WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Salah Chat



Akhirnya mereka sampai di kelas, Oh iyaa sebelumnya mereka telah menentukan dan menulis jadwal pelajaran di hari pertama dengan jadwal piket dan pengurus kelas.


Seperti biasa mata bada sibuk mencari kesana kemari dimana keberadaan hyunjin dan ternyata ia belum tiba di kelas.


Bada pun duduk ditempat duduknya dengan sieun namun sieun pergi ke kantor guru untuk mencari apa saja yang bisa ia lakukan sebagai sekretaris pada hari ini, dan bada hanya diam seraya memainkan ponselnya, ia mencari informasi keberadaan hyunjin di grup chat namun tidak ada satu notifikasi pun disana, tapi bada tidak menyerah ia pun segera mengecek apakah hyunjin sedang online atau tidak.


"Hello bada.. whats up?" Lagi lagi bada kaget mendengar suara beratnya yang menggema lebih dalam dari dalamnya samudra siapa lagi kalau bukan felix, Tapi jika melihat wajah felix yang cute percayalah kalian tidak akan percaya bahwa suara berat itu adalah miliknya.



"Oh hi felix.."


"Sendirian aja..? dimana sieun?" Felix mencari kesana kemari dimana keberadaan sieun tapi tidak menemukannya, karna tidak ketemu ia pun kembali pada bada.


"Ah.. dia tidak disini.." Bada hanya tersenyum manis, Felix menatapnya dengan mata yang berbinar. (Liat pic di atas yaa ๐Ÿ˜^)


"Ah mata felix benar-benar indah, aku bisa merasakan dia benar-benar orang yang tulus" batin bada, itu yang dirasakannya saat melihat mata felix.


"Aku langsung tau saat menatap matanya, berbinar layaknya sepasang berlian" bada pun diam dalam lamunannya. Felix melambaikan tangan kanannya ke arah bada.


"Maaf.." ucapnya setelah tersadar.


"Oh iyaa lix umm itu.." Felix menatap bada dengan tatapan bingung tapi tatapannya hangat membuat bada ragu-ragu ingin menanyakan soal hyunjin pada felix atau tidak.


"Itu apa..?" Tenyata di balik sikapnya yang baik, penurut juga friendly felix juga sangat polos matanya lagi-lagi ah bada lagi-lagi menatap matanya mereka tidak bisa bohong.


"Ah tidak jadi hehe.." Bada tertawa garing membuat felix tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang rapih.


"Maksudnya hyunjin.. hmm?" Bada diam tapi matanya membulat seketika.


"Eh dia tau..?" batin bada, ia tidak tau saja walaupun felix terlihat polos tapi ia tau bahwa gadis itu menyukai hyunjin.


"Eh.. e-engga kok" Bada menggeleng pelan pura-pura tidak mengerti maksud dari perkataan felix, lalu ia kembali diam.


"Yakin....?" Gadis itu mengangguk bohong seraya memperhatikan felix, kedua alisnya mengernyit ia curiga pada felix.


"Apa jangan-jangan.. felix tau tentang perasaannya pada hyunjin?" Bada menganga kaget.


"Hwaaa" serunya, felix tersenyum.


"Kalo gitu i gotta go bye bada.. ck" Felix berlari kecil melambaikan tangannya pada bada, gadis itu tersenyum seraya membalas lambaiannya, saat belum terlalu jauh felix kembali dan berbisik pelan pada bada.


"Mau cari hyunjin.." bisiknya dengan membuat suara seksi untuk menggoda bada, membuat kedua mata bada kembali membulat.


"E-eh itu...bukan.." bada gelagapan saat akan membela diri namun felix segera pergi kembali berlari kecil seraya kembali melambaikan tangannya, bada hanya bisa tersenyum menggeleng beberapa kali membalas lambaian tangan felix yang jauh semakin menjauh.


~FLASHBACK~


Tanpa mereka sadari sebenarnya saat bada sedang mengobrol dengan pria bersuara berat itu tadi, hyunjin ada di depan pintu sudah akan masuk, tapi ia pun kembali mengurungkan niatnya dan lebih memilih pergi ke suatu tempat.


~FLASHBACK END~


"Sieun kok lama banget sih.. umm yaudah chat aja deh.." Bada tidak sadar ia lupa untuk kembalikan ponselnya ke mode beranda, ia segera mengetik beberapa kata tanpa sadar ia telah menulis dimana.


"Kamu dimana..? Aku kesana yaa.."


Ting.. Tong..


~HYUNJIN POV~


Hyunjin sedang berada di tempat latihan dance ia menghentikan latihannya saat mendengar notifikasi dari ponselnya, ia mengambil ponsel yang berada di atas meja tempat pelatih duduk itu, saat membaca pesan ia menyipitkan kedua matanya.


"Hhh" Serunya seraya tersenyum sarkatik menyunggingkan sebelah bibirnya ke kiri atas, lalu ia kembali menyimpan ponselnya sembarang di atas meja dan melanjutkan latihannya.


Ting.. Tong..


"Jawab dong sieun.. kamu dimana..? aku bete nih sendirian.. aku janji deh nanti bakal teraktir kamu makan baso pas istirahat nanti.. ayo jawab, jangan kacangin aku.." Hyunjin kembali menghentikan latihannya dan beralih pada ponselnya, saat membaca pesannya ia kembali tersenyum lalu segera membalasnya.


"Ruang latihan dance." lalu kembali fokus berlatih. Saat ini ia sedang dalam pose ibu hamil satu tangannya memegang pinggang dan sebelahnya lagi sedang memainkan ponselnya, itu adalah pose yang biasa hyunjin lakukan saat sudah cape berlatih dance hehe pose ibu hamil๐Ÿ˜‚.


"Ruang latihan dance..? Tumben sieun ada disana.. bukannya seharusnya ia ada di ruang guru yaa? Ah sudahlah lebih baik aku cepat kesana kalo tidak nanti dia mengomel." serunya bicara sendiri, ia sudah mengetahui karakterisktik sieun sahabat barunya itu seperti telah mengenalnya lama.


Jika kemarin ia ikut latihan dan tes itu karna ada kak lee know, tapi sekarang? kira-kira ada siapa yaa disana atau memang ada kak lee know? Ah sudahlah tidak baik berfikiran buruk pada sahabat sendiri bisa saja diam-diam cita-cita sieun menjadi dancer profesional.. bada terkekeh dalam fikirannya. Siapa yang tau kan? hehe.


Bada terus berjalan seraya terpapah-papah setelah sampai di depan tempat latihan ia mengernyitkan dahinya tidak mengerti.


"Kok sepi.. mana sieun?" Lalu seseorang muncul dari balik tembok yang menghalangi pandangan bada.


"Loh itu kan h-hyunjin..? loh kok malah hyunjin sih..?" serunya sedikit keras membuat hyunjin yang sedang memperhatikan ponselnya membaca pesan darinya itu seketika beralih menatapnya tajam.


"Oh h-hi..." serunya gelagapan bada gugup.


"Duh kok malah hyunjin sih..?" bisiknya pelan, ia kebingungan seraya tidak bisa diam, kakinya ia hentakkan beberapa kali ke lantai lalu mengangkat dan menggigit kuku tangan kanannya karna gugup ia tak tau harus bagaimana.


Hyunjin menaikkan tangan kanannya lalu menunjukkan sebuah benda yaitu ponselnya, ia gerakkan ke kanan dan ke kiri.


"Ponsel..? maksudnya..? Oh!" ia pun segera memeriksa ponselnya dan benar saja sumber masalahnya ditemukan, pada awalnya ia bingung namun saat melihat ke arah foto profil kontak yang ia kira sieun ia pun sangat terkejut emang bada ini kagetan hehe.


Ulangi lagi, ia sangat terkejut, dan kenapa ia baru menyadari bahwa orang yang sedari tadi ia chat adalah hyunjin! bukan sieun. Ia pun segera mengetikkan beberapa kata-kata di keyboardnya.


"Maaf hyunjin.. aku kira kamu sieun. " Bada pun membungkuk minta maaf pada hyunjin beberapa kali lalu beralih membelakangi hyunjin, ia pun berjalan pergi seraya terpapah-papah, hyunjin hanya tersenyum melihat kepolosan bada, lalu ia menggeleng pelan.


"Dasar ceroboh.." Serunya pelan, tapi sesaat ia terfikir, saat tadi memperhatikan kaki bada apa gadis itu belum juga pergi ke rumah sakit? kasihan sekali jika masuk sekolah dalam keadaan seperti itu.


Hyunjin tadi ingin bertanya namun ia takut gadis itu salah faham padanya jadi ia lebih memilih diam untuk saat ini. Walaupun ia masih merasa bersalah pada bada karna itu semua terjadi karnanya.


Hyunjin bukan tidak ingin membantu tapi ia hanya tidak tau bagaimana caranya bersikap hangat. Jadi ia terlihat seperti seseorang yang dingin namun hatinya hangat mungkin bisa di kategorikan tsundere.


Bada, gadis itu berjalan menjauh dari ruang latihan dance seraya tersenyum malu, pipinya merona merah, ia tidak sadar bahwa sedari tadi ada yang memperhatikannya dan kedua pria itu pun tersenyum. Lalu masuk ke ruang latihan dance dengan wajah yang usil tapi malah terlihat cute untuk mereka.


Hyunjin sedang duduk sila di lantai selepas latihan dengan keras ia pun berkeringat tapi karna memakai kaos seragam putih jadi tidak terlalu terlihat, lalu in dan felix pun masuk, ya mereka adalah felix dan in adik kelas 11 yang sangat menggemaskan. Hyunjin bangkit dan merekapun bertosan layaknya pria sejati, setelahnya saling menepuk punggung masing-masing.


"Hyung.."


"Hmm..?"


"Boleh tanya..?"


"Tanya apa..?"


"Hmm.. engga jadi deh.." Hyunjin menggeleng pelan seraya mencubit kedua pipi IN dari arah bawah dagunya dengan satu tangan, ia gemas pada IN, adik kelas satu-satunya yang lumayan dekat dengan hyunjin, mungkin karna hyunjin tidak memiliki adik jadi ia sudah menganggap IN atau jeongin sebagai adik kandungnya.


"Oh iyaa tadi aku liat.." In menatap felix lalu..


"Ssst" ia menyatukan jari telunjuknya di mulutnya pertanda jangan ceritakan apa-apa soal bada yang tadi pada hyunjin agar mereka bisa pura-pura tidak tau dengan apa yang terjadi di antara hyunjin dan bada yah walaupun memang belum ada apa-apa yang terjadi di antara mereka berdua.


Hyunjin menatap felix tajam seakan-akan berkata tolong di lanjutkan perkataannya, karna tidak bisa bohong felix pun mengatakan yang sebenarnya pada hyunjin.


"Tadi aku liat bada keluar dari tempat ini seraya tersipu.. dan oh ya tadi juga di kelas, sepertinya dia mencari kamu hyung.." Seru felix jujur dan in hanya menepuk jidatnya pelan lalu terkekeh kecil, hyunjin hanya diam, dalam hatinya ia sedikit tak percaya namun tidak kaget dengan apa yang di katakan felix karna ia tau bada menyukainya.


"Apakah ada sesuatu diantara kalian berdua hyung...??" Hyunjin menggeleng lalu menunjukkan chat yang ia dapat dari bada.


"Aaaah" Seru mereka datar. Membacanya membuat felix tersenyum.


"Bukankah ia sangat menggemaskan..?" Hyunjin pun beralih ke arah lain lalu mengambil tasnya.


"Ayo pergi.." serunya seraya menujuk jam sudah hampir pukul 07:00.


"Ah hyung.." Seru in yang baru saja tiba tapi sudah akan ditinggal sendirian oleh hyunjin dan felix karna ia masuk kelas siang.


...****************...


Bada pun sampai di kelas dan sieun telah ada disana seraya banyak mencatat sesuatu lalu beralih saat bada tiba disana.


"Oy da kamu kemana aja..? dari tadi aku cari-cari kamu aja tau.." Bada ingin cerita namun ia tidak mungkin bilang pada sieun soal perasaannya pada hyunjin, tapi jika hanya soal salah chat mungkin tidak apa-apa kali ya.


"Jadi gini.. " Bada pun mulai cerita panjang lebar soal apa yang terjadi pada dirinya beberapa saat lalu .


"Bwahahahahaha aduh da.. da kamu lucu banget sih da? kok bisa salah chat aku malah chat hyunjin kan foto profil kita beda.. apa jangan-jangan kamu suka ya sama hyunjin jadi kepikiran dia terus?" Tebak sieun tepat bada hanya diam tak bergeming ia tidak tau harus balas apa?.


Dan ternyata sedari tadi lagi-lagi hyunjin tapi saat ini dengan felix sedang berdiri di pintu masuk disertai siswi-siswi yang mengikutinya bada tidak sadar karna memang keadaan di luar sangat ramai dan berisik sedangkan di dalam belum ada siapa-siapa selain dirinya dan sieun.