
Urusan mereka dikota Arachrova telah selesai dan mereka memutuskan untuk pulang kembali ke desa.
Perjalanan pulang kembali ke desa goblin berjalan lancar tidak ada gangguan dari makhluk-makhluk aneh seperti saat perjalanan pergi.
Yakhuryu pun langsung belajar menggunakan pedang untuk mempersiapkan dirinya di perekrutan anggota baru 7 Pasukan Pengusaha Langit nanti.
"Eh karena pedang mu itu masih pedang biasa jadi cobalah masukan sihir ke pedang mu" Ucap Melissa
"Hmmm caranya gimana? " Tanya Yakhuryu
"Pegang lah pedang nya selanjutnya tutup matamu dan fokus" Ucap Melissa
Yakhuryu pun mengikuti perintah yang diberikan Melissa.Kemudian seketika pedang nya muncul corak bermotif belalang.
"woahh berhasil" Ucap ku
"Untuk pembelajaran ayo coba membunuh monster-monster kecil dihutan " Ucap Melissa
Kami berdua pergi ke dalam hutan untuk membunuh monster-monster kecil, lalu mereka menemukan jurang yang berisi slime.
"Woah slime bagaimana jika kau bunuh para slime itu" Ucap Melissa
"Baiklah" Ucap ku sambil melompat ke dalam jurang
"Hiyaaaa mati kau " Teriak ku yang sedang membunuh para slime
Aku berlatih setiap hari di hutan untuk mempersiapkan dirin di ujian perekrutan anggota baru 7 Pasukan Penguasa Langit.
Selain membunuh slime aku juga terus berusaha memotong batu hingga terbelah tapii sama sekali belum berhasil.
-3 Tahun Kemudian-
Kini diriku sudah berumur 11 tahun.
Hari ini aku berlatih sendirian didalam hutan tanpa ditemani siapapun.
Aku pergi berlatih dari siang hingga matahari terbenam,aku berlatih untuk membelah beberapa batu besar di hutan. Kini sudah 5 batu yang sudah ku belah selama 3 tahun ini.
karena matahari sudah terbenam aku pun langsung bergegas pulang kerumah.
Aku selalu berlari meloncati pepohonan saat pergi maupun pulang untuk melatih otot kakiku.
Saat aku sedang meloncati pepohonan terdengar suara perempuan minta tolong, suaranya sangat imut yang membuat ku berhenti seketika dan pipi ku menjadi merah.
"hiyaaaa"
*Too.....l....oongg...ggggg
"Eh" Ucap Yakhuryu
*Siapapun tolong
"imutnya" Ucap ku sambil memegang kedua pipi.
"Tapi dia meminta tolong,pasti dia dalam bahaya" Ucap ku sambil meloncat dengan cepat untuk mencari sumber suara itu
"huh siapa yang berani menyakiti orang bersuara imut seperti dia akan kubunuh" Ucap ku sambil meloncati pepohonan.
Aku berhasil menemukan sumber suara itu ternyata yang berteriak minta tolong itu adalah seorang anak kecil dari ras iblis yang sedang bersama 2 orang pemburu.
Pemburu itu membawa sebuah kepala rusa yang baru saja mereka buruh.
"Ketemu! " Seru diriku
"Walah walah paman paman yang sudah tua ini menyakiti seorang anak kecil? " Ucap ku dengan nada mengejek
"Hei paman beraninya kau menyakiti anak seimut dia" Teriak ku sambil mengacungkan pedang ku ke dua pemburu itu.
Gadis itu memiliki rambut pendek berwarna hitam kecoklatan dan memiliki tanduk kecil dikepala nya serta kalung taring harimau di lehernya.
"Hah siapa kau berkata tidak sopan dengan orang tua, " Ucap salah satu pemburu yang sedang memegang senapan.
Aku terkejut ternyata didunia ini ada senapan juga haha.
"menyikirlah atau kalian berdua akan kubunuh lalu akan ku kuliti dan dijual hahhaha," Ucap salah satu pemburu itu sambil mengacungkan senapan nya ke arah aku dan anak iblis itu.
"Hah kau bicara apa paman" Ucap ku sambil tersenyum mengerikan
"Barang siapa yang menyakiti gadis imut seperti dia akan kubunuh" Ucap ku sambil melemparkan pedang ku kearah pemburu itu.
Kedua pemburu itu menertawai ku dengan keras karena pedang ku tak mengenai mereka
"Sihir serangga: sengatan lebah mematikan, " Ucap ku yang mengeluarkan beberapa lebah ke arah dua pemburu itu.
Kedua pemburu itu berlari terbirit-birit agar terhindar dari lebah itu.
"Ehhh paman kenapa berlari mari kita bersenang-senang," Ucap ku sambil mengambil pedang nya dan mengejar dua pemburu itu.
"Kau jangan kemana-mana ya gadis imut" Teriak ku ke gadis itu
Aku meloncat dari pohon ke pohon untuk mengejar dua orang itu lompatan ku sangat cepat hingga dia berhasil menyalip dua pemburu itu.
"Hiyaaa"
"Haiikkkk"
Yakhuryu mendarat tepat di depan 2 pemburu itu
Karena aku menyalip mereka, kedua pemburu itu terkena sengatan lebah yang kuciptakan.
Aku tertawa dengan keras melihat mereka tersengat lebah, tapi lebah yang kuciptakan sengatan nya tak terlalu mematikan si aku masih harus menguatkan sengatan lebah ku.
10 sengatan lebah ku sama dengan satu gigitan semut kecil.
"Eh..... "
Kedua pemburu itu kaget karena sengatan lebah ku ternyata tidak seperti namanya lalu mereka menertawai ku lagi.
"argghhh, memang benar sengatan lebah ku itu tak sesuai namanya. Tapi aku akan meningkatkan sengatan nya kalau sengatan nya sudah mematikan aku akan kembali lagi untuk menyengat kalian berdua hahah, " Ucap ku
"Hahahaha sihir lemah macam apa itu, " Ucap pemburu yang memegang senapan
"Sihir peluru: Tembakan seribu peluru hitam, " Ucap pemburu itu
"Sihir penciptaan: Perisai kumbang pemantul sihir, " Teriak ku
Perisai kumbang ku ini bisa memantulkan sihir apapun kembali ke asalnya.
Beberapa peluru yang dilontarkan pemburu itu kembali lagi kepada nya.
"Sihir penciptaan: dinding tanah, " Ucap pemburu yang satunya.
"cih ternyata sihir nya bukan sihir rendahan," Ucap pemburu yang memegang senapan itu.
"eh tapikan dia seorang goblin, goblin kan tidak terlahir sebagai makhluk yang mempunyai sihir, " Ucap pemburu yang satunya.
"Hahaha aku bukan Goblin seperti yang lainnya, akan kutunjukkan satu kekuatan ku, " Ucap ku
"Sihir Pembelahan: Round ground!!!!" Ucap ku sambil membelah tanah disekeliling 2 pemburu itu menjadi bulat.
"ehhhh ternyata sihir pembelah ku hanya bisa membelah batu saja, itupun butuh berbulan-bulan," Gumam ku
"hah??? " Ucap dua pemburu itu dengan wajah kebingungan
Tanah yang ingin dibelah ku tidak terbelah, hanya terbentuk garis berbentuk lingkaran saja.
"hahahhaha apa-apaan ini dia belum menguasai Sihir nya sendiri," Ucap salah satu pemburu itu
"Hah? apa yang kalian tertawakan paman? " Ucap ku
*Swoshhh
Aku berlari dengan cepat ke arah pemburu itu dan menebas kaki pemburu itu.
"Arghhhhhhhhh" Teriak 2 pemburu itu yang kesakitan kaki nya ditebas oleh Yakhuryu
"Bagaimana paman? aku sangat kesal karena kalian menertawakan aku, jadi sudah siapkah untuk kehilangan nyawa? " Ucap ku
"Arghhh jangan ku mohon jangan, kami sama sekali tidak menyakiti anak itu kami hanya mengancam nya saja" Ucap mereka berdua.
"oh," Ucap ku sambil melempar kan ramuan penyembuh ke dua pemburu itu.
setelah itu aku kembali menemui gadis iblis tadi.
Ramuan penyembuh itu adalah madu yang bisa mengobati luka yang dibuat oleh Melissa untuk ku.