
...-YOU ARE MINE -...
Pria itu tersenyum lebar saat Lia menoleh padanya. Mendapati wajah Lia yang kebingungan, pria itu memperkenalkan dirinya. "Gue Kenzo. Kelas 11 MIPA 3."
Ah, rupanya adik kelas, pantas Lia tak mengenalinya. Teman seangkatannya saja Lia ada yang tak kenal apalagi adik kelasnya.
Lia menyebutkan namanya tanpa membalas uluran tangan pria itu. "Lia."
Pria bernama Kenzo itu tampak tersenyum kecut saat Lia tak membalas uluran tangannya. Menarik tangannya, Kenzo kembali bertanya pada Lia. "Cowok itu pacar kakak?"
"Hah? Bukan." Lia menggelengkan kepalanya. Terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan pria di sampingnya ini.
"Tapi udah punya pacar?" Kenzo kembali bertanya.
"Enggak." Lia masih menatap heran pada Kenzo. Kenapa pria itu bertanya hal seperti ini padanya?
Mendapati jawaban itu, Kenzo tersenyum tipis. Masih ada kesempatan rupanya. Sejak lama ia memang sudah menyukai Lia dan mengincar gadis itu untuk di jadikan pacaranya. Dan baru kali ini Kenzo berani mendekati Lia setelah sekian lama. Dirinya kira gadis itu sudah memiliki pacar karena setiap dirinya melihat Lia pasti ada seorang pria yang selalu mengikutinya kemanapun.
"Hmm, tapi gue selalu liat Kakak jalan bareng sama cowo."
Lia menautkan alisnya bingung. Apa yang di maksud Kenzo? Selama ini Lia tak pernah berjalan berdua bersama seorang pria. "Gue gak pernah jalan bareng cowo. Siapa yang lo maksud?"
"Kakak gak tau? Ada cowo yang selalu ngikutin Kakak kemanapun."
Mendegar perkataan itu membuat Lia terdiam. Jadi memang benar ada yang mengikutinya selama ini. "Hmm, lo kenal cowo itu?"
"Dia anak IPS, namanya kalau gak salah Brian."
Anak IPS? Kemungkinan ini adalah orang yang sama yang di maksud oleh Alya kemarin.
"Oh, oke. Thanks infonya." secepatnya Lia harus menemui pria bernama Brian itu.
Kenzo mengangguk dan kembali mengajak Lia mengobrol dan tampaknya rasa canggung yang di rasakan Lia di awal tadi sudah tidak ada. Buktinya Lia tampak asik mengobrol dengan Kenzo saat ini. Bahakan sesekali dirinya terkekeh karena lelucon yang dilontarkan pria itu.
Bugh…
Sebuah bola basket melayang di antara mereka berdua yang tepat mengenai dinding. Lia yang tadinya tertawa langsung terdiam begitu pula dengan Kenzo. Lia mengerjapkan matanya berulang kali. Nyaris saja bola itu mengenainya.
"Sorry, bolanya lari sendiri tadi." Kevin mengambil bola basket yang masih menggelinding kemudian masuk ke dalam kelas, tetapi sebelumnya pria itu sempat memberikan tatapan tajamnya pada Kenzo.
...*****...
-di toilet
"Al, cepet dong." saat ini Lia tengah menemani Alya ke toilet. Sudah lebih dari 10 menit Alya di dalam namun tak kunjung keluar membuat Lia kesal karena lama menunggu.
"Al! Lo ngapain si di dalem? Lama banget."
"Sabar." sahut Alya dari dalam. Dan akhirnya tak lama setelah itu Alya keluar juga.
Lia segera mengajak Alya untuk cepat-cepat masuk kelas. Di koridor yang di laluinya Lia berpapasan dengan Kenzo. Lia tersenyum, namun ia di buat heran saat pria itu tampak menghidarinya dengan berjalan cepat melewatinya bahkan tak membalas senyum sama sekali. Padahal jelas-jelas Kenzo tadi sempat melihatnya. Sangat berbeda dengan tadi pagi yang tampak ramah, menurut Lia.
"Lo kenal, Li? dia adkel kan?"
Lia mengangguk. Membenarkan ucapan Alya. "Kenzo. Kelas 11 MIPA 3. Tadi pagi dia nyamperin gue."
Alya menaikan kedua alisnya. "Ngapain?"
"Kenalan sama ngobrol."
"Tapi dia keliatan kayak gak kenal sama lo tuh?"
Lia mengendikkan bahunya. "Gak tau." jawab Lia yang memang tak tahu mengapa Kenzo bersikap seperti itu.
Saat ini keduanya sudah sampai di depan pintu kelas. Lia mengetuk pintu tiga kali lalu membukanya. "Maaf, Bu. Kita tadi habis dari toilet."
Bu Tia mengangguk mengerti. "Segera duduk di tempat kalian." ucapnya lalu melanjutkan menjelaskan materi yang sempat tertunda.
Lia dan Alya duduk di tempatnya masing-masing dan mendegarkan penjelasan Bu Susi.
***Jangan lupa like,komen and vote ya.....
Terima kasih.....
see you next part***....