
Hinata pergi meninggalkan restoran itu dengan derai air mata,lagi lagi dirinya bertanya kenapa,kenapa dirinya sangat bodoh jelas jelas Sasuke hanya mempermainkan dirinya dan kenapa dia malah membuat laki laki itu menang dari taruhannya
Saat ini Hinata benar benar berantakan,dia tidak pulang ke mansion Hyuga tapi dia pergi menuju apartemen mewah milik sang sahabat,dan setelah sampai didepan pintu apartemen sahabatnya Hinata langsung memencet bel
Ting
Tong
Ting
Tong
Orang yang berada didalam apartemen itu merasa terganggu dan dengan cepat membuka pintu apartemennya dan betapa terkejutnya orang itu setelah mendapati sahabatnya sedang menangis tersedu dihadapannya dengan cepat dia membawa Hinata kepelukannya
"Apa yang terjadi hmm" tanya nya
"Hiks hiks ap..hiks apakah ak..aku Hiks begitu bodoh hiks Sai" tanya Hinata kepada Sai,ya Hinata memutuskan untuk pergi keapartemen Sai lagipula mana mungkin dia kembali ke mansion Hyuga dengan keadaan berantakan seperti ini
"Ayo masuk dulu Hime"
Ajak Sai dan membimbing Hinata masuk kedalam apartemennya dan mendudukan Hinata disopa berwarna hitam kemudian dia pergi kedapur untuk mengambil air putih,Sai menghampiri Hinata kembali dengan segelas air putih ditangannya,kemudian dia sodorkan air itu kehadapan Hinata
Hinata yang mendapati air didekatnya langsung mengambilnya dan meminumnya dengan rakus
"Pelan pelan minumnya Hime" ujar Sai saat melihat Hinata yang begitu rakus meminumnya dan membuatnya geleng geleng kepala
Setelah menegak habis air yang disodorkan Sai kepadanya,Hinata mengeluarkan suaranya
"Aku haus tau gara gara menangis " ujar Hinata dengan bibir yang mengerucut lucu
"Tapi gak gitu juga kali"
"Iya iya terserah kau saja Sai"
"Tapi kenapa kau menangis" tanya Sai
"Aku sudah mengetahui yang sebenarnya dari mulut dia sendiri kalau aku hanya bahan taruhannya saja"
"Apa yang kau maksud pernyataan cinta Sasuke kepadamu Hime"
"Iya memangnya apalagi" jawab Hinata kesal
"Bukankah aku sudah memberitahumu tapi kenapa malah berkencan "
"Aku melakukan itu agar aku bisa mengetahuinya dengan dia yang mengatakannya sendiri Sai,tapi aku tak menyangka bahwa pernyataan langsung dari orang yang bersangkutan sesakit ini"
"Hah " Sai hanya bisa menghela napas
"Kau tidak pulang" sambung Sai
"Kau mengusirku mayat hidup " tanya Hinata sewot
"Ck ya aku mengusirmu,aku cuma bertanya dan jangan panggil aku mayat hidup sadako" balas Sai kesal
"Hei kau juga mengatai ku sadako "
"Kau yang mulai" setelah nya mereka berdua tertawa apalagi mengingat mereka saling mengejek,sungguh itu benar benar menjadi nostalgia buat mereka dengan nama panggilan yang seperti itu
Sai yang melihat Hinata tertawa lepas seperti itu tersenyum tulus,syukurlah kalau Himenya bisa tertawa kembali,sungguh Sai tidak akan pernah bisa melihat Hinata sedih apalagi menangis
"Aku mau menginap disini,bolehkan Sai" tanya Hinata dengan mata yang berkaca kaca
"Cih puppy eyes no jutsu nya keluar" batin Sai dan Sai tidak bisa menolaknya
"Baiklah malam ini kau menginap di apartemen ku"
"Ah makasih Sai" ujar Hinata berterima kasih dan memeluk sahabatnya dengan erat dan hampir membuat Sai kehabisan napas
"Se..sak"
"Ah gomene Sai-kun aku terlalu senang" ujar Hinata dengan tampang polosnya dan itu membuat Sai kesal dan ingin sekali melempar sendal kearah Hinata
"Ya sudah sanah ke kamar" perintah Sai,Hinata langsung pergi setelah disuruh ke kamar oleh Sai, sedangkan Sai hanya bisa menghela napas melihat kelakuan sahabatnya itu
.
.
.
.
.
"Oi sadako bangun" teriak Sai membangunkan sang sahabat
"Sebentar lagi Sai aku masih mengantuk" igau Hinata
"Cepat bangun Hinata,sekarang sudah jam 9 pagi,apa kau tidak ingin pergi kesekolah" kesal Sai
"APA" teriak Hinata
"Kenapa kau tidak membangunkan ku mayat hidup" tanya Hinata kesal dan mulai beranjak pergi kekamar mandi
"Aku sudah membangunkan mu sejak tadi,kau nya saja tidur kaya kebo" teriak Sai
30 menit kemudian Hinata sudah keluar dari kamar mandi dan dia juga sudah memakai baju seragam sekolahnya yang dia dapat entah darimana
Hinata langsung pergi keluar kamar dan mendapati Sai yang sedang makan,kemudian Hinata bergabung untuk makan bersama Sai
Mereka berdua makan dalam diam,ya pada dasarnya semua orang juga begitu jika sedang makan pasti tidak akan ada percakapan dan itulah tradisinya
Setelah selesai dengan makanannya,Hinata bertugas untuk membereskan piring piring kotor dan mencucinya,setelah semua pekerjaannya selesai mereka pergi berangkat kesekolah bersama
☆☆☆
Mobil berwarna black dan lavender melaju dengan cepat dan parkir diparkiran sekolah dan Hinata mengernyitkan dahi tunggu bukankah mereka berdua kesiangan tapi kenapa sekarang terlihat masih pagi dan bahkan masih ada murid yang berdatangan,apa jangan jangan Sai menipunya sialan sepertinya dia memang dikerjain oleh simayat hidup
Sedangkan Sai dia juga merasa heran loh bukankah dirumahnya itu menunjukan pukul 9 pagi tapi kenapa disini terlihat masih pagi dan masih ada murid murid yang berlalu lalang,tunggu dulu sepertinya dia melupakan sesuatu, oh ya sekarang dia ingat jam di apartemennya itukan sedang error karena baterai mau habis,kenapa dia bisa melupakan hal itu,gawat si sadako pasti mengira kalau dirinya sedang mengerjainnya sial memang
Burm
Brumm
Brummm
Suara mobil lainnya berdatangan apalagi itu adalah mobil mobil para pangeran sekolah mereka dan para siswi yang mengetahuinya langsung berbaris dan berteriak memanggil para pangeran mereka,sedangkan Hinata yang masih berada didalam mobil hanya terdiam apalagi mengingat kejadian kemarin malam,tapi tidak lama kemudian dia menyeringai,seringaian yang membuat orang lain takut
"Jangan salahkan aku Sasuke,kalau aku akan melakukan sesuatu yang membuatmu kecewa" gumamnya pelan
Sasuke dan para sahabatnya keluar dari mobil mereka masing masing begitu juga dengan Sakura dkk,Sakura yang tadinya mau menghampiri Sasuke mengurungkan niatnya saat netranya melihat Hinata yang menghampiri sang kekasih
"Sasuke-kun " sapa Hinata ramah dengan nada suara lembutnya yang khas,Sasuke awalnya dia terkejut saat mendapati Hinata dihadapannya dan mulai bertanya tanya,seharusnya gadis ini membencinya karena sudah menjadikannya barang taruhan tapi kenapa gadis itu berperilaku seolah olah tidak terjadi apa apa
"Hn" balas Sasuke dingin seperti biasanya,sedangkan Naruto,Gaara,Shikamaru,Kankuro,Kiba dan juga Shino,mereka terlihat menyeringai sepertinya Sasuke memenangkan taruhan itu dan membuat mereka kalah
Sialan gadis Hyuga itu,ternyata apa yang Sasuke katakan bahwa Hinata yang masih mencintainya itu benar dan sekarang mereka harus membayar kekalahan mereka
"Bukankah kau sudah mengetahuinya kalau aku menjadikanmu barang taruhan" tanya Sasuke,saat ini mereka sedang berada diatap sekolah Sasuke yang menyeret Hinata kesini
"Ya aku memang sudah mengetahuinya"
"Lalu kenapa kau seolah olah tidak mengetahui apa apa" tanya Sasuke kesal dengan nada suaranya yang dingin seperti biasa
"Kau seorang Uchiha dan aku yakin harga dirimu itu terlalu tinggi Uchiha" jawab Hinata dingin Sasuke yang mendengar suara dingin Hinata cukup terkejut tapi dia menyembunyikan keterkejutannya dengan wajah datarnya
Sejak mengetahui bahwa dirinya dijadikan barang taruhan,Hinata tidak menyia nyiakan kesempatannya untuk selalu berada disisi Sasuke dan Sasuke tidak bisa berbuat apa apa,apalagi memaki gadis itu,yang ada sahabatnya malah curiga bahwa sebenarnya dirinyalah yang sudah kalah,sedangkan Sai hanya bisa menghela napas,dan tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu yang mau mau saja menjadi barang taruhan
Flasback end
.......
.......
.......
.......
.......
...Tbc ...
...***Selesai...
...Rabu, 28 Februari 2021...
...Jam : 19.30...
...Dipublikasikan : Rabu, 28 Februari 2021...
...Jam : 19.31***...