
Maureen Gista.
Gadis muda yang diperkenalkan oleh keluarga Mahen Al Kahfi sebagai tunangan cowok itu tepat di hari ulang tahunnya. Kabar tersebut mengejutkan banyak orang yang hadir di pestanya, semua tampak tak percaya, ada yang ikut merasa senang, adapula yang terang-terangan merasa tidak suka, cemburu dan kesal yang di dominasi oleh kaum hawa pengagum Mahen. Termasuk gadis yang merasa dekat dengan Mahen, adalah Hanza Fahira. Namun gadis itu telah memilih pergi sebelumnya tanpa ingin tahu kelanjutannya. Ia baru benar-benar tahu fakta itu benar adanya setelah di ceritakan oleh sahabatnya. Dan tentu saja Hanza meminta pada Lia untuk tidak melanjutkan ceritanya sampai akhir, ia tak sanggup.
Hanza merasa dipermainkan perasaannya oleh Mahen memang sih keduanya baru-baru ini sering berinteraksi. Entah Hanza yang menganggap keduanya lebih dekat atau Mahen memang seperti itu pada teman yang lain khususnya teman perempuan. Dirinya memilih opsi pertama, yang terlalu berharap lebih pada seorang pangeran sekolah.
Hari-harinya ia lalui dengan tidak begitu semangat. Ia bahkan dengan sengaja terus-menerus absen selama dua minggu di ekskul musik, artinya ia melewatkan empat kali pertemuan. Bahkan ia menghindari kemungkinan agar tidak bertemu Mahen, seseorang yang bahkan hanya diam saja tanpa tahu salahnya dimana. Mahen memang tidak salah, ia hanya terlalu baik pada semua orang salah satunya Hanza.
...****************...
Hanza bahkan menghindari Lia, sebenarnya kasihan Lia, sahabatnya itu tidak tahu menahu apa-apa. Ini salah perasaannya saja yang terlalu berharap, kenapa orang lain kena dampaknya? Sepertinya gadis itu harus mulai memperbaiki hubungan persahabatan keduanya sebelum semuanya benar-benar asing seperti tidak saling mengenal.
Lia tentu saja merasa senang akhirnya Hanza mau menyapanya duluan, sebelumnya selalu Lia yang memulai dan jujur saja itu membuatnya canggung ditambah respon Hanza yang sekedarnya.
Kini keduanya sedang berada di toko buku, sepulang sekolah mereka langsung kemari karena ada tugas kelompok sekalian menambah koleksi novel katanya. Hanza ingin novel genre berbeda dari novel-novel yang pernah ia beli sebelumnya yang kebanyakan novel romansa.
Hanza dan Lia berpisah karena pilihan mereka pun berbeda. Hanza memilih novel dengan nuansa yang belum pernah ia baca sebelumnya yaitu novel horor.
Ketika matanya tertuju pada cover novel horor yang menurutnya menarik, tangannya refleks ingin mengambil novel tersebut, namun ada tangan lain yang lebih cepat menjangkau buku cerita itu. Hanza menghela nafas kecewa, ia melihat siapa yang mengambil incarannya. Matanya tidak bisa berbohong betapa ia sangat terkejut melihat yang mengambil buku novel yang menarik perhatiannya. Gadis yang di tatap Hanza itu tersenyum tipis, seolah berkata aku dulu yang memegangnya jadi ini milikku. Menyebalkan. Hanza pergi ke rak yang lain, ia membatalkan mencari novel yang bergenre horor, karena baru saja ia bertemu dengan tunangan crush nya ternyata jauh lebih horor.
Akhirnya Hanza mengambil novel dengan genre thriller. Gadis itu berjalan untuk menemui Lia, namun lagi-lagi kenapa ia harus berpapasan dengan Maureen Gista?
Maureen menampakkan raut tidak suka pada Hanza, tentu saja membuat Hanza risih memangnya dia salah apa?
Lia menarik Hanza yang mana gadis itu mengetahui sebab muka keruh dari mantan calon tunangan Mahen. Karena Lia tadi beberapa kali berpapasan dengan cewek itu.
...****************...
Kini mereka sudah berada di kamar masing-masing keduanya melakukan panggilan video. Lia menceritakan kejadian bagaimana suasana penutupan acara Mahen sedetailnya pada Hanza, memang awalnya akan di adakan pesta pertunangan, namun Mahen menolak Maureen di depan banyak orang yang hadir. Mahen berkata ia masih muda untuk melakukan hubungan secara terikat ini, mungkin jika menunggu setelah ia lulus kuliah tidak masalah. Mahen meminta maaf sebesar-besarnya pada gadis itu dan keluarganya. Maureen tetaplah kecewa dan merasa malu.
Maureen mau tidak mau harus menerima, anggap saja benar mereka terlalu muda untuk diikat satu sama lain. Rasa kecewa Maureen terhadap Mahen sedikit demi sedikit mulai terkikis.
Saat itu Lia di cegat oleh Mahen, kemudian cowok itu memberikan paper bag berukuran sedang berisi boneka beruang kecil dan beberapa coklat batang padanya. Mahen menitipkan itu untuk Hanza sebenarnya karena Lia adalah teman dekat Hanza begitu yang Mahen tahu. Rupanya Maureen memergoki mereka, setelah kepergian Mahen. Maureen melabrak sahabat Hanza itu, ia merebut paper bag pemberian dari Mahen dan menghancurkannya dengan menginjak-injaknya. Lia terkejut bukan main dengan kelakuan cewek di hadapannya ini.
"Apa-apaan sih lo." Lia tentu saja tidak terima, masalahnya itu bukan miliknya tapi titipan untuk sahabatnya, "Lo mantan calon tunangan kak Mahen, kan?" marahnya saat ia ingat siapa cewek yang tiba-tiba merebut paper bag di tangannya.
"Gue tebak lo ceweknya Mahen? Oh jadi ini alasan kak Mahen nolak gue pake alasan belum cukup umur segala." tunjuk Maureen ke wajah Lia.
"Emang udah bener kak Mahen mutusin buat gak tunangan sama lo, dasar cewek bar-bar, tukang rusak hadiah orang." balas Lia tak mau kalah dari Maureen ini.
Maureen tambah marah, ia bahkan akan melayangkan tamparan pada Lia. sebelum suara seseorang menghentikannya.
"Maureen!!" teriak Mahen, rupanya cowok itu masih berada di sekitar sana. Mahen menjalankan motornya kearah keduanya.
"Apa yang akan kamu lakukan, Maureen?" tanya Mahen, ia turun dari motornya mendekat kearah keduanya. "Kamu bahkan membuat hadiahku rusak?" tatapnya nanar pada paper bag yang masih diinjak Maureen.
"Karena dia kan kak Mahen mutusin untuk gak jadi tunangan sama aku?" tunjuknya pada Lia.
Mahen menggeleng, "No,"
"Lalu ini apa?" tanyanya sekali lagi kali ini menunjuk kado yang Mahen siapkan untuk Hanza yang sudah menjadi sampah, dibawah kakinya.
"Kamu gak perlu tahu, reen."
"Ayo kakak anter kamu, Lia." Ajak Mahen menarik lengan Lia dan cewek itu pun menerima ajakan Mahen, meninggalkan Maureen sendirian.
Lia selesai bercerita secara detailnya pada Hanza. Dari cerita yang Lia sampaikan penyebab Maureen kesal adalah Lia.
Maureen menganggap Lia adalah cewek yang di taksir oleh Mahen, secara tidak langsung juga sahabatnya itu melindunginya dari amukan Maureen. Duh Hanza jadi terharu karena Lia.
"Oh tunangan mereka tidak jadi, aku kira acaranya lancar-lancar aja."
"Makanya kamu kenapa pulang, terus juga gak mau dengar penjelasan dari aku sampe akhir."
"Ya aku cuman menghindari rasa sakit hati, Li." Kekehnya. "Omong-omong, makasih Lia secara gak langsung kamu udah bela dan jagain aku. Tapi aku khawatir, gimana kalo cewek itu tambah nekat?"
"Tenang aja, kita berdo'a sama-sama. Semoga cewek itu segera sadar diri atau gak di pindahkan ke luar negeri sekalian, haha." ucapnya Lia dengan candaan, meskipun ia sedikit khawatir juga. Tapi semoga saja Maureen cepat sadar diri, tidak egois memaksakan perasaan orang lain.