WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Pria bersuara berat



Setelah beberapa lama kemudian seluruh siswa dan siswi pun masuk ke kelasnya masing-masing tapi hyunjin belum juga tiba disana.


"Duh dia kemana sih? kok belum juga ke kelas." Batin bada seraya melihat keluar kelas lewat jendela dekat pintu keluar untuk mencari keberadaan hyunjin.


Saat sedang sibuk mencari hyunjin tiba-tiba seseorang tertarik mendekat ke arah bada karna selama ini ia tidak pernah melihat gadis itu satu kelas dengannya.


"Oh hi ternyata kita sekelas.. " ucapnya asal seperti sudah lama saling mengenal tapi sebenarnya mereka baru saja saling bertemu saat ini, suara itu terdengar sangat berat bada terkejut ia kira itu adalah guru karna suaranya yang sangat dewasa seperti om-om terlebih para siswi langsung melihat tajam ke arah mereka berdua, ia segera beralih menatap pria dengan suara berat itu.


"Oh h-i" ucap bada canggung seraya memperhatikan wajah pria itu lekat dengan hati-hati dan ternyata.


"Tampan dan cute tapi suaranya.. " fikirnya seraya menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat tidak sesuai dengan apa yang ia fikirkan sebelumnya.


"Ada apa?" ucap pria itu hati-hati seraya menerka-nerka apa yang gadis itu fikirkan tentangnya.


"Apa aku kurang sopan ya?" batin pria itu merasa tidak enak, sedangkan bada hanya menunjukkan ekspresi kikuknya, ia bingung mengapa ada pria yang setampan dia mau menyapanya padahal selama ini ia tidak pernah dapat sapaan dari pria manapun, karna ia tidak populer. Tapi menurut dia gak populer, tapi yang sebenarnya? hehe.


Ia juga baru pertama kali melihat pria itu mungkin saja karna mereka tidak pernah di satu kelas.


Masih dengan pria bersuara berat itu, ia sedikit penasaran pada bada karna ia baru pertama kali melihat gadis itu, karna baginya ia harus berteman dan baik dengan semua orang.


Tapi mungkin tidak se intens ini, dia pun bingung, karna seperti tertarik pada gadis itu untuk saling mengenal, memang pria ini sangat ramah friendly beda sekali tidak seperti hyunjin.


Jujur sebenarnya felix juga tertarik padanya karna ia terlihat begitu mencolok, ia sangat cantik dan menggemaskan.


"Oh ya, kita belum kenalan, kenalkan.." Seraya mengulurkan tangan, bada terkesiap melihat ke arah para siswi wanita yang berteriak karna pria itu mengulurkan tangannya pada bada.


"Hmm sepertinya dia populer" batin bada, mereka pun saling berbisik karna iri pada bada, karna mungkin pria itu jarang mengulurkan tangannya pada gadis lain, pria itu pun tidak tau mengapa? Tapi pada bada itu berbeda dengan gadis yang ia temui sebelumnya.


Dengan perlahan bada mengulurkan tangan untuk membalas pria itu, tapi terhenti ketika hyunjin datang ke kelas.


Para gadis kembali histeris, pria dengan suara berat itu perlahan mengikuti ke arah mana mata bada melihat, seketika matanya berbinar setelah melihat kedatangan seseorang, dan itu hyunjin, dia tau itu.


"Aaaaah" batinnya dengan nada datar, lalu ia pun tersenyum dan menurunkan uluran tangannya dan mengganti untuk memasukkan jari lengannya ke kantong celananya, hyunjin melirik sekilas ke arah bada dan pria itu, lalu segera beralih untuk duduk di kursinya.


Para siswi langsung mengerumuni hyunjin lalu pria bersuara berat itu pun duduk di samping hyunjin karna memang tempat duduknya dekat dengan hyunjin.


Para gadis mengerumuni hyunjin dan pria itu seraya memberikan makanan dan hadiah tapi hyunjin hanya duduk dengan diam, ia kembali menatap bada sekilas diam-diam tanpa bada ketahui lalu kembali mendengarkan musik.


Setelah hyunjin tiba bel pun berbunyi, pelajaran hari ini belum di mulai karna ini adalah hari pertama mereka belajar di kelas 12 A, Dimulai dengan perkenalan wali kelas baru dan mengabsen.


Bada masih curi-curi pandang pada hyunjin tapi karna disampingnya ada pria bersuara berat tadi ia pun penasaran dan mencari tau dengan bertanya pada teman di sebelah kursinya, sebenarnya ia sedikit tidak nyaman untuk bertanya namun ini demi kebaikannya jadi ia pun dengan terpaksa bertanya padanya.


"Oh hi bada.. aku sieun, boleh tanya apa?" sieun pun menutup bukunya.


"Oh hi sieun, tapi aku ga ganggu kamu kan?"


"Oh engga.. tenang aja ada apa?"


"Emmm anu itu soal.. soal pria yang duduk, di samping.. hyunjin.. itu siapa ya?". Seraya menunjuk kecil ke arah samping hyunjin.


"Oh itu, dia Lee felix atau lee yongbok teman hyunjin, masa kamu ga kenal sih? dia kan populer dia anak eskul dance sama kaya hyunjin". Ucap sieun antusias.


Sekedar info hyunjin dan felix adalah anak eskul dance di sekolah dan di luar sekolah, mereka memiliki kegiatan dance di luar sekolah dan sering mengikuti lomba mereka juga memiliki suara yang bagus, tak heran jika mereka populer. Selain dance hyunjin juga memiliki hobi melukis wah sudah tampan multitalent pula.


"Oh felix ya.."


"Iyaa felix, emang kenapa kamu suka yaa? bukannya tadi dia kenalan yaa sama kamu ciee lucky banget si kamu.."


"Aaah engga ko mungkin cuma kebetulan aja soalnya kita ga pernah ketemu sebelumnya hehe"


"Ooh gitu, yaudah kalo ada lagi yang mau kamu tanyain tentang mereka tanya aku aja yaa bada" seru sieun seraya tersenyum manis


"Oh iyaa terima kasih sieun"


"Iyaa sama-sama bada"


"Tapi kenapa yaa aku baru kali ini ketemu sama felix padahal kita kan satu angkatan? Entahlah mungkin akunya aja yang kudet" batin bada.


Setelah mendapat sedikit informasi tentang felix, ia pun kembali curi-curi pandang pada hyunjin.


Sedangkan saat ini hyunjin sedang mengobrol dengan felix pria bersuara berat yang tadi berkenalan dengan bada tapi tidak jadi karna bada telah terpesona ke arah hyunjin lebih dulu, ia tersenyum manis melihat tingkah bada yang polos sedari tadi menatap ke arah temannya itu.


Setelah itu mereka pun menentukan siapa saja yang menjadi ketua kelas, sekretaris, bendahara dan seksi-seksinya, dan ternyata sieun menjadi sekretaris dan bada di tunjuk menjadi seksi kebersihan.


Sebelumnya ia ingin menolak tapi karna sieun yang menyarankannya jadi ia pun tidak bisa menolak karna sieun telah berbaik hati memberi tau informasi penting sebelumnya padanya, yaitu soal felix.


Sedangkan hyunjin dan felix tidak bisa berpartisipasi karna kesibukan mereka sebenarnya hyunjin dan felix sempat di tunjuk sebagai ketua kelas dan wakil tapi mereka menolaknya karna kesibukan mereka di eskul dance dan kegiatan di luar.


Jadi mereka menyerahkannya kepada yang lain.