
Cuit cuit cuit
Suara burung burung dipagi hari saling bersahutan diluaran sana dan sinar matahari mulai menerangi muka bumi ini yang cukup luas dan sinar nya menerobos masuk kesela sela jendela kamar seseorang dan mengganggu tidurnya
Orang itu mengerjapkan matanya dan dengan perlahan mata itu terbuka memperlihatkan mata amethys indahnya
"Hoam" orang itu menguap sebenarnya dia masih mengantuk, tapi sialnya hari ini dia ada kerja piket, jadi mau tidak mau dia harus pergi kesekolah pagi pagi sekali
Dia beranjak dari kasurnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, beberapa menit kemudian dia sudah selesai dengan mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai balutan handuk putih
Dia berjalan menuju sebuah lemari yang besar dan membuka pintu lemari itu dan didalamnya berjejer dengan rapi pakaian pakainnya,kemudian dia mengambil celana dan baju seragamnya
Dia langsung bercermin melihat penampilannya apakah penampilannya itu sudah sempurna atau belum
"Sempurna" puji nya sendiri
"Hanya tinggal sentuhan akhir yaitu kotak lensa nya dan sekarang aku benar benar sempurna" menolongnya
"Dilihat lihat aku tampan juga kalau jadi laki laki "monolognya lagi,dia bergidig ngeri saat membayangkan para siswi disekolahnya yang selalu berteriak teriak memanggil namanya dan juga mengejarnya dan itu sungguh menakutkan untuknya
Setelah semuanya selesai dia langsung mengambil tas ranselnya dan pergi meninggalkan kamar mewahnya,dia menuruni anak tangga dan berjalan menuju lantai bawah kemudian dia berjalan menuju ruang makan dan disana sudah tersedia makanan yang sangat lezat dan kedua orang sahabatnya yang sudah duduk dan tanpa saling berbicara satu sama lain
"Tumben sekali kalian sudah bangun jam segini,dan biasanya kalian berdua suka bertengkar kenapa sekarang sepi" tanyanya
"Aku hanya tidak mood bicara"ujar Sai
"Aku ada piket jadi bangun sepagi ini" ujar Himeka beralasan
Cih sepertinya mereka memang masih marahan dan apa apaan Himeka itu bukannya jadwal piket nya itu hari Selasa dan bukannya hari Rabu pikirnya
"Bukannya jadwal piket kerjamu itu hari kemarin ya" tanya Kensuke
Himeka hanya menggedigkan bahunya acuh,sedangkan Kensuke menghela nafas,tapi baguslah akhirnya dia bisa tenang karana mereka berdua tidak bertengkar
.
.
.
.
Brumm
Brumm
Brumm
Suara deru mobil yang bersahutan dan keluarlah para tokoh cerita ini,semua pangeran sekolah dan juga princess Sekolah pun sudah pada datang salah satunya adalah Sasuke dan Sakura
Kensuke keluar dari mobil nya di ikuti oleh Himeka dan Sai yang keluar dari mobil mewah mereka masing masing
Tanpa sengaja onix bertemu blue dan onix bertemu onix,dari tatapan mereka berdua membuat Kensuke bingung,apa apaan dengan tatapan mereka itu
Sasuke memandang nya dengan sendu dan kerinduan dimata nya sedangkan, Naruto memandangnya dengan benci,ada apa dengan mereka berdua kenapa mereka berdua menatapnya seperti itu
Kensuke langsung memutuskan kontak mata dengan mereka berdua dan berjalan pergi meninggalkan parkiran sekolah diikuti oleh Himeka dan Sai dibelakang nya, tapi Sai berseru dulu kepada sahabat sahabatnya supaya mereka semua tidak curiga dengan kedekatan dirinya dengan Kensuke maupun Himeka dan kembali berjalan menuju gedung sekolah mereka
.
.
.
.
Saat ini seluruh penghuni kelas XI A sudah duduk dengan tenang dibangku mereka masing masing dan Kensuke memulai aksi nya untuk mendekati Sakura
"Sakura-chan" tanya nya
"Ah Kensuke-kun ada apa"
"Maaf ya kemarin aku lupa untuk menghubungimu"
"Tidak papa tenang saja" balas Sakura
Kensuke terkekeh geli kemudian mengacak ngacak rambut Sakura dengan gemas dan para siswi yang melihat pemandangan seperti itu berteriak histeris, karena merasa iri kepada Sakura,padahal Sakura sudah memiliki Naruto dan Sasuke disisinya dan sialnya kedua duanya juga sangat tampan dan sekarang ditambah Kensuke simurid baru yang langsung menjadi pangeran baru disekolah ini,sungguh beruntung sekali Sakura pikir mereka tanpa tau bahwa semuanya adalah kepalsuan
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau hari ini kita mengerjakan tugasnya" tanya Kensuke lagi
Sakura merona merah karena diperlakukan seperti itu,bagaimanapun juga dia adalah seorang perempuan yang selalu terbawa perasaan jika itu menyangkut dengan laki laki yang tampan dan kaya
"Terserah kamu saja Ken" ujar nya malu malu
"Kena kau" batin Kensuke
"Ha'i" ujar Sakura dan menganggukan kepalanya
Tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang melihat kedekatan mereka, sebagian besar dari mereka menatap puas dengan apa yang telah Kensuke lakukan dan berbanding balik dengan pandangan salah satu dari mereka yang menatap benci ke arah Kensuke
.
.
.
.
Tet teett tetttttt
Bel tanda jam pelajaran telah usai dan waktunya pulang telah berbunyi,semua siswa siswi KIHS berhaburan keluar kelas termasuk Kensuke dan yang lainnya
Kensuke menghapiri Sakura dan mengajaknya mengobrol sebentar
''Sakura" ujarnya,Sakura yang merasa dipanggil langsung menoleh dan mendapati Kensuke berada dekat dengannya,bahkan ini terlalu dekat untuknya
Sakura merasakan pipinya memanas,dia yakin bahwa sekarang pipinya itu sedang merona merah
"A..ah Ken-kun ada apa"
"Aku menunggumu diparkiran " ujar Kensuke dengan di iringi senyuman palsunya
"Oh baiklah Ken,nanti aku akan memyusul mu" jawabnya antusias
Kensuke hanya menganggukan kepala tanda bahwa iya meng iyakan apa yang dikatakan oleh Sakura dan pergi meninggalkan kelas nya bersama dengan yang lainnya
Setelah kepergian Kensuke,Sasuke dan Naruto menghampirinya dan bahkan Sasuke dengan terang terangan merangkul pundaknya Sakura yang membuat siempunya terkejut bukan main sedangkan Naruto,lelaki itu hanya bisa menggeram kesal karena melihat Sakura yang sedang dirangkul oleh Sasuke,walaupun sebenarnya dia tau,bahwa dirinya hanya pacar nomor duanya Sakura,tapi mau bagaimanapun dia adalah pacarnya kan,karena rasa cemburu yang dia tahan sejak tadi dia langsung menarik tangan Sakura dan pergi meninggalkan kelas mereka
"Sakura-chan ayo kita juga pergi, disini sudah tidak ada siapa siapa,dan kau juga Sasuke, ikut dengan kami keparkiran" ujarnya kesal dan pergi begitu saja dengan menyeret Sakura dan menyisakan Sasuke seorang diri di kelas
Sasuke hanya menyeringai saat melihat Naruto menarik Sakura,rencana dia berhasil untuk membuat Naruto cemburu padanya
"Kena kau dobe,kita lihat mau sampai kapan kau akan terus memuja gadis gulali sialan itu" gumamnya dan pergi meninggalkan kelas yang sudah kosong itu
.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Kensuke menghapiri mobil sportnya yang sudah terparkir apik diparkiran dan dia melihat kedua sahabatnya yang sedang menunggunya diparkiran sekolah,dia menghapiri keduanya
"Bagaiamana" tanya Sai penasaran
"Iya Ken,bagaiamana apakah kau berhasil" sambung Himeka yang juga penasaran
Kensuke hanya menyeringai dan seringainya itu tak luput dari keduanya,seolah mengerti dengan arti seringaian milik Kensuke,keduanya juga ikut menyeringai senang,itu artinya rencana mereka berjalan dengan lancar
Tak lama kemudian Sai dan Himeka, mereka berdua menghampiri kendaraan mereka masing masing,agar tidak ada orang yang curiga dengan kedekatan mereka bertiga
"Kami berdua pergi duluan Ken" ujar Sai dan Himeka berbarengan
"Cepatlah kalian pergi sebelum ada yang melihat kita bersama"
"Tenang saja kami akan pergi kok, dan ya selamat bersenang senang dengan gadis gulali itu" ledek Sai dan Himeka hanya tertawa,membayangkan bagaimana nasib Kensuke nanti jika harus dekat dekat dengan gadis gulali itu
"Dan Ken-kun berhati hatilah dengan nenek sihir,ahahahaha" Ujar Himeka dan tertawa kembali saat dirinya mengatakan hal itu kepada Kensuke
Kensuke hanya tersenyum yang mengandung arti yang membuat keduanya mendapatkan pirasat buruk,jika melihat senyuman palsu itu,Sai dan Himeka dengan cepat pergi meninggalkan Kensuke,sebelum mereka berdua terkena imbasnya dengan apa yang mereka berdua lakukan,sepertinya mereka tidak boleh pulang kerumah jika ada Ken,bisa bisa mereka berdua habis di jadikan samsak oleh Kensuke,jadi lebih baik melindungi diri dengan cara tidak pulang kerumah,itulah yang mereka berdua pikirkan saat ini
.......
.......
.......
...Tbc...
...Jam : 15.15...