
...Happy reading 🤗...
Sudah lewat seminggu lebih sejak kejadian yang hampir merengut nyawanya itu, Lia masih belum bisa melupakannya. Di tambah selama semingu ini pula hidupnya benar-benar terusik. Kerap kali Lia mendapati seseorang tak di kenalnya sedang mengikutinya. Ingin menghampiri tetapi Lia terlalu takut.
Lia menghembuskan nafasnya saat melihat bayang seseorang yang berjalan di belakangnya. Ia baru saja kembali setelah membeli gula di toko. Karena jarak toko dan rumahnya tak terlalu jauh Lia memilih untuk berjalan kaki. Dan sebenarnya ia sudah merasa di ikuti sejak keluar dari rumah, tetapi ia hanya diam dan terus berjalan. Namum sepertinya kali ini Lia harus memberanikan dirinya untuk menegur orang itu.
Menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba, Lia segera berbalik kebelakang. Namun ia tak mendapati siapa-siapa. Padahal jelas-jelas tadi ia melihat banyangan seseorang.
Menghembuskan nafasnya pelan Lia kemudian berbalik dan kembali berjalan. Lihat, bayangan orang itu kembali terlihat.
Kali ini Lia sedikit mempercepat langkah kakinya dan setelah itu ia berbalik badan dengan cepat. Dan Gotcha! Ia kini medapati seorang pria yang tengah mematung di tempatnya. Pria itu tampak akan menghindar namun Lia lebih dulu memergokinya.
Setelah beberapa saat terdiam pria itu tampak pura-pura terkejut seraya mengelus dadanya. "kakaknya bikin kaget deh tiba-tiba balik badan."
Lia menatap datar pria itu. Bagaimana bisa pria itu baru menujukan reaksi terkejut setelah beberapa saat hanya diam dan menatapnya saja.
"Lo siapa? Kenapa ngikutin gue?" Lia memberanikan dirinya untuk bertanya. Perlahan ia melangkahkan kakinya mendekat pada pria itu.
"Eh, sa-saya gak ngikutin kakak kok." elaknya yang membuat Lia mendegus sinis.
"Gue gak bodoh. Bayangan lo keliatan."
"Eh, berarti saya udah ketahuan ya?" pria itu menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. "Kalau gitu saya mau sembunyi dulu, kak. Misii!" pria itu tampak akan berbalik dan berlari menjauh. Namun ketika mendengar perkataan Lia membuatnya urung melakukan itu.
"Lo lari gue sumpahin lo jomblo seumur hidup!"
"Duh, kak. Jangan gitu dong. Saya juga mau ngerasain yang namanya pacaran, kak. Sampai sekarang saya belum pernah punya pacar. Masa kakaknya tega nyumpahin saya gitu." tutur pria itu. "hmm, kalau gak gini aja. Gimana kalau kakaknya jadi pacar saya. Sebelum kakaknya nyumpahin saya gitu kakaknya jadi pacar saya dulu. Jadi saya bisa ngerasain yang namanya pacaran. Gimana?" pria itu terseyum lebar setelah mengucapkan itu.
Lia hanya diam dan menatap datar pada pria itu. Mengabaikan semua ucapan pria itu yang tak penting menurutnya, Lia kembali mengajukan pertanyaan. "Kenapa ngikutin gue?"
"Sa-saya tadi kan udah jawab, kak. Saya itu gak ngikutin, Kakaknya. Kebetulan aja tadi saya jalan di belakang Kakaknya."
Lia menggeleng pelan, tak percaya dengan jawaban pria itu. "Lo kalau gak pinter bohong mending gak usah bohong deh."
"Emang keliatan banget ya kalau saya bohong?" tanyanya dengan wajah polos. Pria itu menggaruk kepala belakangnya.
Lia mendegus dan menjawabnya hanya dengan anggukan singkat. "Sekarang jawab jujur. Kenapa lo ngikutin gue?"
"Haduhh, Kak pertanyaan yang lain. Jangan itu mulu. Nanya nama saya gitu misalnya."
Lia memutar bola matanya jegah mendegarnya. Pria ini kembali beralasan lagi. "Tinggal jawab aja susah banget ya?"
Pria itu diam dan tampak kebingungan. "Nanti kalau saya jawab saya takutnya keceplosan-eh."
Lia tersenyum kecil. Sepertinya dugaanya benar. "Lo di suruh orang?" Sejak mendapati orang yang mengawasinya selalu berbeda-beda ketika dirinya berada di luar rumah Lia memang sudah menduga jika mereka itu hanyalah orang suruhan.
Melihat gelagat pria, Lia yakin betul jika pria itu memanglah suruhan dari seseorang. "Siapa yang nyuruh lo?"
Pria itu tampak semakin panik. Berulang kali ia menggaruk kepalanya. Cosplay jadi monyet mungkin.
"Siapa?"
"Bri-eh, duh. Ya Tuhan. Aku izin ke kamar mandi dulu ya kak. Aku buntu. Maaf, kak." Pria itu langsung tampak kabur dari Lia. Lia sengaja membiarkan pria itu pergi dan tak lagi menahannya. Setidaknya sekarang ia sudah mendapatkan petunjuk. Meskipun pria itu tak menyebut secara lengkap tetapi Lia dapat mengetahui siapa yang di maksud pria itu.
...****...
Seorang pria tampak mengepalkan tangannya kuat. Matanya menujukan kilatan amarah yang sangat kentara. "Terus awasi pria itu. Jangan biarkan dia sampai mendekatinya dan tetap berikan semua informasi yang kalian dapat kepadaku." ucapnya pada seseorang di sebrang sana. Dengan kasar pria itu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Dengan amarah yang masih melup pria itu mendudukan dirinya di kursi. Kepalan tangannya memukul meja dengan keras. Seolah tak memperdulikan tangannya akan terasa sakit.
Tak sengaja, matanya melirik figura kecil di atas meja, pria itu tampak mengelum senyum tipis. Melihat foto itu membuat amarah reda. yang ada di dalam dirinya sedikit
Namun senyumannya seketika lenyap dan berganti dengan decakan kasar saat mendegar dering ponselnya yang kembali berdering. Dengan gerakan kasar pria itu mengangkatnya tanpa melihat dulu siapa yang meneleponnya.
"Halo, Son."
Pria itu menghembuskan nafasnya kasar mendegar sapaan itu. "Pa, tolong jangan ganggu aku dulu. Kepalaku benar-benar pusing saat ini."
"Hahaha. Tenanglah, Nak. Papa tau apa yang membuat khawatir. Mereka tak akan bisa menyelakainya. Tenang saja."
"Dia sudah hampir menabrak gadisku, Pa. Bagaimana aku bisa tenang?!" emosinya yang sudah reda kembali tersulut.
"Baiklah, baiklah. Papa matikan. Tapi ngat kamu jangan gegabah. Jika kamu gegabah maka nyawa gadismu itu akan semakin dalam bahaya. Mereka sudah mengetahui kelemahanmu.' "
Setelah sambungan telepon itu di matikan pria itu kembali meletakan ponselnya ke atas meja dengan kasar. Tak akan ia biarkan seseorang melukai gadisnya sedikit saja. Tunggu saja apa yang akan ia lakukan selajutnya.
Pria itu tersenyum miring. Seperti kata Papahnya. Ia tak boleh gegabah saat ini. Ia harus tetap tenang. Jika ia gegabah sedikit saja maka nyawa gadisnya yang akan menjadi taruhannya saat ini.
BERSAMBUNG.........
...AUTHOR MINTA MAAF BANGET KE KALIAN , KARENA JARANG BANGET UP KALI INI 🙏🙏🙏,,KARENA AUTHOR BARU SIAP UJIAN KENAIKAN,JADI BANYAK TUGAS YANG HARUS DI SELESAI KAN 🤧, AUTHOR USAHAKAN GAK AKAN...
LAMA LAGI UP NYA KALI INI 🙏😊,,,,, MAKASIH YA SEMUA NYA YANG UDA MAMPIR KE KARYA AUTHOR🙏🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN AND VOTE YA…
TERIMA KASIH…
SEEE YOU NEXT PART…