
"Woahh apa tuh lebah 3? nama jurus kah? gila keren Melissa" Ucap ku dengan kagum
"heh akan kutunjukkan kekuatan ku yang paling hebat" Ucap Melissa
Melissa berubah wujud menjadi lebah yang ukuran nya lebih besar daripada saat melawan Pigman waktu itu.
Melissa mulai menyerang raksasa itu dengan kedua pedang nya namun gerakan raksasa itu sangat lincah ,Raksasa itu loncat kesana sini yang membuat Melissa kesulitan menyerangnya.
"ahhh sial lincah sekali dia" Gumam Melissa
"Yakhuryu Yakhuryu kau dengar suara ku tidak" Ucap Melissa
"Melissa aku dengar suaramu" Teriak ku dari bawah
"baiklah sekarang kau berubah menjadi serangga untuk membantu ku disini" Ucap Melissa
"Hah? Kau gila... aku belum membunuh satu serangga pun saat aku berada didunia ini, jadi mana bisa aku berubah menjadi serangga" Ucap ku.
Dan kebetulan muncul sekumpulan serangga sekitar 5 meter dari arah belakang kami, Aku pun langsung berlari ke arah sekumpulan serangga itu.
"Yakhuryu liat dibelakang kita, seperti ada sekumpulan benda yang terbang mungkin itu serangga" Ucap Takhsim sambil menujuk kearah belakang
"heh baiklah aku akan kesana" Ucap ku sambil berlari ke sekumpulan serangga itu.
Ternyata bukan hanya tubuh nya saja yang lincah raksasa itu juga bisa mengendalikan Pasir.
Melihat diriku yang berlari menuju sekumpulan serangga itu, Raksasa itu langsung membuat pasir layaknya seperti ombak menuju kearah ku.
Aku kebingungan dan terdiam melihat sekumpulan pasir seperti ombak itu menuju kearah nya.
"Yakhuryu mundur!!! " Teriak Takhsim
"Hah sial raksasa ini ternyata dia juga bisa mengendalikan pasir" Ucap Melissa
Saat ombak pasir itu sudah berada kurang lebih diatas kepala ku, satu belalang terbang mendekati ku.
Tanpa pikir panjang aku langsung memakan belalang Itu dan kemudian aku berubah menjadi belalang yang tidak terlalu besar.
"Huh apakah aku akan mati lagi untuk kedua kalinya" Gumam ku dengan mukanya yang pasrah sambil melihat ke atas Kepala nya.
"Ehhhh ada satu belalang yang mendekati ku " Ucap ku sambil mengambil belalang itu
"Ah dapat hmmm aku bunuhnya pakai apa ya, ah langsung aku makan sajalah" Ucap ku sambil menelan belalang itu.
Aku telah berubah menjadi belalang dan aku langsung terbang menghindari ombak pasir itu.
"Woahhh aku sudah berubah menjadi belalang " Ucap Yakhuryu
"Hiyaaa" Ucap ku terbang menghindari ombak pasir itu.
"Oiiii Yakhuryu bantu aku melawan raksasa ini" Teriak Melissa
Aku terbang menuju raksasa itu.
"Hahahah hebat tidak aku berubah menjadi belalang?" Ucap ku.
"Huh tidak hebat kalau kau belum membunuh raksasa itu" Ucap Melissa
"Yoshhh baiklah akan kubunuh hiyaaa" Ucap ku sambil terbang ke hadapan muka raksasa itu
"Eh tunggu aku membunuh nya pakai apa" Ucap ku dengan panik
"Astaga" Ucap Takhsim sambil menepuk jidatnya
Tiba-tiba raksasa itu meleleh berubah menjadi pasir, karena dia telah bangkit selama 2 jam.
"Eh liat raksasa nya meleleh" Ucap Takhsim
"Sepertinya dia sudah bangkit selama 2 jam kini dia akan tidur selama 10 tahun" Ucap petani tua
"Huh selamat" Ucap Melissa yang langsung berubah menjadi manusia
"Ahhhh sial padahal aku ingin membunuh nya" Ucap ku yang juga langsung berubah menjadi manusia
"Eh bocah kau tidak punya senjata, aku yang punya senjata saja kesulitan melawan dia" Ucap Melissa
"Huh waktu sampai di kota Arachrova nanti aku ingin membeli pedang" Ucap ku
"Terserah mu, eh ngomong-ngomong kau bunuh belalang nya pakai apa? " Tanya Melissa
"Ahhh itu.... hmmmm aku makan hehehe" Ucap Yakhuryu sambil menggaruk-garuk rambut nya.
"hah kau makan? hahahaha apa rasanya? " Ucap Takhsim sambil tertawa
"Karena aku makannya mentah-mentah jadi rasanya tidak enak" Ucap ku
"hahahahah" Takhsim tertawa mendengar ucapan ku
"baiklah kita lanjut tidur dan besok pagi kita lanjutkan perjalanan ke kota Arachrova" Ucap Takhsim
Kini diriku sudah mempunyai perubahan wujud yang tetap yaitu Belalang, ahh sial lagi-lagi kekuatan yang tidak keren.
Setelah itu kami melanjutkan tidur dan akan melanjutkan perjalanan ke kota Arachrova besok.
Setelah melewati hutan-hutan yang lebat serta padang pasir yang sangat terik akhirnya kami sampai juga ke kota Arachrova.
Suasana kota Arachrova pada hari itu sangat ramai banyak berbagai macam ras yang berkunjung ke sana untuk berbelanja.
"Woahh ramai sekali" Ucap ku sambil melihat ke Seliling.
"Jelas lah ramai namanya juga pasar"Ucap Melissa
Kami berjalan sambil mendorong gerobak berisi padi itu ke tempat penjualan padi, sapi serta serigala mereka Ikat diluar karena hewan tidak diperbolehkan masuk.
" Ehhh ternyata didunia ini ada manusia" Gumam ku sambil melihat ke pedagang yang memiliki wujud manusia.
"Hmmm pandai besi dipasar ini dimana ya aku ingin membeli pedang" Tanya ku
"Kalau tidak salah pandai besi dikota ini ada diujung pasar ini ,nama pandai besi itu Paman Zergu " Ucap Takhsim
"Iya benar diujung pasar ini ada pandai besi yang terkenal kita akan mampir kesana untuk membeli pedang" Ucap Rex
"huh aku tidak akan kalah dengan adikku, aku akan membeli zirah yang baru hahaha" Ucap Takhsim
"ehh zirah? untuk apa kau membeli zirah" Ucap ku.
"Ya untuk dipakai lah biar keliatan keren hehe" Ucap Takhsim
Setelah selesai menghantarkan gabah untuk dijual, mereka langusng berkunjung ke pandai besi.