WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Perhatian?



Selepas dari pelajaran yang membuat otak ngebul akhirnya bel pulang pun berbunyi, sebelum pulang bada tidak lupa memeriksa siapa saja yang piket hari ini, seraya mengecek-ngecek apakah taman kecil di dekat kelas sudah bersih atau belum.


Saat mengecek taman bada tidak sengaja menguping pembicaraan seorang pria dengan seorang gadis, mereka sedang berdiri berhadapan dan pria itu menyimpan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri saku celananya.


"Ini tolong di terima" gadis itu memberikan sepucuk surat berwarna merah muda pada pria itu lalu pria itu menerimanya, saat sang pria sudah menerima surat itu sang gadis pun pergi berlari meninggalkannya.


Pria itu berjalan pelan mencari sesuatu setelah menemukannya lalu tidak disangka ia membuang surat itu ke tempat sampah, setelah melakukan itu ia pun pergi, tapi saat akan pergi.


"Tunggu.." pria itu menoleh ke arah gadis yang berjalan seraya terpapah-papah menghampirinya, ia diam seraya menunggunya.


Saat telah sampai di hadapannya gadis itu memberikan sesuatu pada pria itu.


"Ini" pria itu mengambil sebuah surat yang ternyata itu adalah surat yang telah ia buang ke tempat sampah beberapa saat lalu, gadis itu mengambilnya dan mengembalikan surat itu padanya.


"Ada apa?" serunya dengan nada datar.


"Ku kembalikan lagi padamu.."


"Untukmu saja" pria itu mengembalikan surat itu pada gadis itu. Setelahnya ia melenggang pergi.


"Tunggu.." gadis itu kembali mengejarnya seraya terpapah-papah, pria itu kembali menghentikan langkahnya menunggu gadis itu.


"Surat ini telah di buat oleh gadis itu dengan susah payah.. membutuhkan keberanian besar untuk memberikan ini padamu, lebih baik kau simpan saja agar lebih bisa menghargai usaha dan perasaan orang lain." Seru gadis itu seraya mengembalikan surat tadi pada pria itu tepat di tangannya, lalu pergi meninggalkannya sendiri dengan senyum yang tertinggal disana.


Dan pria dan gadis itu adalah hyunjin dan bada, hyunjin tau bada sedang cemburu padanya.


Bada pun pergi ke kelas dan bertemu sieun.


"Eh da gimana semuanya udah piket kan? lihat aja yang gak piket aku denda besok!" lalu hyunjin tiba dari belakang bada.


"Eh hyunjin.. ngapain? kok belum pulang?"


"Tas ku tertinggal di dalam.."


"Oh tunggu aku cek dulu di dalam apa udah di pel atau belum" Hyunjin mengangguk mengiyakan perkataan sieun.


"Oh iyaa da kamu tunggu disini yaa temenin hyunjin" Sieun mengedipkan sebelah matanya, sedangkan bada melotot pada sieun pertanda.


"Jangan usil!" dari tatapan matanya sieun tau bada ingin mengatakan itu, bada pun menoleh ke arah hyunjin lalu tersenyum canggung dan menatap ke arah lain.


Bada memejamkan kedua matanya seraya mengumpat dirinya dalam hati.


"Mati aku! tadi aku udah marah-marah sama hyunjin dan sekarang aku malah disini berduaan sama dia!! aku harus gimana ya tuhan.. mana sieun lama banget lagi di dalam."


"Ekhem.." Bada berdiri seraya memijat-mijat kaki kanannya karna pegal dan hyunjin pun jadi menatap khawatir padanya.


"Masih sakit?" serunya memecahkan keheningan dan kecanggungan di antara mereka.


"Oh umm engga kok, aku cuma pegel aja" hyunjin mengangguk tanda mengerti.


"Belum ke dokter?" Bada hanya diam mengerjapkan matanya beberapa kali tidak mengerti, ia heran mengapa hyunjin kini jadi perhatian padanya apa dia salah minum obat? atau lagi mabuk ya? Entahlah tapi itu membuat hatinya hangat ia senang hyunjin perhatian dan lebih dekat padanya.


"Oh iyaa belum.. kayanya nanti pulang sekolah aku langsung ke dokter" heee seru bada seraya menatap ke arah lain.


"Mau aku antar?" seru hyunjin seraya menatap lurus ke depan, bada mengerjapkan kedua matanya beberapa kali mencoba mencerna apa yang di katakan hyunjin padanya tadi.


"E-eh?" Hyunjin menatap ke arahnya lalu tiba-tiba sieun pun keluar membawakan tas hyunjin lalu memberikan tas itu padanya lalu hyunjin mengambilnya seraya meratakan bibirnya membentuk garis lurus.


"Kalo gitu aku pergi dulu" seru hyunjin seraya kembali menatap ke arah bada dan sieun melihatnya.


"Aku ga salah denger kan tadi hyunjin menawarkan diri untuk antar aku ke rumah sakit?" batin bada membenturkan kepalanya ke tembok pelan seraya memegang pipinya yang memanas lalu melamun.


"Apa hyunjin sadar akan persaanku padanya? ah gak, gak mungkin ini hanya rasa simpatinya padaku, karna aku jatuh dan terkilir kan karna dia, hmm iyaa kini semua masuk akal."


"Ekhem.." Bada tersadar dari lamunannya.


"Ciee yang di tatap hyunjin.. oh iyaa da, kalian abis ngapain tadi dari taman..?"


"Oh jadi tadi itu..." Bada cerita panjang lebar pada sieun.


"Serius kamu da? kamu tau gadis itu siapa??"


"Iyaa aku serius tapi aku gak tau gadis itu siapa, aku gak kenal tapi sepertinya kita satu angkatan"


"Wah daebak.. keren banget yaa dia.. kalo gitu kenapa kamu gak coba aja kaya cewe itu.."


"E-eh maksudnya?"


"Kamu kan suka sama hyunjin.."


"Ih apasih sieun engga kok, kata siapa?"


"Kata aku ehe"


"Kamu aja sama kak lee know.. wlee"


"Oh udah bisa bales nih ceritanya.. tapi ok akan aku lakuin" bada pun terkekeh setelahnya berlari-lari kecil bercanda dengan sieun.


"Udah ah ayo kita pulang.. "


"eh iyaa ayo.."


...****************...


Setelah beberapa lama di jalan, bada pun diam di halte bus untuk menunggu kendaraan tapi belum ada disana dengan sieun.


"Yaudah kalo gitu da kita berpisah disini ya, soalnya aku naik bus di sebrang"


"Oh iyaa hati-hati yaa.." sieun pun pamit menyebrang seraya melambaikan satu tangannya pada bada saat sampai di sebrang lalu ia pun naik bus.


Tak lama setelah sieun naik bus hujan pun turun dengan deras memang sedari tadi cuaca sudah mendung.


Bada dengan tangan mungilnya meraih air hujan yang terjatuh dari atas kini melewati tangannya.


"Walaupun aku suka hujan tapi aku tidak mau basah kali ini." batin bada lalu ia pun duduk di halte bus seraya memainkan ponselnya tapi tidak ada notifikasi di sana.


Hyunjin lewat dengan mobil lee know yang belum ia kembalikan sebelumnya, ia pun melihat bada yang sedang memainkan ponselnya di halte bus saat hujan, lantas ia pun berhenti disana.


Tin.. Tin..


Gadis itu beralih dari ponselnya menatap ke arah mobil yang terhenti di depannya.


"Siapa sih iseng banget.. " Seru bada keras yang terdengar oleh hyunjin, lalu hyunjin membuka kaca mobilnya.


Bada menganga langsung bangun saat tau itu hyunjin, hyunjin menunjuk kursi depan dekat kemudi dengan wajahnya ia menawarkan tumpangan bada, dan bada pura-pura tidak mau padahal itu adalah hal yang paling diinginkan dan dibutuhkan bada saat ini.


Karna ia bilang tidak ingin basah jadi tuhan mengabulkan permintaannya lewat hyunjin tapi gadis itu malah pura-pura menolaknya padahal kini hatinya sedang meledak-ledak karna luapan perasaan senangnya.


Tapi tiba-tiba hyunjin melenggang pergi dengan mobilnya meninggalkan bada.


"Eh tu-ng-gu hhh"


"Issssh dasar pria berhati dingin tidak berperasaan! Bagaimana bisa ia meninggalkan seorang gadis sendirian di cuaca seperti ini" Bada mendengus kesal.


"Mengapa hyunjin mempermainkannya seperti ini?" Fikir bada seraya masih mendengus kesal melempar air ke arah jalan.


Tapi tak beberapa lama kemudian.


Tin.. Tin..


"Siapa lagi sih jail banget.." Gadis itu kini berjongkok seraya memainkan air hujan seperti anak kecil lalu ada sepasang kaki pria di hadapannya.


"Apa hyunjin?" pria itu kembali lagi untuknya? fikir bada.


"Hyunjin?" batinnya, gadis itu mendongkak ke arah atas dan ternyata.


"De mau tisunya de?" bada me roll eyes matanya.


"Huft.. engga bang makasih.. " sudah bada duga itu bukan hyunjin. Ia pun menenggelamkan wajahnya di dengkul kakinya dengan kedua tangan memutari dengkulnya, ia mengintip sedikit lalu ternyata ada kembali sepasang kaki pria di hadapannya.


"Bang kan udah aku bilang aku gak bakal beli.. jadi jangan ganggu aku ok.." Tapi kaki itu tetap diam di posisinya tidak mau pergi kemana-mana, bada pun jadi kesal.


"Bang!" ia lantas mendongkakkan wajahnya ke arah atas dan.


Deg!


Gadis itu kini terdiam melihat ke arah wajah tampan bak lukisan manhwa di kisah kisah fantasy itu dan kini pria itu sedang membawakan payung untuknya sekaligus memayunginya dari air hujan yang turun.


Mata gadis itu pun membulat ia segera bangun dari posisinya lalu membersihkan bajunya dari cipratan air yang kotor, ia pun tersenyum canggung kembali memejamkan matanya karna malu.


Lalu hyunjin menunjuk ke arah mobil dengan gestur wajahnya.


"Tadi aku beli ini" ia menunjukkan sebuah benda di tangannya dan benda itu adalah sebuah payung.


"Oh ternyata tadi ia pergi untuk membeli payung?" batin bada.


Hyunjin pun kini membopoh tubuh bada membawanya ke arah mobil.


Bada pun kini mengikuti ke arah mana pria itu membawanya dengan perlahan karna kakinya yang masih dalam keadaan sakit.


Hyunjin mengantarkan bada sampai di kursinya dengan aman dan memastikan ia tidak basah lalu berlari kecil ke arah pintu kemudinya dan masuk menyimpan payungnya di belakang kursi ke dua, lalu menyalakan mesin mobilnya dan melenggang pergi secepat kilat.


Mereka tidak saling bicara sepanjang jalan, hanya ada kecanggungan saja diantara mereka, saat sampai di jalan yang menuju rumah bada hyunjin pun malah lurus terus melewati tujuannya dan membuat gadis itu bingung.


"Bukannya tadi itu rumah aku yaa?.. kok di lewat?" Hyunjin tidak menjawab dan terus fokus menyetir, dan bada juga jadi ikut diam, ia kesal karna hyunjin tidak menjawab pertanyaannya.


"Dicuekin heug" batinnya.


Lalu ia pun mengeluarkan ponselnya diam-diam mengirim potret jalanan lewat mobil dan captionnya adalah "Aku diculik" setelah mengirimnya ke story ia pun menyimpan ponselnya di pahanya.


Sieun yang sudah sampai di rumah pun terkejut melihat story sahabat barunya itu lalu mengirim pesan balasan.


"Eh da kamu di culik siapa?! penculiknya bawa kamu kemana?! cepat telepon polisi!!" Bada pun terkekeh melihat pesan dari sieun yang membuat hyunjin menatapnya aneh, seketika kekehannya terhenti dan jadi diam, pura-pura tidak ada apa-apa lalu sieun pun menelpon bada tapi bada menolaknya.


"Hyunjin penasaran?!" batin bada menyernyitkan kedua alisnya.


"Oh gapapa ini sieun"


"Mmh" gumam hyunjin seraya mengangguk tanda mengerti.


Tak lama mereka pun sampai di depan tempat tujuan hyunjin yang sedari tadi membuat bada bingung yaitu rumah sakit.


"Rumah sakit..?"


"Sebenarnya ada apa dengan hyunjin hari ini?" Batin bada.


Bada tersenyum kecil, lagi lagi hyunjin perhatian padanya tapi mungkin karna rasa simpatik padanya fikirnya.


Hyunjin pun keluar dari mobilnya begitupun bada dengan perlahan, lalu hyunjin menyuruh bada untuk jalan duluan dengan gestur tangannya seperti gentleman dan ia mengikutinya dari arah belakang.


...****************...


Akhirnya bada menemui dokter dan segera memeriksa kakinya dengan mesin ct scan untuk tulang.


Selagi menunggu hasil pemeriksaan keluar, bada dan hyunjin menunggu di luar ruangan, dan setelah siap dokter pun memanggil mereka berdua.


Bada dan hyunjin masuk ke ruangan dokter kini mereka sudah mirip pasangan suami istri yang mengantarkan pasangannya ke dokter.


Dokter pun menjelaskan secara rinci dan detail keadaan kaki bada.


"Kaki bada hanya terkilir kecil, tidak ada masalah lain, mungkin hanya akan di gips saja, sebulan dua bulan juga sembuh jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan."


"Syukurlah.." batin bada lega setelah mendengar penjelasan dari dokter begitu pun hyunjin, setelah selesai mereka pun pergi dari sana.


Tapi bada masih tidak mengerti akan maksud hyunjin saat ini apakah ia memang mulai perhatian atau hanya merasa bersalah saja padanya?.


Mereka pun sampai di mobil tapi pada saat mereka duduk.


Kriuk..


Perut bada tiba-tiba berbunyi, pipi bada merona merah karna malu, hyunjin tersenyum kecil ditutupi gumpalan tangannya.


"Maaf.. hyun-jin.. " Bada tersenyum canggung karna malu.


Hyunjin pun menyalakan mobilnya untuk pergi ke WcD terdekat, setelah beberapa lama mereka pun sampai.


"Eh kok kesini.. ga perlu ga perlu kita pulang aja jin ini udah sore, nanti aku makan di rumah aja.."


Hyunjin mengggeleng pelan.


"Ayo.." serunya lalu pergi ke luar mobil begitupun bada, ia berjalan pelan seraya terpapah-papah, hyunjin membantu membopoh tubuh mungil bada yang kesulitan dengan kakinya yang baru di gips. Sedangkan bada risau karna uang jajannya hanya tersisa sedikit.


Setelah sampai di dalam mereka pun duduk di salah satu kursi meja disana.


"Mau pesan apa?" serunya seraya memberikan menu disana, Bada mencari menu yang paling cocok dengan kantongnya saat ini.


"Aku fruit tea lemon aja 1" Hyunjin kembali tersenyum seraya mengangguk beberapa kali pura-pura tidak tau keadaan bada.


"Jadi bagaimana dengan pesanannya kak?"


"Cheese burger deluxe 2, Fruit tea lemon 1, coca cola 1."


"Ada lagi?" hyunjin menggeleng pelan.


"Ok pesanan akan segera di antar, mohon di tunggu yaa kak" Hyunjin mengangguk.


"Mati aku kayanya uang ku gak cukup buat bayar semua itu." Bada ingin menangis melihat ke arah dompetnya ada lalat keluar dari sana gambaran bahwa dompetnya kosong.


Hyunjin menatapnya dengan ekspresi yang sulit ditebak.


"Sebenarnya dia sedang memikirkan apa?" fikir bada.


Setelah beberapa menit kemudian pesanan pun datang.


"Ini kak 2 cheese burger deluxe, 1 fruit tea lemon, dan 1 coca cola, apa ada lagi yang mau di pesan kak?" Hyunjin menggeleng pelan dan pelayan itu pun mengerti dan segera pergi.


Bada hanya diam ia sepertinya akan mengeluarkan air liur saat ini jika saja tidak ada hyunjin tapi ia tahan.


"Ayo makan.." Hyunjin mengambil 1 burgernya dan burger satunya ia berikan pada bada dengan gestur wajahnya yang tampan.


"Makan ga yaa..? yaudah deh aku makan aja.. soal bayar nanti pake jam tangan ini aja.. maafkan aku ibu huhu" batin bada seraya membuka jam tangan pemberian ibunya di hari ulang tahunnya itu.


Hyunjin makan seraya memperhatikan bada yang kini pipinya sudah penuh mirip seperti ikan buntal sama seperti dirinya.


"Oh hyung.. ssst itu kan hyunjin hyung.. sama siapa itu? oh kak bada!" Seru IN yang kebetulan ada disana akan membeli makanan dengan han, seungmin, changbin, juga felix, ia pun tersenyum melihat ke arah bada, lalu IN mengambil beberapa foto hyunjin dengan bada.


Hyunjin tidak mengenali mereka karena mereka memakai hoodie menutupi wajahnya dan kebetulan ia duduk membelakanginya jadi ia tidak melihat ke arah mereka.


Setelah mendapatkan beberapa foto mereka pun pergi untuk bermain game di warnet, sedangkan hyunjin dan bada telah selesai makan dan saatnya untuk bayar.


"Hyunjin.. aku ke toilet dulu yaa.."


"Perlu aku antar?" hyunjin tersenyum usil.


"Oh engga aku bisa sendiri kok.."


"lagi pula ini kan toilet perempuan apa dia mau di pukuli oleh para gadis karna di sangka mesum." batin bada kesal.


Lalu saat di kamar mandi ia pun mengeluarkan semua benda berharga yang ia miliki di tasnya, lalu diam-diam pergi menemui kasir.


"Ssst kak boleh gak burger yang tadi aku makan aku bayar pake ini dulu, tapi nanti aku janji bakal balik lagi kok, anggep aja ini sebagai jaminan." Kakak kakak kasir pun tersenyum .


"Oh sudah kok kak, pesanan tadi sudah di bayar sama kakak itu" menunjuk ke arah hyunjin.


"lhoo sejak kapan hyunjin bayarnya?" seru bada pelan tapi terdengar oleh kasir.


"Tadi pas kakak ke toilet kak.."


"Ngomong-ngomong itu pacar kakak yaa? ciee.. ganteng banget tau kak pacarnya, sampai semua teman saya pada bisik-bisik dari tadi ngomongin dia.. jangan di sia-sia in yaa kak, kita semua iri disini." bada hanya diam seraya tersenyum canggung menyipitkan kedua matanya.


"Jadian juga engga.." fikir bada me roll eyes matanya lalu memukul kepalanya pelan.


"Oh kalo gitu makasih ya kak"


"Iya sama-sama kak" hyunjin pun bangkit menghampiri bada di kasir.


"Ayo pulang" serunya membuat semua wanita disana berteriak karna iri.


Bada pun menatapnya lalu beralih menatap ke arah lain dan mengangguk.


"Pacarnya yaa kak? cocok sama-sama cantik dan ganteng" seru kakak kakak kasir, hyunjin hanya diam menatap bada lalu bada berjalan keluar di ikuti hyunjin dari belakang.


Mereka pun masuk ke mobil dan melenggang pergi, di dalam mobil mereka hanya saling diam tapi bada masih diam-diam menatap ke arah hyunjin.


"Hari ini dia aneh.. tapi aku menyukainya" batin bada seraya tersenyum.


...****************...


Akhirnya sampai di rumah bada, bada pun keluar dari mobil.


"Umm makasih yaa jin buat traktiran makanannya hari ini. Juga.. buat di anterin ke dokter.. mungkin lain kali nanti aku yang traktir.. oh ya gak mau masuk dulu ketemu ibu.. "


"Oh engga.. mau langsung pulang aja"


"Oh iyaa yaudah hati-hati yaa"


"Hmm" Hyunjin pun menutup kaca mobilnya lalu melenggang pergi, diam-diam ia memperhatikan bada yang jauh semakin jauh di kaca spion mobilnya lalu ada telpon dari lee know agar hyunjin dan yang lain hadir untuk latihan dance persiapan tampil di festival.


Setelah sampai di tempat latihan semua mata tertuju pada hyunjin dan diam-diam tersenyum padanya membuatnya curiga, hyunjin hanya memperhatikan mereka dengan ekspresi bingung lalu mendekat ke arah changbin dan bertanya padanya.


"Hyung.. apa ada yang aneh dari aku?" seru hyunjin berbisik pelan pada changbin dan changbin pun hanya tersenyum dan menggeleng pelan.


"Lalu mengapa mereka menatapku begitu?"


"Aku tidak tau tanyakan saja pada mereka!" seru changbin ngegas. Hyunjin hanya terkekeh karna gemas dengan tingkah changbin lalu me roll eyes matanya dan beralih menatap ke arah IN menanyakan sesuatu.


"Ada apa?" dengan gestur wajahnya yang berbicara menggunakan bahasa isyarat dan IN hanya memiringkan kepalanya dan mengangkat tangannya tidak tau padahal sebenarnya ia tau semuanya hehe, hyunjin hanya mengangguk seraya memanyunkan bibirnya ke depan.


"Hyunjin ah! lama sekali!!" Seru lee know merengek, lalu hyunjin terkekeh.


"Maaf maaf" Seraya menyatukan kedua tangannya namaste.


"Ok baiklah, karna sudah ada hyunjin, ayo latihan" seru lee know lalu semua pun bangun berkumpul membentuk formasi dan latihan.


Setelah beberapa lama latihan mereka pun istirahat dan berkeringat banyak, hyunjin kini sedang minum air seraya melipat lengan bajunya ke atas, lalu saat istirahat IN tiba-tiba menunjukkan sebuah foto pada hyunjin.


"Hyung tadaaaa...." seraya menggoyang goyangkan ponselnya, berjoget joget, han pun terkekeh begitupun seungmin lee know dan changbin tertawa kiyowo aegyo sedangkan felix sedang minum dan hanya menggeleng pelan.


Hyunjin menghampirinya lalu mencoba mengambil ponsel IN yang terdapat fotonya dengan seorang gadis disana dan gadis itu adalah bada.


Hyunjin mencoba mengambil tapi In mempermainkannya dengan menggerakkan tangannya ke segala sisi, saat tidak ada tempat lain lagi karna terpojok ia over ponselnya pada seungmin lalu mempermainkannya lagi setelah beberapa lama ia over lagi pada han, tapi han malah memberikannya sukarela pada hyunjin dengan ekspresi sayang yang membuat seungmin dan in bergidik ngeri padanya.


"Aaaah" IN dan seungmin mengeluh karna han memberikan ponsel itu pada hyunjin.


"Bro lain kali traktir aku yaa" seru han seraya tersenyum, hyunjin tersenyum bertossan tangan dengan han lalu segera beralih melihat foto itu.


"Kapan mereka mengambil foto ini?" fikirnya.


"Kapan-kapan traktir Kita yaa hyung.." seru in menggoda hyunjin, sedangkan felix hanya diam memperhatikan mereka sedari tadi.


Hyunjin pun tersenyum segera menghapus foto itu dari ponsel IN tapi sebelum itu ia kirim foto itu padanya lalu segera kembali menghapus riwayat kirimnya.


"Ok terima kasih" seru hyunjin pantas saja dari tadi mereka menatapnya dengan tatapan aneh jadi karena foto ini, kini mereka tau bahwa ada sesuatu antara hyunjin dan bada.