Seonsaengnim.
Mereka berjalan menuju vila di pegunungan, bersalju bahkan sangat. Suhu di tempat ini, -12°C. Sangat dingin, mereka mendapat 1 vila dengan 5 kamar. Mereka beruntung, karena seluruh ruangan dilengkapi penghangat ruangan.
1 kamar untuk Jo seonsaengnim, 3 kamar lain nya untuk Minha, Naeun, dan Yoora. Dan, seperti biasa Mina dan Yeonhee selalu berada dalam 1 kamar.
Pk. 7.00 PM
Yoora sebagai leader dari grup itu, membeli makanan dengan berjalan menuju supermarket sejauh 1 km.
Sejauh ini ia merasa kedinginan, ia lupa memakai penutup kepala.
"Apa kau orang korea?" Namja itu memakai kan penutup kepala pada Yoora.
"Maaf, aku tak mengenal mu. Annyeonghi gyeseyo." Yoora meninggalkan Namja itu dan berjalan menuju super market.
Sesaat setelah sampai, Yoora menyadari bahwa ia masih mengenakan penutup kepala milik Namja tadi. Ia memukul kepala nya, dan berharap bertemu lagi dengan Namja tadi.
" Apa kau mencari Do yonsook? Pemilik penutup kepala itu?" Pundak Yoora ditepuk oleh Namja itu.
"Ya! Namamu Do yonsook? Ambillah penutup kepala mu itu. Ga!" Yoora pergi ke dalam supermarket.
Ia mengambil 2 bungkus daging sapi segar, dan 2 botol susu.
Yoora pergi ke kasir dan membayar nya, ia keluar dari supermarket. Ia mengeratkan hoodie nya, di Swiss memang dingin.
" Apa kau orang korea? Bisakah beri tau saya arah ke supermarket terdekat." Ahjumma yang memakai masker itu terdengar memohon, tanpa sadar ia menjatuhkan sebuah bom yang menyerupai kelereng.
"A~ supermarket itu, Ahjumma hanya perlu mengikuti petunjuk arah itu." Yoora mengucap kata yang membuat ia tertahan.
"A~ Gamsahabnida." Senyuman palsu itu ditunjuk kan nya pada Yoora.
Ahjumma itu pergi begitu saja. Seakan memang telah dihitung oleh nya, Bom itu meledak dalam langkah nya yang ke 6.
Tubuh Yoora terhantam ke tanah, darah nya bercucuran.
°°°°°°°°°°° °°°°°°°°°°° °°°°°°°°°°° °°°°°°°°°°° °°°°°°°
"Apa kau menelepon nya?" Tanya Yeonhee pada Naeun yang sedari tadi cemas.
"Bukan kah ia sudah terlalu lama pergi ke luar? Eonni?" Naeun dengan lugu nya menjawab seperti itu.
"Dasar maknae babo, ponsel nya tertinggal di villa." Yeonhee memutar kedua bola mata nya.
"Jo seonsaengnim eodi e gayo?" Tanya Minha.
"Dia bilang ia ada urusan ke kota, sedang mengurus kamera untuk music video kita." Jelas Naeun.
" Mina - ya?" Ujar Yeonhee.
Tak kunjung ada jawaban dari Mina, mereka pergi mencari Mina di sekeliling villa. Ternyata, ia sedang bermain dengan gangaji ( anak anjing).
" Eonni, kau tau Yoora eonni ada dimana? " Tanya Minha.
" Molla, bukankah ia pergi membeli makanan? Eoh, aku ada makanan yang dapat kita masak. Kalian mau aku memasak nya?" Tawaran Mina membuat perut lapar semua nya menjawab ya.
"Chamkkaman, Gangaji ini ku bawa masuk. Ne?" Mina menawar karena ia memberi tawaran.
"Dimana kau menemukan nya?" Tanya Yeonhee.
"Molla, langkah kaki ku tertuntun kemari dengan sendirinya." Jawab Mina dengan lugu.
Semua hanya mengangguk, Mina senang. Mereka tak tau kenyataan tentang Yoora.
Pk. 06.30 AM
"Telah dilaporkan dari warga sekitar pegunungan, seorang gadis yang diketahui berdarah korea meninggal dengan tragis."
"Mari kita dengar kan pengakuan dari saksi mata, Apa anda bisa menjelaskan dengan rinci kejadian itu?"
"Ne, Kurasa korban berhubungan dengan si pembunuh. Aku tak tau siapa nama korban, namun pembunuhan hanya berlangsung dari perbincangan kecil." Do yonsook.
"Aku tak tau apa yang menjadi topik pembicaraan mereka, geundae saat memulai perbincangan pembunuh itu menjatuhkan bom berbentuk kelereng. Selepas itu, bom meledak. Hanya itu yang ku ketahui." Do yonsook mengakhiri perkataan nya itu*.
" Dan, aku menemukan peninggalan korban yaitu sebuah kalung berbentuk x milik nya. Pembunuh memiliki ciri khas, ia memiliki tanda x di kakinya. "Jelas nya kembali*.
Air mata menetes dari pelupuk mata Naeun dan Yeonhee. Manajer langsung dihubungi oleh mereka, Dan jasad Yoora langsung diambil oleh manajer.
Yoora tak memiliki satu pun keluarga, ia hanya hidup sebatang kara semenjak halmeoni nya meninggal.
Berita langsung tersebar menuju Korea Selatan, banyak artikel mengenai Kematian Moon Yoora.
Hari itu berlangsung dengan pemakaman Yoora di Swiss, sangat menyedihkan. Semua menangis, hanya seorang wanita tua yang tersenyum dengan miris nya.
Apa wanita itu keji? Atau pembunuh nya?
Semua konsep yang bahagia tentang musik debut mereka, diubah bernuansa mengenang tetapi tetap bahagia dan bersemangat.
Semua pembuatan video berjalan lancar, rekaman musik pun berjalan lancar. Meski semua itu akan terpublikasi 2 bulan lagi.
Dalam 5 hari lagi, mereka akan kembali menuju Seoul. Meninggalkan Moon Yoora, dan Swiss.
Sepatah kata yang ditunjukkan Yeonhee adalah 'Apa aku tak berharga seperti mu, eonni?'.
Mungkin, Yeonhee berpikir ia tak berharga. Namun, pada kenyataannya ia lebih berharga dari segudang berlian.
Yoora adalah kenyataan pahit, dari hidup Yeonhee.
Seoul, Jan 2020
'Lagu debut Xavierra mengundang 100 juta penonton dalam 2 hari.'
'Apa ini? Puncak chart musik semuanya ditempati oleh lagu debut milik Xavierra.'
'Semua member Xavierra mendapat penghargaan di Melon Awards.'
'Kematian Salah satu member Xavierra, membuat manajer mengubah konsep lagu debut mereka.'
'Yoora, telah dikenang selama nya oleh mereka.'
'Profil lengkap tentang Xavierra.'
Yeobin menscroll layar ponsel nya, ia yak heran Yeonhee menjadi penyanyi. Ia hanya bosan melihat semua berita di tanah air nya itu tentang, Xavierra.
Bahkan ada siaran live tentang Xavierra di 10 channel televisi. Apakah semua orang berpikir tak sama dengan nya?
Berbeda dengan Yeobin, Miya heran dengan salah satu personil grup itu yang tewas karena pembunuhan.
Miya rasa, Pelaku nya sangat mudah untuk ditebak. Hanya pelaku tak meninggalkan jejak sedikit pun.
Lee eunwoo, dia sangat mengapresiasi kesuksesan putri - putrinya. Mereka berhasil tanpa bimbingan, seorang appa.
Air mata menetes, ia terharu dengan perjuangan semua putri nya. Tak heran ia juga menjadi trending topik di Korea Selatan.
100 juta penonton adalah keberhasilan Xavierra dalam hal permusikan. Mereka memang sangat berusaha demi ini semua.
Banyak penghargaan yang mereka menangkan dalam waktu 1 minggu, entah dari presiden, dari youtube atau pun dari ajang penghargaan.
Moon Yoora pasti akan bangga melihat perjuangan mereka, kematian nya bukanlah akhir Xavierra. Semua berjalan lancar, dengan kepedihan di hati.
Tagar love Moon Yoora juga menjadi trending, Xavierra juga berubah menjadi grup internasional.
EPISODE 13 SELESAI.