
Di tengah-tengah hutan yang lebat, dengan suasana yang mencekam terdapat sebuah desa yang dihuni oleh para goblin.
Kata Ayah ku mereka semua suka berpindah-pindah karena banyaknya gangguan dari ras lain, kini sudah kelima kalinya mereka berpindah tempat dan membangun desa dari awal lagi.
Didalam desa ku ini terdapat sawah berukuran 0,5 hektare hasil panen nya sebagian kami jual ke kota dan sebagian lagi kami olah menjadi nasi,selain sawah kami juga punya kebun sayur-sayurann.
Lalu kami para goblin juga memelihara sapi bertanduk rusa yang sekarang sudah berjumlah 35,sapi itu kami jadikan lauk.
Disaat penduduk desa goblin sedang melakukan kegiatan sehari-hari terdengar suara gemuruh dari hutan yang suaranya makin lama makin dekat.
Suara itu adalah tidak lain dari suara bangsa pigman,mereka ingin menyerang desa ini lagi.
Aku , Kak Takhsim, dan Melissa yang sedang mengambil madu dari sarang lebah diatas pohon langsung mengecek suara gemuruh apa itu.
kak Takshim naik ke atas pohon untuk mengambil madu itu ,sedangkan aku dan Melissa menunggu dibawah.
Kak Takshim memakai penutup tubuh agar lebah tidak menyengat nya.
"Ayo kak bentar lagi sampai di atas" Aku teriak kepada Takhsim yang sedang berusaha naik ke pohon.
"Ah berisik, Hei Melissa kau kan bisa terbang jadi kenapa tidak kau saja yang ambil madunya" Ucap Takhsim.
"Hihihi yang mau makan madu kan kalian jadi ambil lah sendiri" Ucap Melissa sambil tertawa kecil.
Lalu tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang semakin lama semakin dekat dari dalam hutan.
"Ehh ehh itu suara apa? " Ucap ku yang melirik ke arah hutan.
"Tunggu biar aku periksa" Ucap Melissa
Kemudian Melissa langsung berubah menjadi lebah untuk melihat apa yang terjadi.
Tak lama kemudian Melissa kembali dan memberitahu apa yang terjadi kepada ku dan kak Takhsim, kemudian kami bertiga melaporkan nya kepada Ayah.
"Tuan tuan disana ada bangsa Pigman yang sedang menuju ke desa kita" Ucap Melissa
"Hah Pigman? Sepertinya mereka ingin menyerang desa kita, ayo kita beri tahu warga desa" Ucap ku
Kami bertiga langsung berlari menghampiri ayah dan penduduk desa lainnya.
// Di desa //
Suasana menjadi ribut warga desa langsung keluar rumah dan berkumpul, mereka semua ketakutan mendengar suara gemuruh itu.
"Tenang semua nya, kita tidak tahu suara apa itu, Rex bawa 2 orang untuk memeriksa kedalam hutan" Ucap Tuan Gaiorga
3 prajurit yang diperintahkan tuan Gaiorga pergi menuju ke dalam hutan.
Dan mereka bertiga terkejut melihat bangsa Pigman yang jumlah nya sangat banyak ingin pergi menuju desa mereka.
Lalu Pigman king memerintahkan badak raksasa untuk menyerang 3 Prajurit itu.
//Di hutan//
"Woah woah woah datang juga makhluk rendahan, heii badak badak ku yang manis apakah kalian lapar? Kalau lapar itu ada santapan gratis untuk kalian" Ucap Pigman king yang menjadi pemimpin bangsa Pigman
Ke tiga Prajurit itu tak bisa melawan serangan dari badak raksasa itu alhasil mereka mati dan menyisakan kepala saja sedangkan sebagian tubuh nya dimakan badak raksasa yang menjadi hewan tunggangan bangsa Pigman.
// Di desa //
" Ayah ayah suara gemuruh itu berasal dari bangsa Pigman mereka ingin menuju ke desa kita" Ucap ku
"Lagi-lagi Pigman sialan itu datang kesini, prajurit ku ayo kita serang mereka kali ini kita harus menang!! " Ucap tuan Gaiorga
" Baiklah aku juga ikut membantu ayah" Ucap ku dengan semangat.
"Yaaaakk aku juga" Ucap Takhsim
"Ehhh aku juga ikut, sepertinya ini pertarungan pertama ku" Ucap Melissa
Prajurit desa goblin serta Aku,Takhsim, dan Melissa pergi ke depan pintu gerbang.
Bangsa Pigman telah sampai didepan pintu gerbang desa goblin,Terdapat 300 prajurit bangsa Pigman beserta para badak raksasanya.
Badak-badak itulah yang akan menyerang penduduk desa dan menghancurkan perumahan.
// Didepan pintu gerbang //
"Woahahaha kami kembali lagi makhluk rendahan," Ucap salah satu Pigman yang menjadi pemimpin para bangsa Pigman.
"Cihhh kali ini kami tidak akan kalah" Ucap tuan Gaiorga
"Lebih baik kalian menyerah saja atau nasib kalian seperti orang ini" Ucap Pigman king yang sambil memegang potongan kepala Rex salah satu prjurit desa goblin yang mati dimakan badak.
"Rrrrr..... Eee...... X......? " Ucap tuan Gaiorga yang tubuhnya gemetar melihat potongan kepala Rex.
Rex adalah prajurit kesayangan tuan Gaiorga, Rex sudah bersama tuan Gaiorga selama 10 tahun.
"Sialan kau!!!! " Teriak tuan Gaiorga yang hendak menghampiri Pigman king.
"Ehh ayah tunggu" Ucap Takhsim sambil memegang tangan ayahnya.
"Hahahhahaha ayo menyerah lah dan pergilah dari sini atau tidak ku bunuh kalian semua" Ucap Pigman king
Pigman king langsung menghampiri Melissa yang sedang berdiri di samping ku.
"Wah wah wah tunggu tunggu.... aku melihat wajah baru disini, kau perempuan yang sangat cantik lalu mengapa kau berkumpul dengan makhluk rendahan seperti goblin ini" Ucap Pigman King sambil bergerak mendekati Melissa dan memegang pipinya.
Melissa pun kesal karena pipinya dipegang oleh Pigman King dan langsung mengeluarkan pedangnya yang mengandung racun lebah, jika terkena pedang itu rasa sakit nya 25× lipat dari sengatan lebah biasa.
"Pergi lah dari hadapan ku atau tidak kau akan ku tebas dengan pedang ini" Ucap Melissa sambil bergerak mundur dan mengarahkan pedang nya ke leher Pigman king.
"Ampun nona cantik,aku takut tolong ampun ni aku hahahaha" Ucap Pigman king dengan nada mengejek.
"Arghhhhhhh"
*Swooshhhh*
Suara itu seperti suara angin tapi itu adalah suara tebasan pedang Melissa yang menebas leher Pigman king.
Melissa tanpa berpikir panjang langsung menebas leher Pigman king hingga tewas ditempat.
Melihat pemimpin mereka mati dengan leher terpotong bangsa Pigman langsung menyerang prajurit desa goblin.
"Ayo para badak kita hancurkan desa ini" Ucap salah satu prajurit bangsa Pigman.
300 prajurit bangsa Pigman beserta hewan tunggangan nya langsung menyerang prajurit goblin.
"Yakhuryu mendekat lah dengan ku" Ucap Melissa sambil menarik yakhuryu kearah nya.
"Eehhh ehhh"
Melissa langsung mengeluarkan sayap lebahnya yang berukuran besar kemudian menutupi tubuh ku dengan sayapnya.
Lalu tiba-tiba langit menjadi gelap dan muncul petir yang langsung menyambar kearah ku dan Melissa.
*duarrrrrrr darrrr dorrrr derrrrr*(suara petir cerita nya:v)
Setelah itu Aku dan Melissa berubah menjadi lebah yang berukuran raksasa.
"Hah? Itu Melissa dan Yakhuryu kan? " Ucap Takhsim sambil melihat ke arah lebah raksasa itu.
Lebah raksasa itu memegang pedang yang sama seperti punya Melissa, lalu lebah raksasa itu langsung menebas para prajurit Pigman.
Sekitar 280 prajurit Pigman beserta badak nya tewas terkena pedang itu.
"Baiklah sisanya serahkan pada kita,oii prajurit ku ayooo!!" Ucap tuan Gaiorga
Para prajurit dan Takhsim langsung menyerang 20 prajurit Pigman beserta badak nya yang tersisa.
Lalu terdengar suara serigala yang mengaum,Serigala itu memiliki tiga tanduk dikepala nya dan mengeluarkan petir dari tanduknya. Petir itu mengenai 20 prajurit bangsa Pigman yang tersisa dan tewas.
*Auuuuuuuuuuuuuuuuu*
*duarrrrr dar dor der*
Ternyata serigala itu adalah seorang Elf yang bisa merubah wujud menjadi Serigala.
"Maaf atas kedatangan ku yang tiba-tiba" Ucap serigala yang berubah menjadi Elf tersebut.
"Eee..... Lll.....ff.....? " Ucap Takhsim yang kaget melihat Elf yang bisa berubah menjadi serigala.
" Yahhhh benar aku seorang Elf kemampuan ku adalah berubah wujud menjadi serigala dan menghidupkan orang mati " Ucap Elf tersebut
LYTHARI DEFINA
RAS : Elf
AGE : 450th
HIGH : 170 Cm
Lalu Aku dan Melissa berubah kembali menjadi manusia, tapi aku berubah dengan keadaan pingsan.
Aku pingsan karena memakai banyak energi sihir, mungkin karena aku belum terbiasa.
Lalu seseorang yang mirip dengan Rex datang dari dalam hutan berjalan menuju tuan Gaiorga.
"Rex? Itu kau Rex? Atau aku sedang berhalusinasi? " Ucap tuan Gaiorga
"Tidak tuanku kau tidak berhalusinasi ini adalah aku Rex prajurit mu" Ucap Rex
Tuan Gaiorga langsung menghampiri Rex dan memeluk nya.
"Kau hidup kembali Rex? Padahal tadi aku melihat potongan kepala mu" Ucap tuan Gaiorga sambil nangis terharu.
"Aku juga tidak percaya bisa hidup kembali, Elf itulah yang menghidupkan ku kembali, Terima kasih" Ucap Rex yang langsung berlutut pada Elf itu.
"Hehe ini sudah kewajiban ku untuk membantu sesama, tapi maaf aku hanya bisa menghidupkan satu orang dalam sehari. " Ucap Elf tersebut.
"Tidak apa-apa hanya dengan menghidupkan Rex saja aku sudah sangat senang,sebelum kita kembali ke dalam ayo kita cari potongan tubuh 2 prajurit ku yang tersisa lalu menguburkan nya" Ucap tuan Gaiorga
lalu sebagian dari mereka mencari potongan tubuh 2 prajurit yang tersisa dan sebagian lagi membawa ku ke desa.