A Million Memoria

A Million Memoria
CARE TO ME..



Seoul..


Okt, 2019


"A~ Ck ~ Mwoya?! Dasar memang merepotkan!" Gerutu Yeonhee. Ya, sebenarnya ini memang hukuman untuknya jadi gak ada gunanya menggerutu.


Sangat jelas itu merepotkan, karena banyak sampah organik dan anorganik. Huft, bau sangat bau.


Yeonhee dan Mina bukanlah anak yang lebay dan alay. Malah, mereka jijik dengan cewek yang seperti itu.


Jaman sekarang pikiran Namja tak ada yang maju. Dikarenakan memilih pasangan dengan kriteria yang 'Alay, ambigu dan manja, tak lupa cantik juga body goals'.


"Ya! , bwa ga { lihat}. Mereka hanya dapat berpikir satu langkah dan tak ada kedewasaan." Kata Mina sambil miris pada orang seusia nya.


"Mungkin dimasa lalu kita adalah pemimpin, bukan seperti mereka yang hanya rakyat biasa. Tak punya pemikiran maju." Respon Yeonhee


'*Sunbaenim, kau tak hanya tampan tapi juga sangat perhatian, Sunbaenim yeokshi.... !'


'Sunbaenim, aku tak ingin dihukum. Meski aku melakukan 1000 kesalahan kau harus memaklumi nya. Saranghaeyo!.'


'Nan,... Nan.. Nan.. ? ARMY, BLINK, ONCE, EXO-L, BUDDY, REVELUV, VIP*!!!'


'Joeseonghabnida! Joeseonghabnida! Joeseonghabnida! Joeseonghabnida! Mungkin penampilan ku buruk hari ini. Drama hotel del luna begitu menyedihkan, saya sangat terharu. Jadi saya menangis, mohon semangat untuk saya. Uljima! '


Tidak disadari, sedari tadi Nathan mengamati mereka. Bahaya, Mulut Yeobin Sudah gatal untuk menceramahi mereka.


 


\-**CARE TO ME** \-


 


"Ucapan tak berguna mu itu, hanya kau layangkan pada kami? Mulut mu itu penuh dengan hal tak berguna? Arasseo? Dasar bodoh!" Ujar Yeonhee.


" Minhae! Sunbae, kami minta maaf karena ketidak disiplinan kami, itu semua salah aku." Ungkap Mina.


Nathan yang Terbawa suasana sampai lupa bahwa ia adalah Sunbae bagi mereka. Apa yang biasanya Sunbae lakukan untuk hoobae mereka? Yap, harus mencontohkan yang baik untuk hoobae nya.


"Jeongmal? Kau yang melakukannya?" Tanya Nathan.


"Ne, wae? kau mau marah?" Tanya Yeonhee dengan kesal.


"Aniyo, permisi!" Jawab Yeobin.


Yeobin pergi dengan raut wajah yang biasa saja. Sementara Yeonhee hanya mengoceh tidak jelas.


"Aku tau alasan dia tak marah, tapi aku tak ingin bersikap negatif. " Kata Yeonhee dengan santai.


"Aniyo, menurutku hanya cuek saja." Ujar Mina yang tak sepemikiran dengan Yeonhee.


Mereka mulai membereskan tempat itu, sangat merepotkan. Banyak sekali tanda tangan dan Hangeul di tembok taman.


 


\- **A M I L I O N M E M O R I A** \-


 


Selang beberapa jam pekerjaan itu selesai dan ternyata tak butuh waktu banyak. Sekarang mereka bisa pulang dan tidak susah payah untuk menginap.


"Mian, Aku harus pulang sekarang ! Anyeong !" Pamit Yeonhee pada Mina .


Wuuh, rasanya lelah bila harus jalan kaki. Tapi , mau tak mau ia harus jalan kaki menuju rumah nya.


'Kruuuuk Kruuuuk' bunyi apa ini, oh ternyata bunyi perut Yeonhee .


Mengetahui bahwa ia lapar, ia menuju mini market untuk membeli ramen instan. Setibanya disana Yeonhee langsung membeli ramen instan dan menyaji nya.


Yeonhee duduk di kursi luar mini market itu. Seva memakan ramen nya dan akhir nya ramen nya habis. Setelah kenyang sungguh! Rasanya malas untuk jalan kaki.


Kebetulan atau keberuntungan telah berpihak pada Yeonhee. Meski ini terlihat berat namun, biarkan saja Seva dicap yeoja tak tau malu.


'Bruuk' Yeonhee duduk di mobil Yeobin. Tiba-tiba Yeobin yang merasa ada yang menumpang pada motornya menoleh ke belakang.


"Turun!" Suruh Yeobin.


"shireohabnida, sumbaenim bertopeng !" Ucap Yeonhee , kemudian Yeobin pun menancap gas Mobil.


Jl. Sachin


"Kurasa kau mendapat SIM karena membayar petugas nya bukan? Kau sungguh tak pandai mengemudi!!!" Ejek Yeonhee pada Yeobin sehabis, Yeobin membawa Mobil dengan oleng.


Bukannya mendengar Yeonhee, Yeobin malah semakin cepat. Dan, akhirnya tibalah di perempatan dekat rumah Yeonhee. Yeobin memberhentikan motornya.


"Turun, jangan ikuti aku lagi." Bentak Yeobin tak membuat Yeonhee takut.


"Um, Gomawo! Kau harus mendapat SIM yang asli, arasseo? ." Ucap Yeonhee, dia tau apa yang harus ia lakukan.


"Eoh? Kau bisa bilang Gomawo , tapi kau tak sopan pada sunbae mu ini, sopanlah sedikit." Kata Yeobin agak kasar ke Yeonhee.


Yeonhee tidak mendengankan nya, malah ia sudah masuk rumah sedari tadi. Apa yang ia katakan barusan hanyalah perkataan palsu.


Yeonhee tak peduli! Mau Yeobin itu tampan, baik, pintar, sopan, kaya, dan supel. Hanyalah kepalsuan dari Yeobin.


 


\*


 


Mina sudah sampai dirumah sedari tadi, dan betapa terkejutnya Mina. Ia menemukan ada Daejin dan Yuna di rumah peninggalan orang tuanya.


Mereka sedang tidur disini atau lebih tepatnya melakukan dosa? Orang seperti mereka pasti di kehidupan masa lalu nya orang payah yang tak dapat berpikir jauh.


"Enyahlah, kalian pergi sini!" Bentak Mina yang menyaksikan mereka sedang tidur .


"Dasar pria tak tau diri dan wanita murahan!" Ucap Mina karena ia merasa sangat kesal.


Menangis, hanya itulah yang bisa dilakukan Mina. Bisa saja ia bunuh diri, namun ia sudah berjanji pada anaknya.


"Hentikan itu! Cukup membuat ia menangis." Kata seseorang.


Siapa itu?


EPISODE 8 SELESAI.