
//09 November 2036//
" Huh selesai juga saatnya istirahat dan makan, pasti Afadilo juga sudah menungguku di pondok" Ucap Ibu ku sambil mengelap keringat di wajahnya.
"Suamiku aku pergi duluan ke pondok ya" ibu ku berteriak kepada ayah.
"Oiii iya nanti aku menyusul" Ucap ayah ku.
Ibu ku berjalan menuju pondok yang jaraknya 870 m dari tempat ia berdiri, untuk menunju pondok harus melewati siring yang diatas nya terdapat 2 batang pohon kelapa sebagai jembatan kecil.
Ibu berjalan dengan agak lambat karena kelelahan, lalu ibu sampai didekat siring yang ukurannya tidak terlalu besar.
Dengan pandangan mata nya yang agak kabur karena kelamaan berada di bawah terik matahari, ia seperti melihat gulungan tikar di pondok itu.
Ibu berjalan dengan hati-hati melewati siring itu, lalu saat sampai di pondok alangkah terkejutnya ia melihat gulungan tikar yang ia lihat tadi dari dekat siring ternyata adalah seekor ular sawah yang sedang melilit anaknya.
Ibu terdiam kaku ditempat mulutnya pun tak mampu mengeluarkan kata-kata,perlahan-lahan air matanya menetas menetes semakin banyak.
Lalu ia terduduk badannya menjadi lemas, melihat anak tercinta nya meninggal dililit ular sawah.
Tak lama kemudian ayah sampai diujung siring, melihat istrinya terduduk ditanah ia langsung berlari menghampiri istrinya.
Saat sampai di pondok ayah kaget dan spontan beteriak minta tolong ,lalu langsung mencari ranting kayu untuk melepaskan ku dari lilitan ular.
Beberapa warga datang ke pondok karena mendengar teriakan ayah, beberapa warga itu membantu ayah melepaskan ku dari lilitan ular.
Nyawa ku tak bisa diselamatkan aku kehabisan nafas dan akhirnya meninggal ditempat, mayat diriku di bawa pulang kerumah lalu dikuburkan.
Semenjak hari itu ibu tidak pernah lagi pergi ke sawah, yang menggantikan ibu di sawah adalah kakak ku yang memutuskan berhenti bekerja di kota.
--Kembali lagi ke cerita utama-
//Desa goblin//
Aku yang pingsan karena melawan bangsa Pigman tadi langsung dibawa beberapa prajurit ke dalam kamarnya.
Keadaan didesa kembali menjadi normal, sebagian penduduk desa,Melissa dan Lythari membersihkan mayat bangsa Pigman tadi dan sebagian lagi memanen padi yang besok akan dijual ke kota Arachrova.
Potongan tubuh 2 prajurit yang diserang hewan tunggangan Pigman tadi juga telah ditemukan dan kemudian dikuburkan.
//Di sawah//
Disawah berkumpul beberapa warga desa yang sedang memanen padi.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan mu Lythari" Ucap ayah
"Ngomong-ngomong kenapa kau datang ke dalam hutan ini" Tanya ibu
"Ehhh tadinya aku berniat untuk berburu di hutan, setelah itu aku mendengar suara keributan karena penasaran aku mencari dimana suara keributan itu, ternyata desa goblin diserang oleh bangsa pigman yasudah aku ikut membantu melawan bangsa Pigman. " Jawab Lythari
"Eh Ngomong-ngomong disini ada orang yang bisa berubah menjadi lebah ya? "Tanya Lythari
" Hehehe itu aku, perkenalkan aku Melissa teman nya Yakhuryu" Ucap Melissa
"Ohhhh darimana kau mendapatkan kekuatan itu? " Tanya Lythari
"Rahasia wleee" Ucap Melissa sambil menjulurkan lidahnya
Sudah 2 jam aku pingsan dan akhirnya ia terbangun.
//Dikamar//
Aku membuka kedua mataku dengan perlahan lalu melihat ke seliling.
"Hoaammmm sudah berapa lama aku pingsan" Ucap ku
Aku bergegas kekamar mandi untuk mencuci muka,setelah selesai mencuci muka aku keluar rumah untuk mencari Melissa dan yang lain.
"Huh Melissa kemana diakan pendamping ku, harusnya dia menemani ku dikamar" Ucap ku yang berjalan dengan cepat.
Terlihat beberapa warga memasukkan karung berisi padi ke dalam gerobak.
"Ehh padi itu mau diapakan" Gumam ku
"Oiiii Yakhuryu kau sudah bangun ayo kesini!! " Teriak Melissa dari dekat sawah
Aku berlari menuju sawah, disana ada ayah dan ibu,Melissa,Takhsim, Lythari, dan beberapa warga.
"Aaaaaaaa anakku kau sudah bangun" Ucap Ibu sambil memegang kedua pipiku.
"Ibu itu padinya mau diapakan? " Tanya ku dengan muka kebingungan.
"Ohh itu padinya sebagian mau dijual ke kota Arachrova" Jawab ibu
"Kota Arachrova? Itukan kota tempat tinggal ku"
Lythari menyaut perkataan ibu.
"Ehhh benarkah?, " Ucap ibu
"Emangnya kota Arachrova itu seperti apa? " Tanya ku dengan penasaran sambil melirik ke wajah Lythari
Kota Arachrova adalah kota kecil yang penduduk nya sebagian para Elf, disana banyak berbagai macam jenis Elf dan terdapat pasar yang memperjual belikan berbagai kebutuhan.
Kota Arachrova adalah kota di tengah-tengah hutan yang lebat,Kota Arachrova dipimpinn oleh seorang Ratu bernama Faira Letizia dari jenis Light Elf atau Elf cahaya.
Untuk bisa menuju ke kota Arachrova dari desa goblin membutuhkan waktu 7 hari jika berjalan kaki, sedangkan menunggangi sapi atau hewan tunggangan lainnya membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari.
"Kalo kalian mau aku akan meminta serigala untuk menemani para warga ke kota Arachrova" Ucap Lythari
"Baiklah tolong ya nak Lythari bantu kami sekali lagi" Ucap ayah sambil mengelus kepalanya
"Eh ngomong-ngomong kak Lythari disana ada yang menjual pedang tidak? " Tanya Melissa
"Hmmmm disana ada banyak pandai besi" Ucap Lythari
"Ehhhh untuk apa kau bertanya seperti itu Melissa kan kau sudah punya pedang racun itu" Ucap ku
"Huh aku bertanya seperti itu karena aku ingin membelikan mu pedang" Ucap Melissa sambil memalingkan wajahnya
"Woah pedang? Aku ingin pedang seperti mu Melissa" Ucap ku dengan semangat
"Ehhhh mana bisa ini pedang khusus untuk ku saja" Ucap Melissa sambil mengibaskan rambutnya.
"Eh Ngomong-ngomong kepala desa apakah boleh aku dan Yakhuryu saja yang mengantar padi ini kekota Arachrova? " Tanya Melissa
"Hmmm boleh saja tapi beberapa prajurit ku dan beberapa petani akan ikut bersama kalian" Ucap tuan Gaiorga
"Ehhh aku tidak diajak nih? Aku kan ingin beli pedang baru juga" Ucap Takhsim
"Baiklah aku akan meminta bantuan para serigala untuk mengantar kalian ke kota Arachrova" Ucap Lythari
Lalu Lythari berubah menjadi serigala dan mengaum, seketika ada 6 serigala yang datang dari dalam hutan.
*Auuuuuuuuuuu*
"oke para serigala aku minta kalian untuk mengantar para goblin ini ke kota Arachrova" Ucap Lythari
"Baiklah aku pamit dulu, aku ingin berpetualang didalam hutan lagi" Ucap Lythari yang kemudian langsung pergi ke dalam hutan.