You Are Mine

You Are Mine
YAM-09



...-YOU ARE MINE-...


"Sampai sini ada yang ingin di tanyakan?" tanya Bu Tia.


Semua murid hanya diam. Beberapa di antara mereka malah mengobrol dengan temannya.


"Tidak, Bu." sahut Alya.


"Baiklah jika tidak ada, akan Ibu beri tugas." Bu Tia berjalan menuju meja guru. "akan ibu buat kelompok, setiap kelompok berisi empat orang. Kelompoknya mau buat sendiri atau Ibu buatkan?"


Nara, si ketua kelas mengangkat tangannya sebelum teman-temannya menjawab.


"Ya, Nara. Ada apa?"


"Kelompoknya mending di buatin aja, Bu. Kalau buat sendiri nanti ada kebagian, Bu." yang gak


"Baik kalau gitu. Di sini ada 34 siswa kan? Berarti setiap kelompok 4 orang." Bu Susi menatap buku daftar hadir siswa. "absen 1-4 kelompok satu, absen 5-8 kelompok 2 dan setrusnya. Setelah itu silahkan duduk bersama kelompok kalian masing-masing."


Lia menghembuskan nafasnya. Dirinya berada di kelompok empat dan perempuannya hanya dirinya sendiri. Ini tak adil. Lia paling tak suka jika membuat kelompok menurut absen seperti ini..


Dengan malas Lia berjalan menuju kelompoknya yang sudah berkumpul di pojok kelas. Di sana ada Vino dan si kembar. Arvin dan Zean.


Lia menarik satu kursi yang kosong kemudian mendudukinya. Ia sengaja duduk sedikit menjauh dari ke tiga pria itu.


"Di sini sudah ibu tulis masing-masing materi setiap kelompok. Tugas kalian adalah membuat ringkasan dan membuat ppt kemudian minggu depan kalian presentasikan. Ada yang ingin di tanyakan?"


Kevin mengangkat tangannya. "Bu, saya tuker kelompok boleh?"


"Jika teman yang kamu aja tukar mau, silahkan."


Mendapat izin dari Bu Tia, Kevin berjalan menuju kelompok empat. "No, pindah kelompok gue lo." tanpa menanyakan mau atau tidaknya pada Vino, Kevin langsung meminta Vino agar berpindah.


vino pun hanya menurut. Ia beranjak dari tempatnya dan berjalan ke kelompok Kevin.


Kevin yang sudah duduk di kursi yang digunakan Vino tadi menatap teman satu kelompoknya bergantian.


"Kenapa? Pada gak suka gue pindah sini?" tanya Kevin karena ketiganya seperti tak suka dirinya berada di sini. Bukannya mendapati sebuah jawaban Kevin malah mendapat pukulan keras di kepalanya.


Bugh…


Kevin meringis. Tagannya mengusap-usap kepalanya. Sedang matanya menatap nyalang pada Zean dan dengan gerakan cepat Kevin membalas perbuatan Zean. Kevin balik menimpuk kepala Zean dengan buku yang sama. Keduanya kini saling mengusap kepalanya masing-masing dan saling melemparkan tatapan tajam.


Lia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keduanya. "Jadi ini mau gimana? Siapa yang mau buat pptnya?" Lia mengeluarkan suaranya meskipun sedikit gugup.


"Lo tinggal terima beres aja. Biar gue, Zean sama Kevin yang ngerjain." ucap Arvin yang menjawab pertanyaan Lia.


Lia sudah menduga sebelumnya. Jika ia satu kelompok dengan si kembar pasti merekalah yang akan mengerjakan semua tugasnya. Saat Lia menolak dan mengatakan jika itu harus di kerjakan sama-sama mereka tetap memaksa ingin mengerjakannya berdua saja. Jadilah saat itu dirinya hanya bisa pasrah mengikuti kemauan keduanya dan tinggal menerima beres. Sebenarnya Lia tak masalah. Dirinya justru senang karena tak perlu repot-repot mengerjakannya. Hanya saja Lia merasa tak melakukan apapun dan hanya menumpang namanya saja.


BERSAMBUNG.............



Arvin



Vino



Zean



Nara



Viona


***Jangan lupa like,komen and vote ya .......


Terima kasih.......


see you next part***.........