A Live

A Live
Chapter 36



Brugh


Shion jatuh terduduk saat mendengar semua kata kata menyakitkan yang keluar dari bibir Himeka,sungguh dirinya sangat menyesal dia sangat ingin bertemu Hinata,dia yakin Hinata masih hidup


"Hiks hiks Hinata " isaknya,setelah puas menangis Shion langsung beranjak dari duduknya


"Aku harus menemui Neji-ni" monolognya,bagaimanapun juga Neji harus mendengarkan apa yang dia dengar dari Himeka,Shion yakin Himeka tau dimana Hinata berada,bukankah mereka tinggal serumah,jadi sekarang yang perlu dia ketahui adalah tempat tinggal Himeka


Shion dengan cepat pergi meninggalkan koridor sekolah,dia berlari menuju parkiran sekolah dimana mobilnya sudah terparkir dengan apik disana,setelah sampai dia langsung membuka pintu mobilnya dan menutupnya kembali,dia langsung tancap gas dan meninggalkan sekolahannya,sedangkan seseorang yang sejak tadi mendengarkan pertengkaran antara Himeka dan Shion mulai menampakan dirinya


"Apa informasi yang Sakura katakan itu palsu" tanyanya entah pada siapa


"Kalau Hinata memang sudah mati, lalu untuk apa aku repot repot mencari keberadaannya,lebih baik aku hubungi Sakura dan mengatakan semuanya" monolognya,dengan cepat orang itu merogoh saku roknya dan mengeluarkan ponselnya,dia mengotak ngatik ponselnya dan mencari nomor kontak Sakura


Tut


Tutt


Tuut


Pip


Setelah bunyi tut ketiga panggilanpun diangkat


"Hallo Sakura" ujarnya


"Ya ada apa Matsuri" balas Sakura,ya orang yang sejak tadi mendengar pembicaraan Himeka dan Shion adalah Matsuri


"Aku ada berita baru"


"Berita apa" tanya Sakura penasaran dari sebrang telpon


"Kita tidak perlu mencari keberadaan Hinata" balas Matsuri


"Kenapa kita tidak perlu mencarinya,kau tau sendirikan dia terlalu berbahaya untuk kita"


"Ck kau tau,mana mungkin kita mencari nya,sampai kapanpun kita tidak akan menemukan keberdaannya"


"Tapi kenapa"


"Dasar bodoh tentu saja kita tidak akan pernah bisa menemukan keberadaannya kecuali kita berdua menyusul dia ke Akhirat" balas Matsuri kesal


"Apaa,jadi dia benar benar sudah mati,lalu informasi yang kudapatkan dari Moi bagaimana dan bagaimana kau seyakin itu Matsuri" tanya Sakura lagi


"Aku mendengarnya langsung dari Himeka"


"Hei mana mungkin gadis itu mengatakan kalau Hinata masih hidup,seharusnya kau tau kalau dia berbohong"


"Dia tidak berbohong,karena dia mengatakannya dengan marah kepada Shion,tadi aku mendengar pertengkaran mereka,seharusnya kau disini dimana gadis mata perak itu memelas kepada Himeka" ujar Matsuri


"Terserah kau sajalah,kalau memang seperti itu baguslah, jadi kita tidak perlu repot repot lagi berurusan dengan wanita tua itu"


''kau benar,kau tau wanita tua itu terlalu licik"


"Dan aku yakin kau sangat amat menyesal berurusan dengannya" balas Sakura mengejek


"Sialan bahkan kaupun sama" ujar Matsuri


"Baiklah baiklah,aku ahkiri dulu panggilannya,aku mau tidur dulu karena nanti malam aku akan pergi kerumah Kensuke" balas Sakura bahagia


"Kau selalu mendapatkan mangsa baru,apa kau tidak cukup dengan Sasuke dan Naruto,bahkan mereka berdua juga sangat kaya"tanya Matsuri heran


"Ahahaha kau tau kalau hanya mereka berdua,itu semua belum cukup,sudahlah aku akhiri ya"


"Ya ya sampai jumpa Sakura" balas Matsuri ogah ogahan


"Bay" Ujar Sakura dan langsung mengakhiri panggilannya dengan Matsuri


"Hah" Matsuri hanya bisa menghela napas,dia benar benar tidak habis fikir dengan isi fikiran Sakura,tapi yasudahlah Sakura bukan urusannya jadi dia tidak perlu ikut campurkan


Matsuri terkejut saat mendengar denyut jantungnya,ada apa ini kenapa dia merasa sakit dan juga perih dihatinya dan penyebabnya adalah bayangan Hinata yang tersenyum padanya,entah kenapa dia merasa rindu akan sosok Hinata yang selalu ada untuknya dan juga Sara,tapi lihat apa yang dirinya lakukan,dirinya mengkhianati Hinata,padahal Hinata sangat baik terhadapnya


Hanya karena rasa cemburunya, karena Hinata berpacaran dengan Kyosuke,ya Matsuri jatuh hati pada Kyosuke, tapi Kyosuke malah berpacaran dengan Hinata dan berakhir dia menghianati Hinata karena termakan omongan Sakura


Argggt


Matsuri berteriak prustasi,sekarang apa yang harus dirinya lakukan,dia merasa bingung kenapa rasa bersalah itu tiba tiba datang padanya


Matsuri dengan cepat pergi meninggalkan sekolahan,dia butuh ketenangan dan menjernihkan pikirannya.


.


.


.


.


Sluurp


Suara air yang disedot tidak membuat orang yang meminumnya tenang,dirinya benar benar merasa bingung dengan jalan yang harus dia pilih,kenapa lagi lagi kata itu yang dia katakan


"Kenapa rasa bersalah ini datang sekarang,untuk apa aku merasa bersalah kepada Hinata karena aku sudah menghianatinya" monolog nya


"Aku akui seharusnya aku tidak cemburu kepada Hinata,bukan kah Hinata dan Kyosuke sudah bertemu duluan,lalu kenapa aku merasa sangat cemburu dan gelap mata padahal aku hanyalah orang asing buat Kyosuke" lagi lagi Matsuri bermonolog


Matsuri setelah pergi dari sekolah dia memutuskan pergi ke kafe Asru yang merupakan kafe paforit dirinya dan juga Hinata dan Sara


"Arrrgght,Matsuri sialan kenapa kau baru menyadarinya sekarang,kau benar benar bodoh,sekarang apa yang harus aku lakukan,meminta maaf kepada Hinata,percuma Hinata sudah tiada,sialan aku benar benar bingung sekarang"


"Hiks hiks Hinata,seandainya aku bisa memutar hiks kembali waktu hiks kita bersama,mungkin aku hiks tidak akan menghianatimu hiks seperti ini,hiks hiks Hinata maafkan aku hiks" Matsuri mulai terisak,karena dia benar benar menyesal,karena sudah menghianati sahabatnya sendiri dan sekarang tidak ada gunanya dirinya meminta maaf,karena sampai kapanpun Hinata tidak akan mendengarkannya karena Hinata sudah tiada itu yang dia fikirkan


"Seharusnya aku tidak terhasut oleh omongan Sakura dan juga wanita tua itu dan sekarang aku tidak bisa memikirkan apa yang harus aku lakukan" ujar Matsuri,tanpa Matsuri sadari seseorang mendengar semua ucapannya dan bahkan merekamnya,ya tentu saja orang itu merekamnya karena saat dia mendengar nama Hinata,dia langsung berfikir cepat dan merekam apa yang Matsuri katakan pada dirinya sendiri


Orang itu sebenarnya sangat kesal dan ingin sekali menghabisi Matsuri yang notabenenya adalah sahabat Hinata,bagaimana dengan reaksi Hinata saat gadis itu mengetahui hal ini dan apa yang akan Hinata lakukan untuk Matsuri setelah mengetahui penghianatannya


"Jika aku tidak ingin merasa bersalah,pertama tama aku harus mengumpulkan semua bukti kejahatan wanita tua itu dan juga Sakura" setelah selesai dengan tangisannya Matsuri bertekad untuk membersihkan nama baik Hinata


"Tapi aku harus memulainya dari mana" tanyanya entah pada siapa


"Rekaman,benar juga aku harus mencari rekaman Sakura dan juga Koteyo,kedua orang itu harus hancur baru setelah itu aku mengumpulkan semua bukti wanita tua itu,ya ya benar aku harus memulainya dari Sakura dan Koteyo yang merupakan anak suruhan wanita tua itu,kalau tidak salah Sakura belum menghapus rekaman dirinya bersama Koteyo di komputernya setelah dia mengedit video itukan" antusias Matsuri setelah dia mendapatkan pencerahan dari dirinya sendiri,beruntung dia berurusan dengan mereka semua dan bahkan berteman baik dengan Sakura


"Sakura bodoh kau terlalu mempercayaiku saat kau memperlihatkan video itu padaku,sekarang giliran aku untuk menghianati kalian semua,aku tidak peduli lagi dengan ancaman wanita tua itu,jika memang aku harus mati terbunuh karena menghianati mereka,setidaknya aku mati tidak membawa rasa penyesalan"


"Tapi aku harus bisa mengamakan keluarga ku dulu,aku tidak ingin mereka semua mati terbunuh,karena kecerobohanku"


"Sial tapi aku harus mengamankan mereka dengan cara apa,apa aku harus mencari bantuan kepada polisi yang ada aku disangka tidak waras,hah sudahlah sebaiknya aku pikirkan rencananya nanti saja,sekarang aku harus kembali kerumah" setelah menyelesaikan ucapannya Matsuri langsung beranjak dari duduknya,setelah membayar semua bilnya,dia langsung pergi meninggalkan kafe Asru,sedangkan orang yang sejak tadi mendengarkan ucapannya Matsuri hanya bisa melongo,karena tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar


"Sepertinya aku harus memberitahukan hal ini kepada Hinata,dia harus mengetahui kebenaran Matsuri dan alasan Matsuri menghianatinya" monolognya,seperti Matsuri orang itu pergi meninggalkan kafe Asru setelah dia membayar bilnya.


.......


.......


.......


.......


.......


...Tbc...


...Selesai ...


...Dipublikasikan : Senin, 05 April 2021...


...Jam : 10.58...