You Are Mine

You Are Mine
YAM-11



...𝐌𝐨𝐡𝐨𝐧 𝐝𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚...


... 𝐲𝐚🙏...


... ...


...🄷🄰🄿🄿🅈 🅁🄴🄰🄳🄸🄽🄶🤗...


...-Keesokkan harinya.... ...


Pagi ini Lia merasakan kepalanya pusing padahal semalam ia baik-baik saja. Meski begitu Lia tetap memaksakan diri untuk sekolah.


"Kalau kamu gak kuat gak usah berangkat sekolah. Istirahat dulu di rumah." ucap Mamanya Lia.


"Aku gak papa kok, Maa. Kak, ayo berangkat sekarang." Lia sengaja meminta kakaknya untuk mengantarnya hari ini. Tak mungkin kan ia mengendarai motor dalam keadaan pusing seperti ini? Bisa-bisa celaka dirinya.


Cleona Keshwari, kakaknya Lia mengambil kunci motor kemudian berjalan keluar di ikuti Lia yang berjalan di belakangnya setelah berpamitan pada Mamanya.


Cleona segera mengantar Lia menuju sekolahnya. Sampai di depan gerbang sekolah Lia turun dari motor. Lia melepas helm yang di kenakannya dan menyerahkannya pada kakaknya setelah itu segera masuk.


Begitu sampai di kelas Lia mendudukkan dirinya di bangkunya setelah itu ia menjatuhkan kepalanya di atas meja dengan tangannya yang di gunakan sebagai bantal. Kepalanya maish terasa pusing.


Alya yang sudah datang sebelum Lia menatap temannya sebangkunya itu dengan alis terangkat. "


"Lo sakit, Li?" tanya Alya.


"Pusing doang." jawab Lia.


"Yah berarti besok gak jadi dong?"


Lia menegakkan badannya kemudian menatap Alya malas. Tangannya menyentil pelan kepala Alya. "Bukannya doain biar sembuh malah mikirin itu."


"Hehe. Ya abis gue pengen banget ke sana, tapi kalau lo sakit yaudah minggu depan aja deh," Alya mengamati wajah Lia lekat. "muka lo pucet, Li. Kenapa gak istirahat dulu di rumah?"


"Hmm, cuma pusing dikit doang kok." jawab Lia.


"Kalau gue jadi lo mending gak usah berangkat, Lia. Sana lo ke UKS aja. Muka lo pucet banget tuh."


Lia menggeleng. "Ini nanti ada ujian kan? Gue gak mau harus ujian susulan sendiri."


Lia kembali menggeleng lemah kemudian menjatuhkan kepalanya di atas meja.


"Gimana sih lo? Gak mau ke uks. Belom minum obat. Minta banget sakit ya lo?" omel Alya yang geram dengan temannya itu.


"Nanti gue ngantuk kalau minum obat jadi gak bisa ngerjain ujian. Lagian gua gak papa kok."


"Heh, kalau lo pusing gini juga mana bisa lo ngerjain ulangannya nanti." degus Alya mendegar perkataan Lia. Alya melirik pada jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Masih ada waktu 10 menit lagi sebelum bel masuk berbunyi. "bentar, gue ambilin obat di UKS. Di minum. Gak usah ngeyel kalau lo mau ikut ujian." Alya segera keluar menuju UKS untuk mengambil obat.


Tak berapa lama kemudian Alya datang dan langsung menyerahkan obat yang dibawanya pada Lia.


Setelah meminum obat yang di berikan Alya, Lia menyandarkan badannya yang lemas pada sandaran kursi. "Thank's ya, Li."


Alya hanya mengangguk dan berdeham pelan sebagai jawaban.


"Al." panggil Lia.


"Apa?"


"Besok jadi?"


"Enggak lah. Orang lo sakit gini."


"Hmm, jadi aja. Gue gak papa kok."


"Gak usah maksain gitu. Lo baru sakit entar malah tambah skait."


"Gini deh, nanti malem kalau gue udah baik-baik aja kita jadi kesana. Gimana?" usul Lia. Lia merasa tak enak dengan Alya, ia juga tak tahu akan jatuh sakit hari ini, karena semalam pun dirinya baik-baik saja.


Alya nampak berpikir sebentar sebelum menjawab. "Yaudah. Nanti malam lo kabarin gue aja, tapi inget jangan maksain diri lo ya!" peringat Alya dan Lia menganggukkan kepalanya.



***Jangan lupa like,komen and vote ya...


Terima kasih...


see you next part***...