A Live

A Live
Chapter 37



Brumm


Brummm


Brummmm


Suara mobil yang membelah jalanan Konoha dengan kecepatan diatas rata rata,bahkan si pengemudi menghiraukan semua orang yang sedang marah marah terhadap dirinya dan dia tidak peduli akan hal itu,sekarang ini ada hal penting yang harus dia urus dan bicarakan dengan kakaknya secepat mungkin


Ckiit


Suara mobil yang direm mendadak menggema diparkiran perusahaan Hyuga Corp,setelah menghentikan mobilnya dia langsung keluar dari mobil dan menutup pintu mobilnya setelah dia berada diluar,setelah menutup pintu mobil dengan cepat dirinya bergegas pergi menuju lantai tiga dimana ruangan kakaknya berada


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kakinya menggema diperusahaan itu,sekarang dirinya sudah berada didekat life,dia memencet tombol buka dan pintu life pun terbuka,setelah pintu life terbuka dia langsung masuk dan memencet tombol angka tiga,kemudian pintu life menutup kembali,life perlahan lahan naik keatas menuju lantai tiga yang dia tuju


Ting


Suara pintu life yang berdenting tandanya dia sudah sampai dilatai tiga,dia langsung keluar dari dalam life dan berjalan menuju ruangan kakaknya yang beberapa langkah dari arah life,setelah sampai didepan pintu ruangan kakaknya,tanpa permisi dia langsung membukanya dan membuat orang yang ada didalam terkejut karena kaget


"Yak Shion kalau mau masuk ketuk dulu pintu,jangan main buka aja bikin orang jantungan saja" ujar Neji kesal,sungguh Neji sangat terkejut saat Shion dengan seenak jidatnya membuka pintu dengan keras,untung dia tidak memiliki penyakit jantung


"Ehehe,maafkan aku " Shion hanya cengengesan dan meminta maaf kepada Neji,karena dia sudah membuat kakaknya terkejut,tapi sungguh tadi Shion sedang buru buru ingin segera bertemu dengan Neji dan mengatakan segala hal kepada Neji,tapi dia malah dapat amukan dari Neji,walaupun tidak seperti amukan singa jantan yang sedang memperebutkan wilaya kekuasaan nya


"Hah" Neji menghela nafas sejenak


"Jadi ada urusan apa kau kemari,sampe sampe ingin merusak pintu ruangan kantorku" sambung Neji,Shion saat mendengar pertanyaan itu dari Neji langsung mendudukan dirinya disofa dan tidak lupa menutup pintu agar tidak ada yang mendengarkan apa yang mereka berdua katakan


"Neji-ni aku sudah menanyakan keberadaan Hinata kepada Himeka" Shion mulai berbicara,Neji yang mendengar nama Hinata, langsung menghampiri Shion dan mendudukan dirinya disofa yang sama dengan sang adik


"Benarkah" tanya Neji antusias,terpancar jelas kebahagiaan dimanik mata amethysnya itu


"Iya Neji-ni tapi___" Shion menjeda ucapannya,dia bingung untuk meneruskannya,karena Shion yakin jika dia meneruskan ucapannya Neji akan merasa sedih dan Neji yang melihat keragu raguan Shion langsung menenangkannya


"Katakanlah aku tidak akan marah padamu" ujar Neji lembut


"Hiks hiks hiks" dan hanya isakan tangislah yang keluar,sungguh Shion masih sangat sedih saat mendengar perkataan Himeka tadi saat dikoridor sekolah


Neji terkejut saat melihat Shion menangis,dengan cepat dia memeluk Shion untuk menenangkannya,dia merasa kasihan melihat Shion yang menangis seperti ini


"Sudah Shion jangan menangis,aku ada disini jadi ceritakanlah apa yang Himeka katakan padamu" ujar Neji sambil mengelus punggung Shion yang bergetar karena menangis


"Dia hiks bilang hiks kalau hiks dia tidak hiks tau kalau hiks Hinata hiks berada dimana" balas Shion masih sesegukan


"Dan hiks dia juga hiks mengatakan hiks padaku hiks kalau Hinata hiks sudah tenang hiks dialam sana " sambung Shion,Neji yang mendengar perkataan Shion terkejut


"Tidak mungkin,aku yakin informasi yang Utakata katakan tidak mungkin salah,dia pasti sengaja mengatakan hal itu agar kita tidak mencari keberadaan Hinata" balas Neji


"Aku juga berpikiran sama dengan Neji-ni,aku yakin dia berbohong padaku,bukankah Utakata-san mengatakan bahwa mereka tinggal serumah" ujar Shion,dia sudah merasa tenang, karena elusan tangan Neji dipunggungnya,dia juga sudah tidak sesegukan lagi seperti beberapa saat yang lalu


"Seperti yang kamu katakan mereka tinggal serumah,sekarang kita hanya harus mencari kediaman Himeka dan membuktikan bahwa Hinata masih hidup"


Neji juga merasa bahwa Hinata pasti masih hidup dan tinggal dengan Himeka,karena Utakata tidak mungkin berbohong padanya,laki laki itu sudah bekerja kepada Hyuga selama 5 tahun,jadi dia sangat terpercaya dan tidak akan pernah menghianati Hyuga


.


.


.


.


Suara selimut yang disingkirkan dari tubuhnya terdengar didalam kamar itu


"Hoaam" Kensuke menguap,dia masih merasa ngantuk, tapi setelah dia melihat jam weker yang ada dinakas menunjukan pukul 18.30 itu artinya dirinya harus segera pergi kekediaman Haruno dan menjemput gadis pinky itu dan membawanya ke Mansion The Rokie


Kensuke langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi,dia mengambil handuk putih yang menggantung didepan pintu,dia langsung memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya


Beberapa menit kemudian Kensuke sudah selesai dengan acara mandinya,Kensuke berjalan menuju lemari besar yang ada disana,setelah dia sampai didepan pintu lemarinya,dia langsung membuka pintu lemarinya dan memilih pakaian yang akan dia kenakan hari ini dan pilihannya jatuh kepada celana jins yang pendeknya selutut berwarna hitam dan baju kaos berwarna putih berlengan pendek,tidak lupa dia juga mengambil jaket lepisnya


Kensuke mulai memakai pakaian dalamnya dan juga pakaian yang sudah dia pilih tadi,setelah dia sudah memakai pakaiannya,dia berjalan menuju kearah meja rias disana ada kaca besar yang memperlihatkan bayangan dirinya,dia mengambil hair drayer untuk mengeringkan rambutnya didepan cermin


"Dilihat lihat ternyata aku memang keren dan tampan jika jadi laki laki" monolog Kensuke dan sedikit narsis,untung saja disini tidak ada Himeka,kalau saja gadis itu mendengarkan apa yang dia katakan,Kensuke yakin kalau gadis itu akan memutar bola matanya malas dan mengejeknya dan Kensuke sangat tidak suka akan hal itu


Kensuke sudah selesai mengeringkan rambutnya dia langsung pergi keluar kamar dan tidak lupa menutup pintu kamarnya,dia berjalan menuruni anak tangga satu persatu dan setelah sampai dianak tangga terakhir dia berjalan menuju ruang tamu dimana disana ada sebuah lemari besar yang berisi berbagai kunci mobil dan motor sport kesayangannya,dia memilih salah satu kunci yang menggantung dan pilihannya jatuh kepada kunci motor sport berwarna merah


Kensuke baru juga beberapa langkah dari arah lemari, dia dikejutkan dengan suara seseorang yang tidak disadari keberadaannya


"Ken" ujar orang itu mengagetkan Kensuke


"Yak Shikamaru kenapa kau ada disini dan kau mengagetkanku hampir saja aku jantungan" kesal Kensuke dan Shikamaru hanya terkekeh mendengarnya


"Khehehe___maafkan aku,lagi pula kenapa kau tidak melihat keberadaanku,ah apa kau terlalu fokus memilih berbagai kunci hmmm" balas Shikamaru dan juga bertanya


"Yah begitulah,jadi ada apa" Kensuke langsung menghampiri Shikamaru yang sedang duduk disofa,dia juga mendudukan dirinya disofa yang sama dengan Shikamaru


"Ada yang ingin kusampaikan"ujar Shikamaru


Kensuke yang mendengar perkataan Shikamaru mengernyit heran,apalagi melihat laki laki tukang tidur itu menatapnya dengan serius


"Katakanlah "


"Apa kau tau kalau Matsuri juga terlibat dengan masalah ini" tanya Shikamaru dan ya orang yang sejak tadi merekam semua perkataan Matsuri mengenai penyesalannya itu adalah Shikamaru,sungguh Shikamaru sangat kesal dan sangat ingin mencekik Matsuri,dirinya tidak pernah menyangka bawha Matsuri juga terlibat dalam masalah ini dan lebih parahnya lagi gadis itu adalah Sahabat Kensuke aka Hinata


"Apa maksudmu Shika" tanya balik Kensuke bingung


"Aku takut kau tidak percaya padaku, jadi aku merekam semua apa yang dia katakan pada dirinya sendiri" balas Shikamaru,dia langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda pipih berwarna hitam,benda pipih itu adalah ponsel Shikamaru


.......


.......


.......


.......


...Tbc...


...***Selesai...


...Selasa, 12 April 2021...


...Jam : 11.49...


...Dipublikasikan*** : Jam : 21.43...