YAKHURYU: The Goblin

YAKHURYU: The Goblin
KEBENARAN YANG TERUNGKAP



Suara ayam berkokok dipagi hari tak lagi ku dengar,kini hanya suara lonceng didesa Goblin yang membangunkan ku dari tidur.


Teng teng


Aku yang tidur dengan posisi tubuh miring ke kanan menghadap ke jendela, perlahan-lahan membuka kedua mata yang masih terasa berat.


Saat diriku yang berusaha membuka kedua mata terlihat seekor lebah masuk kedalam kamarku melalui celah-celah diatas jendela.


Aku mengabaikan lebah itu dan kembali menutup mata, tetapi ada suara perempuan yang mengucapkan selamat pagi kepadaku.


Aku kaget dan langsung bangun dari posisi tidur dan melihat ke Seliling sambil bergumam "Suara siapa itu?Dirumah ini rasanya tidak ada suara seimut itu, lagian juga dikamar ini hanya ada aku dan kakak saja. "


Suara itu kembali terdengar.


"Hey kau melihat kemana, "


Aku spontan melihat ke arah lebah itu.


"Dasar itu suara ku, "


Karena diriku yang masih mengantuk ,aku menganggap itu hanya halusinasi di pagi hari saja dan kembali berbaring.


Kemudian lebah itu terbang ke arah telinga ku.


"Sudah ku bilang itu suaraku!!, "


Lebah itu teriak tepat di dekat telinga ku, aku spontan menangkis lebah itu dari telinga ku.


"Ahhh... sakit tahu, "


Lebah itu terpental ke arah meja di dekat jendela.


"Ehh maaf, ternyata aku tidak berhalusinasi ya hehe, "


Lebah itu terbang lagi ke arah ku dan menyengat tangan ku.


"Aduh duh.. "


Aku spontan berteriak yang membuat kakak ku terbangun.


"Hoammmmm apasi Yakhuryu berisik sekali, "


"Eh maaf kak tangan ku terjepit, "


Kemudian kakak ku Takhsim pergi keluar kamar.


Lebah itu tertawa melihat ku kesakitan disengat olehnya.


Kemudian muncul cahaya putih disekeliling lebah itu.


"Jadi kenalkan namaku Melissa, "


"Ehh.. "


Lebah itu berubah menjadi manusia yang sangat cantik, ntah kenapa dia bisa berubah menjadi manusia seperti itu.


Aku terdiam dengan mulut yang sedikit memangap.


"Hah apa yang kau lihat, "


Ucap Melissa sambil bergerak ke arah ku dan mencubit kedua pipiku.


"Aduh duh.. "


"Gini ya aku adalah murid dari dewi Naseko aku diutus oleh nya untuk menjadi pendamping mu, "


"Hee pendamping?, "


Ucap ku dengan wajah bingung.


"Hah bukan jangan salah paham, maksud ku aku akan menjadi teman mu di dunia ini. " Ucap nya dengan pipi yang memerah.


"ohh... teman ya, "


Saat aku sedang berbicara dengan Melissa, kakakku masuk kedalam kamar dengan membawa cangkir yang berisi air putih.


Melihat ku yang sedang berbicara dengan seorang gadis, ia terkejut dan cangkir yang ia pegang terjatuh.


"Hah.. "


Aku langsung melihat kebelakang.


"Yakhuryu?, "


"Hah ada apa? kenapa kau menjatuhkan cangkir didepan pintu seperti itu, "


"Itu siapa?, "


Ucap nya dengan terbata-bata.


Aku menarik nafas kemudian membuangnya.


"Saat aku menjelaskan kalo diriku adalah manusia yang bereinkarnasi saja kau tidak percaya apalagi ini, "


"Hah tinggal kau jelaskan saja kok, " Ucap Melissa sambil bergerak menuju Takhsim.


"Aku Melissa, aku adalah murid seorang dewi. aku ditugaskan untuk pergi kesini, "


"hah dewi? kau dewi?, "


"Ehh apa yang kau lakukan!!,"


"Eh memang nya kenapa kan kau seorang dewi, " Ucao Takhsim yang masih sujud ke Melissa.


"Sudah kubilang aku adalah MURID dari seorang dewi, aku bukan dewi huh, "


Kemudian Takhsim bangun dari posisi sujud dan duduk bersila.


"Ehh begitu ya, terus apa tujuan mu kemari?, "


"Sudah ku bilang aku DITUGASKAN ke sini untuk menjadi pen- temannya Yakhuryu, "


"Hah teman? kenapa kau ditugaskan dewi untuk menjadi teman Yakhuryu?, "


"Karena Yakhuryu hmmm adalah manusia yang bereinkarnasi jadi aku ditugaskan untuk itu. "


"Hah maksud mu?, "


Takhsim menggaruki kepalanya karena kebingungan.


"Hadeh kak sudah kubilang aku itu dulunya manusia, " Sahut diriku.


"Oh begitu ya lalu kenapa kau bisa bereinkarnasi?, "


"Eh mana mungkin aku memberi tahu kenapa aku bisa mati lalu bereinkarnasi huh, "


Mendengar keributan di kamar anaknya, ibu Yakhuryu dan Takhsim pergi ke kamar anaknya.


"Ehh Kalian ini pagi-pagi sudah ribut ada ap-.., " Ucapan Ibu terpotong karena melihat seorang gadis.


" Ehhh Yakhuryu Takhsim!!, siapa gadis itu, " Ucap Ibu


"Huh baru pertama kali aku ditugaskan oleh dewi untuk menjadi teman seseorang yang bereinkarnasi seheboh ini, " Gumam Melissa


Melissa adalah seorang murid yang ditugaskan oleh Dewi untuk menjadi pendamping seseorang yang bereinkarnasi saja.


Umur Melissa tidak bertambah ia hanya tetap berumur 12 tahun, tapi tubuh nya akan tumbuh seperti orang pada umumnya.


"Jadi gini tante eh ibu .... perkenalan nama ku Melissa murid dari seorang dewi, "


"Aku ditugaskan untuk menjadi teman Yakhuryu didunia ini karena Yakhuryu adalah orang yang bereinkarnasi. "


"Apa kau bereinkarnasi Yakhuryu?, " Tanya ibu sambil memegang kedua bahuku.


"Eh heheh iya bu, "


"Oh begitu sebenarnya juga ibu, " Ibu terdiam


"Hah ada apa bu?, "


"Eh tidak kok bukan apa-apa, silahkan beritahu ayah mu dan jangan bilang ke warga desa ya, "


Yakhuryu dan Melissa pergi menemui ayah nya di kamar dan memberi tahu yang sebenarnya.


Reaksi ayah sebenarnya biasa saja mendengar perkataan Yakhuryu.


Kemudian mereka berdua kembali ke ruang makan untuk sarapan.


Saat selesai sarapan aku memulai pembicaraan dengan menanyakan apa itu goblin sebenarnya ke ayah.


"Eh ayah aku ingin tanya, dulu saat menjadi manusia aku pernah membaca buku tentang goblin, goblin digambarkan sebagai makhluk yang nakal yang suka mengganggu dan merusak desa ras lain, apakah benar? " Ucap ku


"Tidak semua itu salah, malahan kami yang selalu diganggu ras lain, kami semua sudah 5 kali pindah tempat karena diserang oleh ras lain" Ucap ayahku yang menjelaskan kebenaran.


"Huh ssiapa yang menyerang desa kita yah?, "


"yang biasanya menyerang kami adalah bangsa Pigman, pigman adalah manusia bab* yang suka menganggu ras lain.Tidak cuman pigman banyak lagi makhluk lain yang menyerang kami salah satunya manusia juga ikut menyerang kami, "


"disini ada manusia ya yah?, "


"Hmm ada kok kan ayah sudah bilang kalo semua ras ada disini, "


"Hehehe, "


"Nah sekarang adikku ayo ceritakan kehidupan mu didunia yang dulu!! aku ingin mendengarkan nya, " Ucap Takhsim dengan semangat


"Hah boleh saja ayo kita bicarakan di kamar, " Ucap ku


Aku pergi menuju ke kamar bersama Melissa dan Kakak.


"Nah jadi ayo ceritakan, " Ucap Takhsim dengan semangat


"Kehidupan ku tidak berbeda dengan disini, aku sama-sama tinggal didesa seperti ini, " Ucap ku


"Tapi yang membedakan ku dengan dunia yang lama adalah aku memiliki kekuatan hahah, " Ucap ku


"hah enak sekali kau punya kekuatan ya, " Ucap Takhsim.


"hmm tapi kekuatan ku ini tidak keren, " Ucap ku sambil memasang wajah sedih.


"Hah tidak keren? liat saja nanti kau akan menjilat ludah mu sendiri, " Ucap Melissa


"Hah kau menakutkan Melissa, "


"Hahahaha, "


Kami bertiga tertawa terbahak-bahak.