YAKHURYU: The Goblin

YAKHURYU: The Goblin
LANGIT HITAM KEMERAHAN



Setelah berpisah dengan pasukan lainnya karena terperangkap di jebakan yang dibuat oleh Kerajaan Alhambra.


Pasukan kami bertemu dengan pasukan Naga Api dan Kalajengking Emas di pintu gerbang Kerajaan Ajayaris.


Kami menunggu sebentar pasukan lainnya datang, lalu kak Vindra menggunakan sihir nya untuk menberi tahu pasukan lain bahwa kami sudah sampai di Kerajaan Ajayaris.


Sihir kak Vindra adalah gelombang suara,jadi untuk berwaspada kuping kami sakit ,aku menciptakan perisai kumbang anti sihir milikku.


Perisai kumbang milikku itu tidak mempan terhadap sihir jika ada sihir yang terkena perisai ku ini sihir nya akan terpental atau terserap oleh perisai ku.


Yang aku lindungi hanya kami yang ada di luar saja, Kerajaan Ajayaris tidak ku lindungi dan alhasil beberapa penjaga Kerajaan Ajayaris keluar untuk menemui kami karena sangat ribut..


Kami ditegur oleh penjaga Kerajaan Ajayaris itu dan mereka bertanya apa tujuan kami kesini.


Lalu kami langsung menjelaskan bahwa kami ingin pergi ke kota Emerald untuk menemui seseorang tanpa menyebutkan nama orang yang ingin kami temui.


Butuh waktu beberapa menit untuk permintaan kami disetujui.


Setelah disetujui kami langusung bergegas pergi ke Hutan Huytai tapi karena ada beberapa pasukan yang belum datang jadi kami menunggu sebentar.


Setelah menunggu sebentar pasukan lainnya tiba di pintu gerbang Kerajaan Ajayaris, lalu kami langsung pergi kesana menggunakan sihir teleportasi milik salah satu anggota Pasukan Gagak Perak.


Sihir teleportasi hanya bisa digunakan jika pemiliknya sudah pergi ke tempat tersebut untung saja anggota Pasukan Gagak Perak sudah pernah kesana.


Dibawah kami ada lingkaran sihir sama seperti waktu aku di kirim ke dunia ini.Setelah itu kami berteleportasi ke Hutan Huytai.


Hutan Huytai merupakan hutan dengan pohon-pohon berukuran raksasa dan berdaun lebat dan agak sulit menemukan ahli sejarah yang tinggal dibawah tanah.


Salah satu anggota Pasukan Naga Api Hanafa mempunyai sihir untuk melacak sesuatu kami sedikit terbantu olehnya.


*Hutan Huytai


"Nah sekarang tugas pasukan ku akan aku tunjukkan kehebatan pasukan ku, " Ucap Tirgi dengan semangat.


Dia merentangkan kedua tangannya kesamping sedikit ke atas sembari kepalanya menunggak ke atas.


Hanafa menganggukan kepala nya dan maju sedikit kedepan lalu ia menciptakan anjin* iblis untuk melacak.


"Sihir Penciptaan: Anjin* iblis, " Ucap Hanafa sembari dia merentangkan kedua tangannya kedepan.


Setelah itu muncul Anjin* Iblis berwarna hitam dan anjin* itu mulai mengendus tanah.


Cara Hanafa sebenarnya tidak terlalu efektif untuk menemukan ahli sejarah, untung saja salah satu anggota di Pasukan Unta Berkaki Kuda memiliki sebuah sihir yang lumayan efektif untuk menemukan ahli sejarah itu.


"Heh kalau caranya seperti itu lebih baik kita bawa 1000 anjin* saja kesini, " Ucap Kyameru.


"Akan ku tunjukkan kekuatan anggota ku yang lebih efektif untuk menemukan ahli sejarah itu, " Ucap kyameru


Kyameru langsung memerintahkan salah satu anggota nya yang bernama Ray.


"Sihir Penciptaan: Kacamata X-ray," Ucap Ray


Ray membuat Kacamata X-ray jika memakai kacamata itu isi tanah yang dilihat nya akan terlihat dengan jelas tetapi hanya berwarna hitam putih saja.


Ray langsung memakai kacamata itu dan melihat kearah tanah.


Untuk mempermudah pencarian nya Ray berkerja sama dengan Hanafa, anjin* ciptaan Hanafa akan mengendus bau manusia di hutan ini sedangkan Ray akan melihat isi bawah tanah menggunakan kacamata x-ray nya.


Kami telah berjalan beberapa meter kedepan untuk menemukan ahli sejarah itu, hingga akhirnya anjin* ciptaan Hanafa menggonggong dengan sangat keras yang ternyata dibawah tanah tempat kami berpijak itu didalamnya ada manusia.


Dan benar saja setelah Ray melihat ke bawah tanah dengan kacamata x-ray nya ternyata memang ada manusia disitu tapii disana terlihat ada 6 orang.


Jika yang terlihat adalah manusia atau mahkluk hidup lainnya akan terlihat dengan berwarna putih saja sedangkan jika berwarna hitam itu adalah benda mati.


Kami masih ragu apakah dibawah itu ahli sejarah atau kelompok penjahat yang sedang bersembunyi.


Anggota Pasukan Unta Berkaki Kuda langsung bertindak menggunakan Sihir nya untuk menggali tanah itu.


Tapi belum sempat menggali tanah itu tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat besar diatas langit.


Duarrrr


Langit seketika dipenuhi celah-celah seperti cangkang kura-kura, dan langit berubah menjadi bewarna hitam kemerahan.


Lalu 3 bayangan itu menjatuhkan sebuah meteor berukuran raksasa ke arah kami, Zii Khambalam pun langsung bergegas menciptakan perisai air nya untuk menahan meteor itu jatuh ke arah kami.


Tak henti disitu Fegar Scorpean ketua Pasukan Kalajengking Emas melontarkan 1000 tombak cahaya ke arah langit.


Dan seketika langit berubah lagi menjadi cerah sedangkan 3 bayangan itu tiba-tiba menghilang begitu saja.


Karena pandangan kami semua teralihkan oleh 3 bayangan itu, saat Ray melihat ke bawah tanah menggunakan kacamata x-ray nya.


6 orang yang terlihat tadi juga menghilang entah kemana.


Kami semua bingung dan Tirgi menyalahkan Ray karena tidak fokus dengan 6 orang yang ada di bawah tanah itu.


Lalu tiba-tiba ada serangan mengejutkan dari arah belakang untung saja Fegar Scorpean menyadari itu dan langsung membuat perisai untuk melindungi kami.


Yang menyerang kami dari belakang itu adalah 5 anggota Kelompok Bulan Terbelah, dan aku sangat terkejut melihat anggota Kelompok Bulan Terbelah ada wajah mereka yang ku kenali.


Dan disana ada satu serigala yang mirip dengan serigala saat insiden serangan bangsa pigmam beberapa tahun yang lalu.


Ada satu pria bertubuh besar dan sangat mengerikan walaupun tubuhnya seperti itu aku masih sedikit mengenali wajah nya itu.


"Yo Yakhuryu, "


Saat dia menyapa ku, aku terdiam dan pandangan mataku kosong seakan-akan tidak menyangka bahwa itu adalah orang yang ku kenal, orang yang sudah bersama ku beberapa tahun.


Tanpa pikir panjang aku langsung berlari untuk bertemu dengannya, belum sempat kesana aku dilontarkan tombak berwarna hitam oleh yang sepertinya itu dia ketuanya.


Dia memakai topeng tengkorak berwarna hitam serta rambut panjang yang di kepang menjulur kebawah hingga ke tanah.


Aku tidak tahu dia seorang perempuan atau laki-laki.


Tombak itu hampir mengenai diriku karena aku tidak fokus untung saja ketua Shaori menarik ku dengan sihir nya, sedangkan ketua Fegar membuat perisai cahaya untuk mementalkan tombak itu kembali.


Tombak itu terpental kembali ke arah mereka tapi tidak mengenai satu orang pun karena mereka menghindar.


Ketua Fegar merasa ada yang aneh dengan seseorang yang memakai topeng tengkorak itu dan dia menghampiri nya.


Belum sempat ketua Fegar menghampiri nya salah satu anggota kelompok bulan terbelah maju kedepan menghalangi ketua Fegar mendekati ketua nya.


Dia adalah seorang perempuan dia menghentikan ketua Fegar dengan membuat lingkaran api berwarna biru di sekeliling ketua Fegar, api itu adalah api abadi yang tidak bisa di matikan.


Dengan melihat api berwarna biru aku teringat dengan satu orang yang pernah aku temui beberapa tahun lalu.


Dan benar saja itu adalah Sherin,seketika dia berubah wujud menjadi seperti Sherin yang ku temui dulu.


"Hihihi, "


Dia tertawa kecil dan dia berulang-ulang berubah menjadi Sherin kecil dan Sherin besar.


Aku bingung apa sebenarnya yang terjadi dan aku berteriak ke arah orang yang bertubuh besar dan mengerikan itu.


"Oi apakah kau benar seseorang yang bersama ku selama bertahun-tahun?, "


Orang yang memiliki tubuh mengerikan itu langsung menjawab pertanyaan ku.


"Ya aku Takhsim kakak tercinta mu, "


Aku semakin bingung kenapa kakakku bergabung dengan kelompok penjahat itu.


"Hah apa kau sudah gila?,kemana Ayah ibu dan penduduk desa?, "


Aku berteriak dengan wajah yang dipenuhi emosi.


Dia tertawa sangat keras ketawanya sangat mengerikan.


"Ayah,ibu, penduduk desa? mereka sudah tiada, "


"Dan mereka hilang dengan kedua tangan ku sendiri hahahah, "


Mendengar ucapannya aku tiba-tiba terduduk di tanah, dengan perasaan marah aku menghentakkan tangan kanan ku ke tanah.


"Sialan kau!!,"