You Are Mine

You Are Mine
YAM-12



...Happy reading 🤗...


Semalam Lia menghubungi Alya jika dirinya sudah baik-baik saja dan jadilah hari ini mereka akan pergi ke Bean Cafe .


Lia yang baru saja selesai mandi segera menghampiri Alya yang sudah menunggunya di kamar. Pukul 8 pagi Alya sudah sampai di rumahnya, padahal mereka janjian pukul 10.


Setelah merapikan pakaian yang di kenakannya Lia berjalan menuju meja belajarnya untuk mengambil jam tangannya yang tersimpan di laci meja.


"Kotak apaan tuh?"


Lia tersentak kaget. Hampir saja jam tangan yang hendak di pakainya terjatuh. Lia menoleh ke belakang dan mendapati Alya yang sudah berdiri di belakangannya.


Lia mengambil kotak yang di maksud Gytha kemudian menunjukannya. "Ini?"



Alya mengangguk dan mengambil kotak warna biru itu dari tangan Lia.


Saat Lia menemukan kotak itu, dirinya memang tak memeberitahu Alya dan pada saat itu juga Alya tak berangkat sekolah.


"Woahh bagus banget. Kok gak lo pakai sih, Li?" Alya mengeluarkan kalungnya dari dalam kotak.



Lia menggeleng. "Itu gue nemu di laci waktu gue ulang tahun."


Alya menatap Lia dengan alis terangkat. "Dari siapa?"


Lia kembali menggeleng. "Enggak tahu, Gak ada namanya. Cuma ada tulisan Happy birthday Cassandra gitu."


"Kok gak kasih tau gue sih lo kalau dapet ginian?"


"Waktu itu lo kan gak datang."


Mata Alya hampir keluar saat mengetahui harga kalung tersebut. Di layarnya saat ini terpampang jelas gambar kalung yang sama persis dengan kalung Lia dan harganya sangat-sangat fantastis. "Gila, Li."


Alya menggelengkan kepalanya tak percaya. Ia memberikan ponselnya pada Lia kemudian kembali menatap kalung Lia takjub. Bentuk kalung ini sangat sederhana tetapi harganya sangat lah mahal.


Tubuh Lia mematung begitu mengetahui harga kalung tersebut. Harga kalung itu adalah $5,600 atau sekitar 80 juta rupiah. Gila! Siapa orang yang memberinya kalung semahal ini dengan cuma-cuma padanya?


"Li, ini asli? Serius? Gue mau beli ini harus jual ginjal dulu!" pekik Alya yang masih syok mengetahui harga kalung tersebut.


Setelah kesadarannya kembali Lia segera mengambil kalung itu dari tangan alyay dan memasukannya ke dalam kotak. Lia segera menyimpan kotak itu di laci. Tak lupa ia juga mengunci laci mejanya.


"Ih, Li gue masih mau liat kalungnya."


Lia menggeleng. Ia tak ingin kalung itu rusak atau hilang. Lebih baik ia menyimpannya sekarang. Setelah menemukan siapa yang memberinya kalung itu, Lia akan mengembalikannya.


"Li, jangan-jangan lo punya secret admirer."


Lia melirik sekilas pada Alya. "Ngaco. Gak mungkin lah."


"Ish, gue bener, Li. Lo pasti punya Secret admirer. Nih, ya pertama kas lo ada yang bayarin, kedua lo di kasih coklat kemarin. Dan ini lo di kasih kalung sebagai hadiah ulang tahun dan katanya lo sering kayak di awasin 'kan? Fix lo pasti punya Secret admirer sih! Gak mungkin kalau ada yang ngelakuin itu semua sampai beliin lo barang mahal gini kalau dia gak suka sama lo!" jelas Alya panjang lebar.


Lia sendiri masih diam dan memikirkan tentang apa yang dikatakan Alya barusan. Jika apa yang di katakan Alya benar siapa kira-kira orang itu? Siapa si Secret admirer ini?



***Jangan lupa like, komen and vote ya…


Terima kasih…


See you next part***…