
Seoul, Okt 2019
" Yeoboseyo!" Mina menerima telepon.
"Mina-ya, bebaskan aku dari penjara ini!" Mina tau betul ini suara siapa.
"Hm, Apa kita saling kenal? Maaf aku tak berniat berbicara dengan orang asing."
"Mina-aa" Daejin ingin bicara.
-tut tut tut..- telepon ditutup sepihak oleh Mina.
Apa Daejin tak punya otak, hal itu terus membayangi Mina. Bukankah wanita murahan itu lebih berharga?
Kopi hangat disajikan oleh Yeonhee , yang dia lihat hanya Mina yang tertawa dengan sendirinya.
"Mina-ya. Wae geurae?" Tanya Yeonhee , dengan pikiran penuh tanda tanya.
" nan, neomu gwaencanha! Daejin menderita dibawah penjara." Jawab Mina.
"eo? Jinjja?" Yeonhee turut senang.
Mereka bukan nya senang atas penderitaan orang lain, tapi bukankah pantas orang seperti Daejin mendapat balasan dari Tuhan?
Good mood sangat mendominasi hari ini, maksudnya hari Yeonhwe dan Mina. Ya, mereka akan bersiap pergi ke kampus.
Mereka membuka pintu dan mendapati suatu kejutan yang membuat perut tergelitik.
"Omo! Yeobin- a kau begitu pantas dengan yeoja itu." Yeonhee tertawa begitu pula Mina.
"Ya! Lepaskan!" Yeobin berusaha melepas pelukan wanita yang diketahui namanya Naeun.
Bukannya melepas, Naeun malah bersujud agar Yeobin menerima dirinya sebagai yeojachingu nya.
"Ya! Ireona, Naeun- a Ireona!" Bentak Yeobin.
"Shireo! Terima aku sebagai yeojachingu mu, oppa!" Minta Naeun atau lebih tepatnya rengek.
"Ya, seorang perempuan yang aneh! Apa kau tak malu? michyeosseo?" Yeonhee dengan santai mengeluarkan kata-kata itu.
"Andwae! Aku hanya ingin bersama Yeobin oppa!" Naeun pun balik membalas Yeonhee.
Mina dan Yeonhee pergi begitu saja, sementara Naeun masih memeluk Yeobin. Oh, yeoja satu ini.
Naeun sebenarnya masih murid sekolah menengah atas, jadi dia belum bisa berpikir matang.
\*
" Seonsaengnim! Apa kita akan menuju rumah sakit di daerah Incheon?" Tanya Jisu, si yeoja yang disebut visual jurusan kedokteran.
"Ne, majayo. Kalian akan mensimulasi kan pelajaran hari ini, dan kalian akan menginap di salah satu penginapan." Jelas Bae Seonsaengnim.
"Jeogiyo! Seonsaengnim, kita menginap berapa hari?" Tanya Lucas.
"3 hari, jadi mari pulang dan bersiap." Jawab nya.
Semua mahasiswa - mahasiswi pulang, begitupun Yeonhee Dan Mina.
Tapi, kejadian tak terduga terjadi. Apa itu? Yeonhee dan Mina ditawarkan pihak BL agensi untuk menjadi trainee.
"Kalian bisa ikuti saya menuju BL agency." Pegawai itu menyuruh mereka.
Beberapa saat berlalu, mereka sampai di tempat itu.
Yeonhee dan Mina dibawa ke ruang CEO BL entertainment, ruang nya benar benar menakjubkan.
Banyak prestasi idol dari agensi itu, mereka bercakap - cakap sekarang.
" Annyeonghaseyo, uri neun chingu ibnida. Jeo neun Yeonhee ibnida." Sapa Yeonhee sambil membungkuk.
"Jeo neun Mina ibnida." Mina melakukannya.
" Bicaralah santai padaku, dan aku ingin kalian menjadi trainee di sini. Kalau kalian menerima permintaan ku, mungkin 5 bulan lagi kalian akan menjadi selebriti terkenal. Dan, ini adalah persyaratan nya." Jelas Byun Lin Ho selaku CEO BL entertainment.
Setelah mereka membaca beberapa saat, mereka berpikir untuk menerimanya. Tapi...
" Sajangnim, kami bisa saja menerimanya tapi ada satu syarat tak dapat kami penuhi.. "
" Tidak, kami bisa menjadi trainee mulai hari ini." Mina menyaut pembicaraan Yeonhee.
"Geurae!" Semua sudah sepakat.
Mina dan Yeonhee keluar dengan nyaman, tapi ada satu yang mengherankan salah satu syarat nya berhubungan dengan Daejin.
"Min? Bukankah kau sudah pernah melahirkan?" Tanya Yeonhee.
"Sebenarnya itu adalah anak dari Nae eonni dengan suami nya, dan aku masih mempunyai harga diri. " Jawab Mina dengan santai.
"Oh, begitu kebenarannya." Yeonhee Tau sekarang.
Hari ini berlalu..
"Ne, seonsaengnim! Kami hanya bisa sampai sini." Jelas Mina.
"Baiklah. Semoga kalian berhasil, paiting." Bae Seonsaengnim menyemangati dua orang itu.
Mereka mengangguk, dan segera pergi. Oneul eul, mereka akan wawancara. Mereka sungguh menghela napas karena takut salah ucap kata.
Mau apa lagi? Mereka akan menghadapi nya sekarang, karena mereka sudah berada di ruang tunggu BL Entertainment.
"Ne, kalian segera ke ruang pelatihan tapi yang bernomor S-100." Jelas pegawai BL Entertainment.
Mereka mengangguk, dan menuju ruangan itu. Ruangan nya cukup megah dan mewah, berisikan alat musik, microphone dan lainnya.
Sekarang mereka akan mulai wawancara, dimulai dari Yeonhee. Meski gugup Yeonhee tau bahwa dia bisa melakukannya.
"Annyeonghaseyo, Je ireumeun Yeonhee Ibnida. Jeo neun konkuk hag saeng Ibnida." Awal yang bagus oleh Yeonhee.
"Berapa umur mu, saya sangat penasaran. Karena, kau sangat tinggi dan wajah mu sangat muda." Tanya staf.
"Umur saya 18 tahun, saya berkuliah di konkuk university jurusan kedokteran. Bila anda menyuruh saya menunjukkan bakat saya akan menunjukkan nya, gamsahabnida." Ucap Yeonhee dengan sangat antusias nya.
"Oh, untuk penunjukan bakat nanti mari kita uji. Dan, sekarang Mina - ssi silahkan perkenalkan diri anda." Suruh staf itu lagi.
"Geuraeyo!" Mina maju dan membungkuk.
"Annyeonghaseyo, je ireumeun Mina ibnida. Saya berumur 18 tahun , Nae chingu cheoreom. Gomapseubnida." Kata-kata yang ingin Mina ucapkan telah dilontarkan nya.
"Apa kau bisa tak menunduk karena malu? Dan, apakah kau Daejinui yeojachingu?" Tanya staf.
"Dia sudah menghilang dari kehidupan saya, selama nya. Dan saya akan mengubah postur saya. Terima kasih." Jelas Mina.
Mengingat Daejin membuat pikirannya kacau, bahkan ia membuang semua kenangan suram nya dengan Daejin .
"Oh, baiklah. Kalian silahkan pergi ke ruangan di balik pintu itu." Kata staf itu.
Yeonhee dan Mina segera pergi ke tempat itu, dan hal mengejutkan terjadi.
"Ya! Kenapa kau ada disini, Wae?" Yeonhee menanyainya.
"Tak mungkin kau trainee disini ?!" Yeonhee dan Mina tertawa.
"Tak mungkin apanya? Aku trainee selama 5 tahun disini!" Jelas Naeun yang membuat mata dua sahabat itu terbelakak.
Nama Minha disebut membuat Yeonhee memikirkannya. Tapi, tak ada pesan satu pun yang Minha kirim ke Yeonhee .
"Geuraeyo! Yeonhee - ssi silahkan bernyanyi. Dan, Mina - ssi kamu bernyanyi setelah Yeonhee ." Ujar si pelatih.
Yeonhee melantunkan lagu goodbye summer milik D.O EXO, dia menyanyikan nya dengan penuh penghayatan.
Bahkan, membuat mulut Naeun ternganga. Disela dia bernyanyi, Minha adiknya datang. Sungguh kejadian tak terduga.
Yeonhee berhenti bernyanyi, tak kuat menahan tangis. Ia menangis dan berjalan menuju Minha.
"Minha -a, mengapa kau tak mengirimi ku pesan satu pun? Aku sungguh merindukanmu, nan neo jinjja bogisipeun." Sambil memeluk Minha.
"Eonni? Apa aku perlu mengatakannya?" Tanya Minha .
"katakan! Semuanya, apapun silahkan." Suruh Yeonhee .
"Eonni, Eomma sungguh tak menyesal kau pergi dari rumah. Dan, aku pun meninggalkan nya sendirian. Aku menjalani training camp disini, jadi aku meninggalkan sekolah juga."
"Aku sudah menjadi trainee sejak 5 tahun yang lalu, dan akan debut bersama chingu ku ini." Jelas Minha.
"omo! Kau berteman dengan anak ini? Dan kau selalu pulang terlambat karena menjalani training...?!" Yeonhee melepas pelukan nya.
"Eonni dia adalah chingu ku sejak sekolah dasar. Dan, aku audisi dan menjalani hidup bersamanya. Joesonghabnida, aku tak memberi tau eonni." Keluh Minha .
Tanpa mereka sadari, Mina telah maju san yang mendengar nya hanya pelatih. Apa kalian tau? Naeun pingsan karena terkejut suara nya kalah merdu dari 2 eonni yang baru saja menjadi trainee.
" Suara kalian sangatlah merdu dan stabil. Dan, setelah aku melihat video dance kalian CEO perusahaan ini memang tak salah pilih." Ujar atau bahkan pujian dilontarkan sang pelatih.
"Ne, gamsahabnida seonsaengnim." Ucap Yeonhee dan Mina bersama.
"Naeun -a, neo gwaencanha?" Tanya Minha, khawatir.
"Aku sungguh tidak baik-baik saja. Mungkin butuh pelukan Yeobin oppa!!" Khayal Naeun.
Tak ada yang mendengarkan dirinya, semua orang menuju kantin. Untuk makan, diet Challenge .
Meski, ideal tetap saja semua ikut diet. Ini, selalu dilakukan para trainee.
Perjalanan ke kantin, begitu biasa saja. Tak ada yang menarik, kecuali area pepohonan yang rindang.
Kantin di tempat ini, sungguh mewah. Namun, semua makanan berupa sayuran dan makanan sehat. Tak ada makanan cepat saji.
\_
Hari ini adalah perjalanan ke Incheon, udara di Incheon lebih dingin dari Seoul. Setiap mahasiswa dan mahasiswi mendapat kamar yang berisi 2 orang, Yeonhee dengan Mina.
Penginapan, tak terlalu jauh dari rumah sakit itu. Semua berberes, dan sebenarnya perjalanan menuju Incheon diantar oleh kereta.
Pensimulasian materi kuliah dimulai pukul 10.30 waktu korea. Sekarang, Yeonhee dan Mina bersama murid lainnya menuju rumah sakit itu.
"Eo? Anyeong eonni! Ingat aku? Ada Nathan oppa, kah? Nan neomu Yeobin oppa bogosipheo..." Naeun muncul tiba-tiba, dengan menepuk pundak Mina.
Tak disangka ia memeluk Mina, sungguh Yeonhee merasa jijik melihatnya. Seperti, anak kecil.
"Ya! Kenapa memeluk tiba-tiba? Apa kau waras? Bukankah kau tak suka pada kami? Haisss, aneh!" Mina angkat bicara.
"Otakmu terbalik? Apa kau mau bersahabat dengan kami? Apa tak malu kalau kau bersahabat dengan kami? Kami adalah pecundang, kau tau?" Ucap Yeonhee penuh penekanan.
"Ani, aku tau kita akan debut dan hidup bersama. Jadi, aku mau bersahabat dengan kalian.. Jebal!" Aegyo Naeun muncul.
"Geurae! Uri Chingu!" Mina dan Yeonhee membalas dengan tatapan pasrah.
"Eonni!" Panggil Naeun.
"Wae Geurae?" Tanya Mina.
"Kalian ditinggal rombongan, kalian harus berlari! Ppali!" Naeun menunjuk bahwa tak ada lagi orang atau rombongan universitas.
"Omo, Mina-a ppali! Annyeong Naeun -a!" Ucapan selamat tinggal dari Yeonhee membuat Naeun menunduk kesal.
"Ani! Aku mau ikut.!" Naeun tak ingin pendekatan nya gagal.
"Eoddeoge? (어떻게) semoga Bae seonsaengnin tak marah, dan sebaiknya kau menyamar sebagai orang yang akan mengunjungi pasien." Mina Berpikir keras.
"Ne, eonni." Naeun menurut pasrah, untuk pendekatan.
Rumah sakit ini menanjak, rasanya sejuk dan dingin. Angin tak terlalu bertiup, namun sebentar lagi akan musim dingin. Terlalu banyak pohon di rumah sakit ini.
"-aa- mwoya? Mereka sudah sampai disana. Uri? "
" Gwaencanha eonni! Ppali."
"Yeonhee - a? Kau sedang apa ? Dari tadi kau mengecek kanan dan kiri." Mina merasa aneh dengan Yeonhee.
Yeonhee tak tau ada yang merasa aneh dengan nya. Padahal, dia hanya menikmati udara disini dengan santai.
"eo? Nan gwaencanha!" Ujar Yeonhee santai .
Mereka melanjutkan perjalanan, menaiki lift menuju lantai 4. Menuju ruang simulasi, dan mencoba materi.
"Aku tak mau!"
"aaaa- apo." seorang lelaki tua jatuh, tak diketahui namanya.
Dia terjatuh dari kursi roda nya, dan menunjukkan wajahnya yang sudah berkeriput.
Yeonhee terlalu shok melihat wajah familiar di depannya.
'Nae abbeoji, omo nan seulpeunyo.' ujar Yeonhee dalam hati.
" Abbeoji?" Tanya Yeonhee pada laki-laki itu.
"Nuguseyo?" ucapnya.
"Abbeoji? Nan Lee Yeonhee, neo, apa kau tak mengingat diriku?!" Ungkap Yeohee.
"Yeonhee?" lelaki itu tampak bingung.
" Naeun -a, yeogi! Appa butuh bantuan." Naeun adalah anaknya.
"Ne, abbeo.." Naeun disingkir kan oleh Yeonhee .
Naeun terjatuh, Yeonhee tak peduli apakah dia kesakitan atau tidak.
"Appa! Aku akan membantumu. Aku anak appa, dari Miya. Istrimu!" Yeonhee menangis.
"Aku tak tau apa maksudmu???" ucap nya.
"Andwae, dia adalah abbeoji ku!" Protes Naeun.
"Apa maksud mu Naeun - a?" Yeonhee heran...
Penuh keheranan, tak tau maksud satu sama lain, dan siapakah lelaki itu?
**EPISODE 10 SELESAI.
BERLANJUT EPS 11...
감사합니다**.