
Seseorang terus terusan menonton pertengkaran sahabatnya dengan makanan ringan yang ada dikedua tangan nya siapa lagi kalau bukan pemeran utama cerita kita yaitu Hyuga Hinata atau yang sekarang dikenal dengan nama Kensuke
Sai dan Himeka,mereka berdua belum menyadari keberadaan Kensuke yang sedang menonton pertengkaran mereka berdua
"Oke oke aku akan mencari Kensuke,apa sekarang kau puas dasar gadis cerewet" ujar Sai
"Belum,aku akan merasa puas kalau kau sudah menemukan Kensuke dan membawanya kemari" balas Himeka
"Ck" Sai hanya berdecak kesal,menghadapi Himeka itu sangatlah sulit apalagi gadis ini cerewet nya minta ampun,seandainya Himeka adalah laki laki mungkin sudah dia hajar sejak tadi,tapi dia hanya bisa berandai sekarang
Sai lagi lagi menghela napas dan tanpa sengaja netranya bersibobrok dengan mata onix milik Kensuke,baru juga Sai ingin berteriak tapi niatan nya terhenti saat Kensuke menyuruhnya agar tetap bungkam
"Dia itu pasti sengaja ingin melihat ku menderita karena diamuk oleh Himeka,dan lihatlah orang yang sedang dibicarakan sedang makan cemilannya dan duduk santai dikursi" batin Sai kesal
Tapi sepertinya menjaili Himeka pasti seru juga dan kebetulan ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk,dan beruntungnya Sai karena nada pesan dan nada telponnya sama,jadi orang yang mendengarnya mengira bahwa ada yang menelponnya,tanpa membuang buang waktu lagi dia langsung mengangkat ponselnya seolah olah dia sedang menerima telpon
Tak lama kemudian Sai menyeringai sepertinya dia tidak hanya akan menjaili Himeka saja tapi juga dengan Kensuke yang sedang asik duduk manis dengan ditemani cemilannya itu
" halo iya ada apa" jawab Sai
" Apa" teriak Sai cukup keras dan mengagetkan Himeka
" Sai ada apa, kenapa kau berteriak" tanya Himeka penasaran
"Tidak mungkin kau pasti salah orang,ini tidak mungkin Hiks" Sai mulai berakting
Air mata jatuh begitu saja dari matanya membuat tanda tanya besar bagi Himeka dan juga Kensuke yang ikut penasaran dari kejauhan
"Apa yang terjadi kenapa Sai menangis" batin Kensuke
"Himeka hiks Kensuke,hiks Kensuke,dia hiks hiks kecelakaan" ujar Sai tersedu sedu,air matanya mengalir cukup deras,sedangkan Himeka dan Kensuke mereka berdua cukup kaget mendengar berita yang disampaikan Sai
"I..ii..itu ittu tidak mungkin kan Sai" tanya Himeka dengan membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang dia dengar
"Aku juga tak percaya tapi yang menelpon pihak rumah sakit" balas Sai
"Kalau begitu ayo cepat kita kerumah sakit" ajak Himeka yang sudah menangis sejak dia mendengar bahwa Kensuke mengalami kecelakaan
Sedangkan Kensuke,dia menggeram kesal Sai pasti sengaja ,tentu saja sengaja karena Sai sudah tau kalau dia menonton pertengkaran mereka berdua dan si mayat hidup sialan itu memanfaatkan situasi ini
Sialan lagi lagi Kensuke mengumpat dan dapat dia lihat Sai menyeringai kepadanya tanpa Himeka sadari
"Ayo Sai hiks kita kerumah hiks sakit hiks hiks " Himeka masih belum menyadari bahwa Sai hanya berakting
"Bwahahaha" karena tidak kuat lagi menahan tawanya,Sai langsung tertawa terbahak bahak dan itu membuat Himeka bingung
"Kenapa kau tertawa Sai,ayo cepat kita pergi kerumah sakit hiks "
"Hahaha aku hanya becanda Himeka,Kensuke,dia baik baik saja" ujar Sai karena merasa kasihan kepada Himeka yang menangis
"Apa kau bilang bercanda,kau keterlaluan Sai,kau membuatku jantungan sialan" teriak Himeka kesal
"Oke oke aku minta maaf " balas Sai
"Gampang sekali kau memita maaf,asal kau tau itu tidak lucu"
"Aku hanya ingin menjailimu itu saja,lagipula Kensuke sejak tadi ada disini"
"Aku tidak percaya dengan kata katamu"
"Kalau kau tak percaya coba lihat siapa yang sedang duduk dikursi meja makan dan dengan santainya memakan cemilan sambil menonton kita berdua bertengkar" tanya Sai yang mulai kesal
Himeka yang penasaran langsung menoleh kebelakang dan benar saja Kensuke ada disana,duduk didekat meja makan dan memakan cemilan dengan tenangnya,Himeka pun langsung mendengus kesal ternyata dia dibodohi oleh Sai
"Kau sudah tau Kensuke disana tapi kau tidak memberi tahuku" tanya Himeka sengit
"Kenapa kau marah lagi padaku,aku hanya ingin memberi mu pelajaran karena kau sudah marah marah tadi padaku"
Lagi lagi mereka berdua bertengkar dan mengabaikan Kensuke,sedangkan Kensuke,dia langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri keduanya,dia cukup jengah mendengar kedua sahabatnya yang bertengkar
"Sudah cukup kalian berdua jangan bertengkar lagi" lerainya,sedangkan kedua orang yang ada dihadapannya itu langsung memalingkan wajahnya masing masing karena merasa tak sudi melihat lawan bicaranya
Lagi lagi Kensuke menghela nafas,kenapa mereka berdua sangat merepotkan sekali fikirnya
.
.
.
Setelah kejadian tadi siang Sai dan Himeka mereka berdua tidak saling berbicara sedangkan Kensuke lagi lagi menghela napas
"Sudahlah kalian berdua berbaikan saja,kitakan sahabat"
"Tidak mau" ujar keduanya berbarengan
"Kalau kalian memang masih mau bertengkar jangan bertengkar di mansion ku,sana kalian selesaikan urusan kalian berdua diluar,aku sudah bosan melihatnya dan sekarang aku mengantuk,aku pergi" balas Kensuke kesal,kenapa mereka kekanak kanakan sekali apakah mereka lupa niatan awal mereka adalah untuk membantu nya balas dendam
Sai dan Himeka mendengar suara marah Kensuke hanya bisa menghela napas dan mereka berdua beranjak dari duduk nya dan pergi kekamar mereka masing masing,lagipula mereka berdua juga sudah mengantuk
.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Lorong demi lorong dia lewati dan pada akhirnya dia sampai didepan pintu kamar yang paling ujung dan masuk kedalam kamar itu
Cklek
Suara pintu yang dibuka dan memperlihat isi kamar itu,dan disana sudah ada dua orang yang sedang menunggu kedatangannya
"Berita apa yang kalian bawa" tanya nya to the point setelah mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang tersedia dikamar itu
"Aku punya dua berita,yang pertama berita buruk dan yang kedua berita baik,kau ingin mendengarkan berita yang mana dulu" tanya orang itu
"Berita buruk dulu" balasnya
"Baiklah akan aku jelaskan mengenai berita buruk nya,berita buruknya adalah bahwa Hinata Hyuga,dia masih hidup" jawab yang satunya lagi yang sejak tadi diam tanpa suara
Orang itu membelalakan matanya tak percaya
"Itu tidak mungkin,bukan kah kau sudah menyabotase mobilnya supaya lolos rem" tanya orang itu
"Aku memang sudah melakukan apa yang kau perintahkan,tapi itulah kenyataan nya" balas orang yang sudah memberi tahukan berita buruk itu
"Lalu berita baiknya apa" tanya orang itu penasaran
" berita baiknya,dia tinggal dengan gadis yang bernama Himeka Itska nyonya" jawab yang satunya lagi yang tadi memberi pertanyaan diawal
Ya orang yang ada didepan kedua orang itu adalah seorang wanita paruh baya,yang dulu menyuruh mereka berdua untuk melakukan kejahatan itu
"Kalau begitu aku ingin,Sakura,kau cari tau dimana Himeka tinggal dan pastikan kau berhasil"
"Baik"
"Dan kau Matsuri,aku ingin kau terus mencari dimana laki laki sialan itu,bagaimana pun juga dia harus mati"
"Baik nyonya"
Ya kedua orang misterius itu adalah Sakura dan Matsuri,mereka berdualah yang dulu membuat Hinata menderita dengan pitnahan yang mereka berdua buat atas perintah wanita paruh baya itu
"Jika kalian berhasil maka aku akan memberikan hadiah yang cukup besar untuk kalian" ujar wanita paruh baya itu
"Baik nyonya" balas keduanya berbarengan
Setelah mengatakan hal itu,wanita paruh baya itu pergi meninggalkan kedua nya
"Hah" Matsuri menghela nafas kasar
"Wanita tua itu sangat menyeramkan " ujar Sakura
"Kau benar seharusnya dulu kita tidak terlibat dengannya " balas Matsuri
"Seandainya dulu kita tidak mengikuti kemauannya,sudah pasti sekarang kita tidak akan berurusan lagi dengannya "
"Sudahlah tidak ada gunanya kau mengumpat sekarang sakura"balas Matsuri
"Ya baiklah dan sebaiknya kita pergi dari sini"
"Hmm baiklah" mereka berdua langsung pergi meninggalkan gedung tua itu dan berjalan menuju sebuah mobil yang sudah terparkir cukup jauh dari gedung itu
Setelah sampai didepan mobil mereka berdua langsung masuk kedalam mobil mewah itu dan Matsuri menyalakan mobil itu dan langsung tancap gas meninggalkan gedung tua itu
"Sekarang kita harus menyusun rencana untuk bisa memasuki kediaman Itska" tanya Matsuri
"Soal itu kita pikirkan nanti yang penting kita berdua tidak boleh ketahuan"
"Bagus,tapi ingat kita tidak boleh gegabah,jika kita gegabah maka habislah riwayat kita berdua"
"Kau tidak usah mengkhawatirkan soal itu,kau tau aku selalu berhati hati dalam bertindak"
"Lalu bagaimana dengan pendekatan mu dengan Sasuke,sepertinya Sasuke mulai menjauhi mu,apa dia sudah mengetahui siapa kau sebenarnya"
"Aku juga tidak tau akhir akhir ini dia bersikap dingin padaku"
"Cih,kau harus bisa mendekatinya jangan hanya bocah Uzumaki itu,dengan begitu kita akan menang banyak"
"Tenang saja mereka berdua tidak sepintar dengan apa yang kita pikirkan,kau tau kalau menyangkut diriku,mereka menjadi bodoh"
"Aku tau apalagi saat melihat mereka berdua yang begitu mendambakan dirimu" ujar Matsuri
"Tentu saja" balas Sakura membanggakan dirinya sendiri
"Cih jangan berbangga dulu sebelum kau bisa menguras semua harta kekayaan mereka"
"Baiklah baiklah aku tak akan membanggakan diriku walaupun itu adalah sebuah kenyataan"
"Cih" Matsuri hanya mendecih mendengarnya
" Ingatlah dengan recana kita untuk mencari tahu keberadaan Hinata,jangan terpokus dengan mereka berdua"
"Aku mengerti"
Mereka berdua terus membicarakan soal Hinata dan bagaimana rencana mereka selanjutnya,mereka berdua harus mencari tahu keberadaan gadis itu dan membunuhnya untuk yang kedua kalinya
.......
.......
.......
.......
...Tbc...
...21.00...