
Ciuman itu berakhir kerana mereka berdua kekurangan pasokan oksigen,napas mereka berdua memburu
"Hah hah hah" Sasuke langsung menempelkan dahinya dengan dahi Hinata
"Hinata" ujarnya
"Iya Sasuke-kun " jawab Hinata
"Aku mencintaimu,maukah kau menjadi kekasihku" tanya Sasuke lagi
Hinata,dia sedang memikirkan kata kata Sasuke yang menyatakan perasaan kepadanya,sungguh ini diluar dugaannya,apa yang harus dia lakukan,Hinata benar benar bingung harus menjawab apa
Apakah dia harus percaya dengan apa yang Sasuke katakan,apakah Sasuke benar benar sudah mencintainya atau hanya mempermainkannya saja,tapi setelah melihat tatapan dari mata onix Sasuke,dia tidak menemukan kebohongan disana yang dia temukan hanya kesungguhan laki laki yang ada dihadapannya sekarang ini
Hinata memilih untuk menerima Sasuke dengan anggukannya dan Sasuke yang mendapat jawaban pasti dari Hinata langsung memeluknya
"Bagaimana kalau hari ini kita pergi kencan Hime" tanyanya
"Eh etto ha'i " jawab Hinata dengan pipi yang merona merah
"Ayo kita pulang,aku akan mengantarmu" ujar Sasuke lagi,lagi lagi Hinata hanya meng iyakan ajakan Sasuke
"Cih sudah kuduga ternyata dia masih mencintai ku,kau benar benar terlalu naif Hinata" batin Sasuke
Hinata benar benar tidak tau niat terselubung Sasuke terhadap dirinya,karena saat ini Hinata hanya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dia duga,Setelah sampai diparkiran Sasuke menyuruh Hinata agar masuk kemobilnya dan duduk didekat kemudi dan Sasuke yang menyetirnya dan beruntung hari ini Hinata hanya menumpang di mobil Shion dan bukan mobil miliknya
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di gerbang mansion Hyuga,Hinata langsung turun dari mobil Sasuke,karena dia terlalu malu dan juga canggung sedangkan Sasuke yang melihat tingkah Hinata hanya terkekeh
"Nanti malam aku akan menjemputmu " ujar Sasuke
"Ha'i aku akan menunggu mu Sasuke-kun "
"Baiklah aku pulang dulu Hinata dan jam 7 malam nanti kau harus sudah bersiap ya"
"Oke "
Setelah itu Sasuke menyalakan mesin mobilnya kembali dan melaju pergi meninggalkan kediaman Hyuga,Hinata yang merasa sangat bahagia dia bersenandung kecil dan mulai masuk kedalam rumah nya,Hinata berjalan dengan sesekali berjingkrak bahagia dan itu membuat orang orang yang ada di mansion Hyuga mengernyit heran
"Oi Hinata,kau sedang karasukan setan mana nih" tanya Neji yang kebetulan dia ada diruang tamu bersama dengan Hanabi dan juga Shion sedangkan Hiashi dan Hikaru entah berada dimana
"Ck kau tidak bisa melihatku bahagia ya" tanya Hinata sebal kepada kakaknya itu
"Ne Hinata kau jangan salah paham dulu dengan Neji-ni,tapi dilihat dari manapun kau terlihat sedang senang dan kau sangat mengerikan jika saat melihatmu jingkrak jingkrak kegirangan seperti itu" timpal Shion sedangkan Hanabi hanya terkekeh geli melihat tingkah laku kakaknya yang sangat jarang seperti itu
Hinata yang mendengar jawaban Shion hanya mengerucutkan bibirnya lucu dan itu membuat gemas orang orang yang melihat nya
"Sudahlah tidak baik kalau ngobrol sama yang ngejomblo" sewot Hinata
"Oi apa maksudnya perkataanmu itu Hinata" tanya Shion dan Neji berbarengan
"Eit jangan salah Hinata-ne kalau aku gak jomblo" timpal Hanabi
"APA" teriak ketiganya bersamaan sangking terkejutnya,sejak kapan bocah tomboy seperti Hanabi punya pacar
"Memangnya ada yang mau jadi pacar mu Hana-chan" tanya Shion
"Tentu saja"
"Aku tidak percaya mana ada yang mau pacaran sama gadis tomboy dan kasar sepertimu Hanabi " ujar Hinata watados sedangkan Hanabi mendelik tajam dan mendengus kesal
"Terserah" ujarnya dan melengos pergi entah kemana sedangkan ketiga kakaknya hanya tergelak tertawa karena berhasil menggoda Hanabi dan membuat gadis itu marah
"Kalau begitu aku kekamar dulu" ujar Hinata dan pergi meninggalkan ruang tamu
.
.
.
.
Jam 19.00 tepat Hinata sudah bersiap dia memakai dress yang panjangnya hanya selutut berwarna blue dark,karena pada dasarnya Hinata sangat menyukai warna itu bahkan ponsel dan tasnyapun memiliki warna yang sama
"Wow kau rapi sekali Hinata,kau mau kemana" tanya Neji sedangkan Hinata terlonjak kaget karena mendapati Neji tiba tiba ada disebelahnya dan bertanya,kakaknya ini kenapa selalu membuatnya jantungan sih
"Kyaa sadako " teriak Hinata replek karena terkejut
"Ck cowo setampan ini kau bilang sadako yang benar saja Hinata" kesal Neji
"Salah sendiri main nonghol aja kaya hantu"
"Kau...tit titt titt" ucapan Neji terpotong oleh suara klakson mobil dari luar,Hinata bergegas pergi keluar tapi sebelum itu dia berpamitan dulu kepada sang kakak
"Nisan aku pergi dulu"
"Hei Hinata tunggu" teriak Neji tapi Hinata sudah pergi keluar rumah dan menghampiri sebuah mobil mewah sepertinya adiknya itu mau pergi kencan
Hinata langsung memasuki mobil Sasuke dan Sasuke langsung tancap gas mobil itu melaju membelah kota Konoha,hari ini adalah hari pertama mereka berkencan jadi mereka tidak tau harus pergi kemana
"Kau ingin pergi ke suatu tempat Hime" tanya Sasuke
"Baiklah bagaimana kalau kita makan malam direstouran Italia" saran Sasuke
"Jika itu kemauan Sasuke-kun aku akan ikut"
"Baiklah kita kesana" pinal Sasuke
beberapa menit kemudian mereka sudah sampai direstouran Italia yang dimaksud oleh Sasuke,Hinata dan Sasuke turun dari mobil dan mulai berjalan menuju pintu restouran itu,Hinata terkagum dengan restorannya sungguh interiornya sangat mengagumkan dan juga elegan
Mereka berjalan menuju ruangan VVIP yang merupakan ruangan khusus bagi pelanggan yang ingin menghabiskan makannya dengan keheningan yang menenangkan untuk mereka
Hinata dan Sasuke menduduki kursi mereka masing masing dan memesan menu makanan yang ada di restouran itu,setelah beberapa saat menunggu akhirnya pesanan mereka datang dan mereka makan tanpa bicara
"Ittadakimasu" ujar keduanya berbarengan
Setelah selesai makan mereka masih berdiam diri dan larut dengan pikirannya masing masing
"Sasuke-kun " Hinata mengeluarkan suaranya dan memecahkan keheningan yang melanda mereka berdua
"Hn ada apa" tanya Sasuke balik
"Ano,aku ingin bertanya apa yang Sasuke-kun katakan tadi disekolah sungguhan" tanya Hinata hati hati
"Ada apa kenapa menanyakan hal seperti itu,apa kau tidak percaya denganku Hime" tanya Sasuke
"Ie hanya saja ini sangat mendadak lagipula aku memang tidak percaya dengan apa yang kamu katakan"
"Kenapa kau berpikiran seperti itu"
"Karena aku sudah 2 tahun mengejar cintamu Sasuke-kun tapi kau selalu menghina dan juga memakiku dan bahkan kau terang terangan bermesraan dengan Sakura" timpal Hinata
"Soal itu maafkan aku,aku sungguh sungguh dengan perasaanku Hime,aku bahkan baru menyadarinya ketika kau tidak lagi menghampiriku jika saat kau melihatku ada dihadapanmu" jawab Sasuke panjang lebar
Hinata hanya tersenyum tulus kearah Sasuke,kemudian berdiri
"Terimakasih Sasuke karena kau sudah mau mengatakan hal itu dan membuatku bahagia hari ini,tapi maaf aku tidak sebodoh yang kau kira"
"Hinata apa maksud perkataanmu" tanya Sasuke lagi mulai waswas
"Khehehe" Hinata terkekeh
"Kau pikir aku akan terjerat dengan pesonamu lagi Sasuke jangan percaya diri dulu,Kau pikir aku ini bodoh saat kau menyatakan cinta dikelas tadi jelas jelas itu semua bohong "
"Hinata "
"Kau hanya menjadikanku barang taruhanmu dengan teman temanmu,apakah aku masih mencintaimu atau tidak, jika iya aku mencintaimu maka aku akan menerimamu bukankah begitu Sasuke "
"Ck yang kau katakan memang benar lagi pula mana sudi aku berpacaran denganmu karena aku hanya mencintai Sakura"
Deg
Sakit rasanya sangat sakit saat mendengarnya sendiri dari mulut Sasuke bahwa apa yang laki laki itu lakukan tadi sepulang sekolah adalah kebohongan,kenapa kenapa Sasuke sangat tega kepadanya,apa salahnya sampai sampai Sasuke menjadikannya barang taruhan
Darimana Hinata tau bahwa apa yang Sasuke lakukan adalah sebuah kebohongan dan menjadikannya taruhan,berterimakasihlah kepada Naruto yang super cerewet dengan gampangnya mengatakan bahwa dia dan para sahabatnya yang lain membuat taruhan itu kepada Sai dan Sai yang mendengar hal itu sangat marah tapi dia tidak bisa berbuat apa apa kecuali memberitahu Hinata niat busuk para sahabatnya itu
"Tapi bagaima kau tau apa yang kulakukan adalah kebohongan" tanya Sasuke dingin dan juga penasaran,padahal dia berakting cukup bagus
"Kau tidak perlu tau aku tau darimana,apa sekarang kau puas karena sudah menjadi pemenang taruhan"
"Tentu saja" balas Sasuke tanpa bersalah
"Khehehe" lagi lagi Hinata terkekeh kenapa dirinya begitu bodoh seperti ini,tapi kalau boleh jujur Hinata bahagia walaupun Sasuke hanya menjadikannya barang taruhan saja
"Kalau begitu selamat karena kau sudah memenangkan taruhannya" ujar Hinata dan beranjak dari duduknya,Hinata pergi meninggalkan restoran itu sedangkan Sasuke hanya memandang punggung Hinata dengan tatapan yang sulit diartikan
.......
.......
.......
.......
.......
...Tbc...
...***Selesai...
...Jum'at, 26 Februari 2021...
...Jam : 14.07...
...typo bertebaran, akan direvisi jika sudah tamat...
...Dipublikasikan : Jum'at, 26 Februari 2021...
...Jam : 14.08***...