
Ujian untuk masuk ke pasukan penguasa langit sudah selesai setelah itu acara yang ditunggu-tunggu adalah pengumuman hasil.
Detak jantung ku berdetak dengan kencang, keringat membasahi wajahku aku sangat gugup apakah ada yang mununjuk tangan saat nomor urut ku disebut?.
Morgiana yang berada di samping ku juga terlihat sangat gugup, walaupun diriku juga gugup tapi aku berusaha untuk menenangkan diaa.
Nomor urut 1 mulai dipanggil hingga saatnya nomor urut ku yang disebut, aku pun langsung maju kedepan.
"oke selanjutnya nomor urut 44 maju,, " Ucap panitia dengan suara yang lemas.
Lagi-lagi Ketua Pasukan Naga Api menatap diriku dengan sinis dan kemudian mengejek ku.
"ha ha ha tidak usah makhluk rendah ini dipanggil kedepan karena sudah jelas pasukan kecoak akan merekrutnya,, " Ucap Tirgi Redevensix.
"Yo baiklah silahkan angkat tangan yang ingin menjadikan dia anggota,, " Ucap panitia.
Ternyata yang mengangkat tangan ada 3 orang yaitu Pasukan Gagak perak, Unta Berkaki Kuda dan Kecoa Putih.
Tapi tetap pilihan ku adalah Pasukan Kecoa Putih.
"Woahh,, "
Aku berteriak didalam hati, Karena yang memilihku ada 3 Pasukan.
"Baiklah aku memilih Pasukan Kecoa Putih,, " Ucap ku dengan lantang.
"Hahahahah, "
Tirgi Redevensix tertawa sangat keras hingga pandangan semua orang yang ada disana tertuju padanya,Kemudian dia menunduk karena merasa malu.
Lalu nomor urut Morgiana dipanggil yaitu nomor 47,Morgiana maju kedepan dengan muka takut.
Yang mengangkat tangan saat nomor urut Morgiana dipanggil yaitu kakaknya Zii Khambalam dari Pasukan Hiu Macan.
Lalu terdengar teriakan orang dari atas dan kemudian turun ke bawah tepatnya ke hadapan Morgiana.
Orang itu adalah kakak kedua Morgiana yaitu Fidad Khambalam.
"Hei kenapa kau mengangkat tangan kakakku," Ucap Fidad Khambalam melirik ke arah Zii.
Saat dia turun kebawah aura sihir terpancar disekelilingnya.
"Anak sampah seperti dia tidak pantas masuk ke Pasukan Hiu Macan,, " Ucap Fidad Khambalam
"Kau sudah tau kan kakakku kalau dia kekuatannya berbeda dengan kita, berbeda dari keluarga Khambalam,," Teriak Fidad
Morgiana hanya bisa menunduk mendengar perkataan kakaknya.
"Walah kakak beradik sedang ribut nih hahaha, " Saut Cheli Eungia
"Apa yang kau katakan Fidad yang menjadi ketua dipasukkan itu aku jadi aku bebas memilih siapapun untuk masuk ke pasukan ku,, " Ucap Zii Khambalam dengan lantang
"Cih terserah kau saja,, " Ucap Fidad
Suasana menjadi tegang dan kemudian Fidad pergi dari sana.
"Oh baiklah baiklah apa ada lagi yang ingin mengangkat tangan?, " Ucap panitia
Kemudian Shaori Katsharidha mengangkat tangannya.
"Saya, " Ucap Shaori sambil mengangkat tangan nya.
Pandangan penonton tertuju kepada Shaori dan kemudian bersorak "oooo"
"Oh baiklah Morgiana akan bergabung ke Pasukan Kecoa Putih, "
Setelah nomor urut ku dan Morgiana dipanggil kami berdua keluar dari stadion dan duduk di bawah pohon yang ada didekat stadion itu.
Morgiana menangis karena ucapan kakaknya Fidad itu.
"Heh tidak apa apa sekarang kan kita satu tim jadi kita akan belajar bersama sama ya hehe, " Ucap ku
"Ttt...aaapii aku sudah mempermalukan keluarga ku, " Ucap Morgiana yang sedang menangis
"Hah mempermalukan gimana? Sihir mu itu sangat keren jarang-jarang ada orang yang mempunyai sihir seperti punyamu kan?, " Ucap ku
Lalu Ketua Pasukan Kecoa Putih keluar dari stadion dan menghampiri kami berdua.
"Heh selamat ya kalian sudah bergabung ke pasukan ku, " Ucap Shaori Katsharidha dengan suara yang lembut
"Eh Ketua,, " Ucap kami yang langsung berdiri
"Ayo sekarang kita ke markas, kalau ada barang yang ingin dibawa silahkan ambil dulu kemudian kesini lagi menemui ku, " Ucap Shaori
"Eh ada barang yang ingin ku ambil di penginapan ketua, " Ucap ku yang langsung permisi menuju ke penginapan.
"Eh kau Morgiana kan? Ada barang yang ingin kau bawa tidak?, " Ucap Shaori
"Eh tidak ada aku malu untuk kembali kerumah, " Ucap Morgiana
"kenapa harus malu?sihirmu itu hebat jadi tidak usah kau pikirkan kata-kata kakakmu tadi, " Ucap Shaori sambil mengelus kepala Morgiana.
Tak lama kemudian Yakhuryu kembali lagi setelah mengambil barangnya dan kemudian mereka pergi ke markas.
Markas 7 Pasukan Penguasa Langit mengelilingi Kerajaan Moringa.
//Di Istana//
"Heh Ume segera kau beritahu Ketua Pasukan penguasa langit apakah anggota baru mereka mempunyai sihir pelacak, " Ucap Raja memerintahkan pelayannya
Pelayanannya bernama ume itu yang memiliki sihir suara.
Lalu Ketua Pasukan Naga Api datang bersama satu anggota barunya yang mempunyai sihir pelacak.
"Selamat siang baginda, hamba telah membawa anggota yang engkau cari-cari, " Ucap Tirgi Redevensix sambil berlutut
"Cih sebenarnya aku tidak sudi merekrutnya menjadi anggota pasukan ku karena dia adalah rakyat jelata, " Gumam Tirgi Redevensix
"Hahaha baiklah nak tunjukkan padaku sihir mu, " Ucap raja
Anak itu bernama Hanafa berumur 14 tahun dari ras demon.
" Tapi aku tidak bisa melacak secara spesifik aku hanya bisa melacak ada orang atau tidak di daerah tersebut untuk siapa orang nya aku tidak bisa melacak nya, " Ucap Hanafa
"Cih ternyata hanya sampah tak berguna, nyesal juga aku merekrut nya, " Gumam Tirgi sambil melirik ke wajah Hanafa.
"Oh begitu baiklah itu sudah cukup. Silahkan kembali ke markas kalian dan besok kalian mulai melaksanakan misi, " Ucap Raja
Mereka berdua keluar dari istana.
"Hei sampah kau bisa pergi sendiri kan? Aku tak sudi pergi bersamamu, " Ucap Tirgi Redevensix yang langsung pergi meninggalkan Hanafa
"Heleh apa-apaan dia sombong banget, " Ucap Hanafa dengan wajah yang kesal.
Kemudian Hanafa kembali ke markas Pasukan Naga Api.